pakupaku
Wednesday, 27.07.2005 20:03

Perjalanan 316 Km

Posted on Journey.

“lho baru kemaren dateng udah pergi lagi” gitu deh waktu pamitan ma om-om di rumahku pagi itu. yeaa.. mau gimana lagi. tugas dan kerjaan sudah bertumpuk di jogja, semakin lama di sini semakin membuat banyak tugas menjadi tak terselesaikan jadi yeaa. must back to jogjaaaa neh…

untuk kesekian kalinya aku bawa motor pulang ke cirebon, entah ini yang kesepuluh atau kesebelas kalinya aku naek motor cirebon-jogja yang jelas ini kedua kalinya aku engga sama cougare.. -motor gl pro ku itu lho- tapi yang ini adalah motornya kakakku yang bakal jadi motornya chendol sesampainya di jogja nanti *baca blog waktu hujan cerita tentang motor chendol yang ilang tanggal 26 februari kemaren.

sebenere ibuku ku tuh ga tega ngasih ni motor ke chendol, soalnya terlalu besar seh ukurannya, belon lagi kemaren si chendol bilang kalo ga suka sama warnanya soalnya kayak tukang pos hihihihi.. iya seh.. warnanya oranye-silver gitu..:)


btw aku sengaja berangkat rada siang, seharusnya kalo mau enak itu berangkat jam 6 pagi, masih sepi dan seger. tapi aku masih kangen e sama rumah ma keluargaku, jadinya ya.. sengaja aku ulur-ulur berangkatnya.. hehehehe.

motor1.jpg

motor2.jpg

setelah checking dan semua siap aku berdoa dulu sendirian di kamar, biasa deh.. supaya dijauhkan dari segala marabahaya yang pasti bakal ada aja. setelah semua siap, akupun pamitan dan berangkat jam 9 pagi.

seringnya melalui jalur selatan membuat aku ga bingung-bingung milih jalan, semuanya masih aku inget terutama belokan-belokannya. berikut ini peta perjalanan yang aku lalui.

peta-pp-e-ab.png

seperti biasanya jalan yang dipinggir sungai dari ketanggungan sampai prupuk itu selalu saja rusak meskipun hampir tiap bulan selalu diaspal, mungkin karena tanah dekat sungai tidak begitu cocok dengan aspal. dahulu daerah jalur alternatif ini cukup sepi dan rawan tindak kejahatan, namun seiring dengan kemudahan akses transportasi membuat daerah ini menjadi semakin ramai.

jalancrb-jogja.jpg

kharisma 125 D yang aku pake ini ternyata cukup bertenaga untuk melaju di jalanan, juga cukup lincah untuk menghindari beberapa lubang maupun menyalip truk dan kendaraan lainnya. namun sayang shockbeckernya tidak begitu enak, sangat keras sehingga malah membuat sakit kalau menerjang lubang-lubang kecil ataupun melaju di jalan bergelombang. remnya juga enak, beda sama cougare ngerem aja perlu perhitungan biar ga mlarak-mlarak.. hahaha. kapan ya naek cougare lagi ke cirebon :D

jalanan antara wangon sampai gombong cukup lengang dan sedikit belokan sehingga cukup enak untuk melaju diatas 100km/jam hehehe.. serasa terbang deh pake motor ini, bodinya yang sedikit besar dan juga bawaanku yang beratnya sekitar 20kg membuat laju motor menjadi stabil :) tapi tetep aja lebih keren pake cougare

selama perjalanan aku berhenti beberapa kali, 2 kali untuk mengisi bensin dan makan, dan beberapa kali berhenti untuk membetulkan posisi carrier yang kadang bergeser karena goncangan-goncangan ketika menerjang jalanan bergelombang dan angin yang cukup kencang.

ngantuk selalu aja ngantuk kalo melewati jalanan di siang hari. hihihihi.. untungnya ga begitu parah seh.. jadi ya bisa sambil teriak-teriak biar ga ngantuk lagian juga ga ada yang bakal denger aku teriak-teriak suaranya terendam helm cakil dan laju angin yang diterjang.

aku hampir jatuh di jalanan menuju purworejo, gara-garanya aku kehilangan kontrol motor waktu melakukan manuver belokan di jalanan yang berpasir. fiuuuuuh.. untunglah saat-saat kritis bisa diatasi tentunya ga lepas dari pertolongan yang diatas juga. thanks God:) banyak seh kejadian-kejadian yang berbahaya buat aku, apalagi kalo pas rebutan jalan sama bis-bis cepat weeeew. gila deh kalo itu.. kalo ga ngalah.. ya sudah habislah aku tersambar nya. hahahaha..

jam 4 sore aku memasuki kota jogjakarta, mulai merasakan suasana jogja yang penuh dengan asap dan kepadatan motor-motor yang memenuhi jalanan jogja. Fiuuh..akhirnya kembali ke kota tak beradab..

Catatan Perjalanan :
1. Berangkat lebih pagi sekitar jam 6 atau waktu lebih awal cukup disarankan untuk kenyamanan perjalanan dan menghindari teriknya panas matahari. Terlalu pagi justru tidak disarankan karena keadaan yang terlalu gelap membuat jalanan tidak begitu terlihat.

2. Pakailah pakaian yang nyaman, jaket pelindung angin, sarung tangan pelindung dan juga kaos kaki jika perlu untuk menghindari teriknya matahari. Gunakan helm standar yang berkaca sehingga terjamin keamanan maupun kestabilan ketika melaju dengan kecepatan tinggi. Ada baiknya menggunakan slayer untuk menutupi wajah dan hidung dan melindunginya dari debu maupun asap solar yang menerpa ketika berada di belakang kendaraan besar.

3. Lotion anti UV juga perlu untuk menghindari terbakarnya kulit akibat paparan sinar matahari yang berlebihan jika melakukan perjalanan siang hari.

4. Pelajari medan atau peta sebelum melakukan perjalanan, untuk memperkecil kemungkinan tersesat dan menghemat waktu perjalanan.

5. Kebosanan perjalanan bisa diminimalisir dengan bernyanyi, ataupun berteriak-teriak.. hahaha.. tetapi tidak disarankan mengemudi sambil mendengarkan radio ataupun pemutar musik mp3 karena dipastikan akan terlalu asyik sampai lupa kalo sedang mengendarai motor.. :)

Track record Cirebon – Jogja dan sebaliknya:
2000 : 2x Cougare pp.
2001 : 2x Cougare pp. -hampir mati berdua
2002 : 1x Cougare PP. -ketemu ular besar
2003 : 1x Cougare pp.
2004 : 1x Supra X p.
2005 : 1x Kharisma 125D p.

Tags: ,

Mood :

7 Responses :


1. Topan Berliana Says:

Wah salut, Tap, kamu bisa touring ke Cirebon naek motor. Gila aja, aku pernah bawa motor ke Solo aja udah tewas :))



2. uare Says:

Jadin pengen ikut motoran ke cirebon he…he… tapi kapan ya? gak pernah libur dan gak kuat jalan jauh lagi…

nambahin ya, lebih aman lagi motoran jauh pakai sepatu atuh..trus kalo denger mp3 1 telinga aja…cukup ampuh mengusir takut saat melewati jalanan yang gelap, lebat dan suepi! hi..hi.



3. Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2] » Catatan Hanging Says:

[...] Setelah makan di Bandara Hang Nadin, saya kembali ke Jakarta. Sampai di Bandara Cengkareng jam 15.30, lalu dengan taksi saya langsung menuju stasiun Gambir dan melanjutkan perjalanan dengan Kereta Cirebon Express ke kota kelahiranku. Dua hari di Cirebon untuk melepas lelah bersama orang tua, dan tanggal 30 pagi saya melanjutkan perjalanan 7jam bermotor menuju Yogyakarta, kota perhentian terakhir. [...]



4. Mengandangkan Sapi Dari Yogya ke Cirebon » Catatan Hanging Says:

[...] Kondisi jalan masih sama seperti 6 bulan yang lalu ketika saya mengendarai motor Kharisma 125D dari Cirebon ke Jogja. Hanya saja, keadaan jalan dari Ajibarang sampai Prupuk berlubang-lubang dan semakin parah sekarang. Lubangnya cukup dalam juga, sekitar 20-30 cm yang sangat membahayakan bagi motor. Cukup membuat motor terjungkal jika menerjang lubang dalam kecepatan tinggi. [...]



5. benny Says:

enak jalan di jawa pertama jalan bagus,rame tiap km,banyak kampung2,tp perjalanan saya dari palembang ke medan 4 hari 4 malem,jalan sepi melului hutan belantara mas.rawan lagi,jng coba2 jalan malem,binatang buas sering nyebrang jalan dari satu sisi ke sisi lain .



6. heri Says:

kapan ya sya bisa touring lg?



7. Angga Dnw Says:

jd prjalanan jogja -cirebon brp jam brow..



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzKENZ.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 13558 days
Emotional
97.5%
Bioritme Status
Physical
13.6%
Bioritme Status
Intellectual
-81.5%
Bioritme Status





Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

26q. 0.093s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia