pakupaku
Saturday, 07.01.2006 0:00

Blogging dengan WP 2.0

Posted on Blogging.

Awal tahun 2006 ini saya mendapatkan kabar bahwa WordPress mengeluarkan versi terbarunya yaitu wordpress versi 2.0 Duke. Saya kira duke itu artinya bangsawan, wajar sih karena tampilan situs WordPress merupakan tampilan bergaya konvensional yang anggun seperti layaknya bangsawan.
haellah… ternyata salah dink! Nama Duke itu berasal dari nama seorang Komposer dan Pianis Jazz yang terkenal yaitu Duke Ellington.

Saya berkenalan dengan WP sekitar 6 bulan yang lalu, saat saya mendapatkan account gratis di WP. Sebelumnya saya sering mendapati kebanyakan blogger yang menggunakan WP sebagai mesin bloggingnya, hal tersebut membuat saya semakin tertarik untuk mencobanya. Kesan saya sewaktu mencoba WP versi 1.5 adalah lambat dan susah diatur, tidak seperti kalau saya membuat mesin blog sendiri yang bisa dibuat semau kemauan kita. Oleh karena itu saya sudah cukup puas dengan blog buatan sendiri. Namun sejalan dengan waktu ternyata banyak sekali keunggulan yang ditawarkan oleh mesin blogging semacam WP, MT (Movable Type) ataupun layanan blog gratis seperti blogger.com, blogsome.com dan lainnya. Keunggulan yang sangat terlihat adalah kemudahan untuk melakukan komunikasi antar blog melalui pingback dan trackback. Selain itu mesin pencari khusus blog seperti tehnocrati juga berpihak pada mesin-mesin blogging yang tersedia di internet. Banyaknya software-software penulis blog seperti bloggar, flox, dan performancing semakin membuat saya jadi ingin berpindah ke WP.


Kesempatan itu akhirnya datang juga ketika WP 2.0 diluncurkan pada akhir tahun 2005 yang lalu. Saya mendapatkan kabar ini dari riyogarta yang sempat memberikan ulasan tentang WP 2.0 di blogfam dan blognya. Saya pun langsung mengunduhnya, dan mencoba WP Duke. Kesan pertama….. hehe.. lumayan, control adminnya lebih cepat dari versi 1.5.

Setelah bereksplorasi beberapa saat menjelajahi WP 2.0 maka saya setuju dengan keunggulan fasilitas WP yang disebutkan dalam pengantar peluncuran WP 2.0 di situsnya, juga dengan 5 hal kecil yang disukai Rachel dari WP 2.0.

Seminggu saya bercinta dengan WP 2.0, dan inilah hasilnya :

blog-1.png

Bandingkan dengan yang ini :

blog-2.png

Dua situs yang sepertinya sama persis, dengan mesin yang sangat berbeda. Yang manakah yang WP dan yang bukan? Haha…

Beberapa catatan saya sebagai seorang pengguna WP pemula ketika melakukan instalasi dan modifikasi WP 2.0 adalah sebagai berikut :

1. Proses instalasi sangat cepat dan mudah sekali. Tidak bertele-tele. Control Adminnya cukup cepat, namun sedikit agak membingungkan pada awalnya.

2. Saya sangat terkejut ketika mendapati tampilan WP yang acak-acakan, begitupula dashboard kontrol adminnya. Oh.. ternyata saya lupa mengeset css dalam versi php sehingga tampilan WP menjadi kacau balau. WP tampil memukau setelah saya melakukan perbaikan.

3. Ketika melakukan upload gambar, dan mencoba memasukkan gambar, saya kok agak bingung ya? karena yang ditampilkan adalah tumbnailnya melulu. Ternyata setelah membongkar script php bagian upload, terdapat sedikit kesalahan sehingga yang ditampilkan di posting sebenarnya selalu berukuran tumbnail bukan ukuran gambar yang sebenarnya (original).
Kalau Anda mengalami masalah yang sama, bisa melakukan perbaikan dengan menghilangkan kode $hightwidth di halaman wp-admin/inline-uploading.php

wp-heigh1.png

4. Hehe.. saya terprovokasi oleh riyogarta yang ingin mengubah tempat upload fotonya seperti yang dia tuliskan dalam reviewnya. Entah ya? kenapa mesti dipindah? apa takut ketahuan direktori yang diatribut 777 sehingga bisa menjadi celah bagi cracker. Bukannya dengan melihat url image saja kita bisa mengetahui direktori tempat foto diletakkan dan pastinya direktori itu diatribut 777.
Lalu saya mencoba melakukan cracking dengan memasukkan file trojan dan sembarang file ke direktori uploads melalui jalur FTP, wuih… ditolak coba! kok bisa ya? jadi ternyata kita hanya bisa memasukkan file melalui control adminnya saja. Baguslah kalau gitu.
Untuk memindah direktori uploads, kita harus melakukan edit di halaman wp-includes/functions-post.php

wp-upload1.png

5. Saya menambahkan file index.html di beberapa direktori WP 2.0 agar orang lain tidak bisa melihat isi file dan direktori saya tersebut. Termasuk di file tempat foto-foto diletakkan. Saya menyarankan hal ini kepada semua teman-teman jika tidak ingin orang lain melihat semua photo-photo yang telah kita upload melalui WP 2.0, siapa tau ada foto simpanan yang mesti dirahasiakan dan tidak dipublikasikan. Caranya adalah dengan memasukkan file index.html kosong melalui fasilitas upload gambar di kontrol admin WP.

6. WP 2.0 ini menggunakan Tiny MCE sebagai WYSIWYG editornya, sehingga menu editor bisa muncul juga di browser opera meskipun secara sederhana.

operatinime.png

7. Saya malas mengganti desain blog saya, mengingat desain tersebut adalah hasil puasa dan meditasi yang cukup lama. Hahaha.. *saya suka getaran yang dihasilkan dari desain yang ini ;)
Dalam melakukan perpindahan desain theme, saya tidak menemui kesulitan. Hanya saja kita mesti melakukan rechek tampilan dengan membukanya di semua browser seperti IE, Firefox, Opera, Safari dan lainnya. Benar saja, ternyata tampilan saya bermasalah di IE sehingga saya harus melakukan sedikit perbaikan.

8. Ketika melakukan validasi xHTML, saya menemukan lebih dari 300 kesalahan dalam blog saya… Hahaha… Maklumlah saya tidak terbiasa dengan xHTML.

9. Langkah terakhir adalah melakukan uji performa, yaitu dengan melihat performansi blog WP saya menggunakan tools di http://www.websiteoptimization.com/services/analyze/

weboptimize.png

Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa hal yang tidak begitu saya sukai pada WP adalah kecepatan aksesnya yang lambat. Memang sih kecepatan blog WP saya ini masih jauh di bawah blog yang saya buat sendiri. Tapi tunggu dulu… Olalala… saya menemukan fasilitas Gzip Compression di WP 2.0.

wp-gzip.png

Saya pun membandingkan kecepatan sebelum dikompres dan setelah dikompres melalui http://www.port80software.com/products/httpzip/. Hasilnya adalah sebagai berikut :

gziptest.png

Pada awalnya saya mengalami masalah dimana HTTP Compression di blog WP saya tidak berfungsi. Namun akhirnya masalah tersebut terselesaikan setelah saya mematikan variabel Session Transparent SIDs dengan menambahkan kode ini di header.php :

ini_set(“session.use_trans_sid”, false);

atau melalui .htaccess di root blog Anda, dengan menambahkan kode sebagai berikut :

php_flag session.use_trans_sid off

Informasi tentang ini bisa dibaca lebih lanjut di manual PHP http://id2.php.net/session

Sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk menggunakan WP 2.0 ini. Mesin blogging yang cukup baik dan gratis pula, ditambah lagi dengan tersedianya berbagai macam plugin yang bisa ditambahkan sesuai dengan kebutuhan blogging kita. Salut untuk komunitas pengembang WP. Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya. Apa seh keuntungan mereka untuk membuat mesin blogging yang bagus ini dan digratiskan pula? Apakah nantinya WP akan seperti MT yang berbayar? Ya. Mumpung masih gratis, mari kita gunakan saja. Selamat Blogging dengan WP 2.0 !!!

Tags: ,

Mood :

14 Responses :


1. Riyogarta Says:

Weks, review yang bener2 langkap.
Beberapa akan saya prketekkan pada blog saya terutama yang kompressan itu. Sudah sering saya lihat hanya bolak-balik lupa mau di explore hehehe. Mantab deh.
Salam kenal dari saya dan selamat menggunakan WP baru-nya :)



2. adi Says:

walo daku blum donlot WP 2.0 tapi artikel ini bagus jugak…
hehehe dapet link di blogfam.

lam kenal :D



3. Ayu Says:

dari blogfamnih… keren, lengkap review nya…terus aku udah hapus tuh height_width nya.tapi kok tetep muncul imagenya thumbnail ya?



4. kenz Says:

#Ayu
di bagian gambar kalo kita klik ada menu kotak, nah disitu bisa kita pilih mau thumbnail yang ditampilkan atau gambar asli (original), kalo kita klik original nanti gambarnya akan membesar disitu, baru kita send to editor.

kalo masih juga engga mau? berarti masih ada yang salah di code nya, kemaren aku sempat bolak-balik antara thumbnail dan original. Kalo tetep engga bisa, aku kirim file inline-uploading punyaku deh…



5. dLa Says:

mas kenz..
pantes aja blognya skarang rada sdikit rapih..
hehe..
ternyata itu toh rahasianya..
good job!
tingkatkan kreasimu nak..
hehe..



6. Uare Says:

Sep…sep…
berguna banget link-link pengujinya nih.
sesuai saran, saya tak wait and see dulu sampai kutu-kutu itu teratasi dalam beberapa bulan ke depan. Btw, font nya kok kecil banget to? mentang-mentang kurus he he :)



7. Topan Berliana Says:

Wah, engine baru yah. Meskipun sekilas nggak keliatan bedanya, tapi tadi sy udah feel something different here. Pantesan.. hehe.

/me tidak tergoda pindah dari yg gratisan :D



8. Catatan » User Review: Wordpress 2.0.1 Says:

[...] Sekarang kita bisa menentukan dimana folder untuk upload file akan kita letakkan. Perubahan ini tentunya tanpa harus mengubah script seperti yang pernah diulas oleh Kenz dalam blognya. Selain itu, penyimpanannya pun bisa kita pilih apakah menggunakan penamaan folder berdasarkan tanggal atau tidak. [...]



9. magenta Says:

mantap sekali ulasannya. jadi makin yakin neh sama nginenya WP :p



10. Magenta^Log » Info lebih soal wordpress Says:

[...] 3. review wp 2.0.1 >> 1. 2. ini dulu, ntar tak tambahin lagi You can also bookmark this on del.icio.us or check the cosmos [...]



11. Cache Wordpress 2 Bermasalah » Catatan Hanging Says:

[...] Kelemahannya, kita harus menonaktifkan fungsi Gzip Compression di WP kita. Padahal fungsi tersebut juga cukup berpengaruh untuk meningkatkan kecepatan akses blog WP. [...]



12. sonsons Says:

parishilton photo

Also expect of parishilton photo own single procreant situations to manufacture your anecdote hot and earliest.



13. Reth Says:

Mas,
saya udah baca reviewnya dari atas mpe bawah, dari huruf pertama mpe huruf terakhir, tapi kok tetep ya..
bingung skaleee…

Apa ini panduan berbasis WP yg tidak berbayar, alias seperti blog saya yg alamatnya saja mencantumkan kata wordpress.com dibelakangnya?

Saya pengguna baru produk WP ini, dan terus terang pusing plus bingung sekali, bagaimana cara mengotak-atik CSS nya (tidak seperti kemudahan otak-atik CSS di blogspot, yg…piece of cake) disini, saat saya ingin sekedar mengubah tampilan sidebar blog saya, hasilnya kok malah kacau ya?

Thanks.



14. arip Says:

hallow salam kenal, wah thank’s ya atas tutorialnya, kalau ada permasalahan kapan2 minta tolong ya… hehehe



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzKENZ.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 13558 days
Emotional
97.5%
Bioritme Status
Physical
13.6%
Bioritme Status
Intellectual
-81.5%
Bioritme Status





Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

23q. 0.105s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia