pakupaku
Tuesday, 06.06.2006 12:10

Kisah Memilukan Gempa Bumi Jogja

Posted on Faith.

Pagi ini saya menerima sebuah email yang membuat saya terenyuh. Kisah-kisah gempa bumi jogja dari banyak orang memang sudah saya dengarkan, belum lagi ketika melihat daerah bencana dengan mata kepala sendiri. Namun cerita dari seorang teman ini membuat saya terdiam lama.

Hari pertama gempa aku ada di Ganjuran, rencananya mo layat sodara Romo yang asli Ganjuran. Tempatku juga kena gempa tapi sukur ga apa2. Karena listrik padam aku tidak tahu berita dari luar tentang akibat gempa. Ketika aku masuk wilayah Ganjuran aku melihat pemandangan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya dan baru kali ini aku melihatnya. Ratusan rumah hancur dan banyak jenasah korban ditaruh di tepi2 jalan hanya ditutupi ala kadarnya. Aku ga bisa ngomong apa2 cos apa yang sering aku lihat di TV kini ada di hadapanku. Wajah2 sayu, tatapan mata kosong mereka di depan rumah mereka yang hancur membuat aku ingin menangis.

Ketika sudah sampe di t4 Romo ternyata jenasah sudah dimakamkan karena kondisinya parah. Di situlah peristiwa paling memilukan yang pernah terekam mataku dimulai. Aku beserta Romo sedang keliling lihat keadaan kampung ketika seorang ibu yang sudah tua dan maaf cacat dengan naik sepeda tua berkeliling kampung untuk mencari romo atau prodiakon untuk mendoakan jenasah putrinya yang mati. Di keluarganya hanya ia dan suaminya yang selamat tapi suaminya kritis. Aku lalu menuju kuburan tapi ternyata jenasahnya belum di sana dan masih ditaruh di depan masjid. Ketika kami sampai di depan masjid yang juga sudah rata dengan tanah, aku melihat puluhan mayat berjejer di komplek masjid. Aku sebenarnya takut lihat darah, tapi hari itu Tuhan sepertinya beri aku kekuatan untuk tidak takut, meski ketika mencium anyir darah tubuhku jadi lemes. Untuk mencari anak ibu itu harus dilihat satu2 karena tidak hafal. Ternyata anak ibu itu seorang cewek masih SMEA kelas 2. Aku trenyuh karena melihat keadaannya, meninggal dengan cara seperti ini dan tidak bisa dimakamkan secara layak karena hanya ditutupi dengan selembar tikat dan diangkat pakai daun pintu masjid. Ketika jenasah dibawa melewati pematang sawah, karena jalan tidak rata dan tidak ditali jenasah itu jatuh ke sawah! Astafiruglah!!! Begitu kata orang2 yg melihatnya. Aku berpikir oalah sudah mati dengan cara ini masih harus tercebur ke sawah segala. Jenasah diambil lagi lalu ditali agar tidak jatuh. Ketika sampai kuburan hanya ibunya dan rombongan kami yang menyertainya. Aku tidak tega melihat wajah ibunya ketika kami memakamkannya dan melihat anak yang dilahirkannya, dibesarkannya mati dengan begitu memilukan, dan dikubur jauh dari layak.

Semuanya terjadi begitu cepat, tidak ada orang tahu ini akan terjadi. Aku melihat banyak wajah dengan tatapan kosong, melihat anaknya mati, melihat orang tua, saudara, temannya mati. Banyak di antara mereka yang tidak bisa menangis, entah karena begitu shock atau karena sudah kering air mata mereka. Aku juga melihat banyak penguburan massal, karena begitu banyak yang mati. Ketika sore hari aku pulang ke rumah suasana sedang mendung tebal, dan yang kutakutkan terjadi, HUJAN!!! Coba dibayangkan, sudah ga punya rumah, hujan pula, parahnya daerah Jogja 3 hari berturut-turut setiap sore hujan.

Perpektif kemanusiaan saya tidak bisa menjelaskan mengapa semua kisah memilukan itu harus terjadi. Hidup, kematian dan penderitaan sudah menjadi suatu misteri yang terdalam dari pengakuan akan adanya Tuhan. Mengapa ada penderitaan dalam kehidupan, jika kebahagiaan itu adalah sesuatu yang menyenangkan dalam kehidupan? Pertanyaan bodoh yang sama seperti yang pernah saya dengar dari teman saya. Mengapa langit itu biru dan daun itu hijau? Entah apa jawaban Tuhan karena kemanusiaan saya sampai hari ini belum juga memahaminya. Saya hanyalah manusia yang percaya bahwa ada rancangan keselamatan kekal di balik semua penderitaan dalam kehidupan ini.

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Pengkhotbah: 3:11

Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!”,
sebelum matahari dan terang, bulan dan bintang-bintang menjadi gelap, dan awan-awan datang kembali sesudah hujan,
pada waktu penjaga-penjaga rumah gemetar, dan orang-orang kuat membungkuk, dan perempuan-perempuan penggiling berhenti karena berkurang jumlahnya, dan yang melihat dari jendela semuanya menjadi kabur,
dan pintu-pintu di tepi jalan tertutup, dan bunyi penggilingan menjadi lemah, dan suara menjadi seperti kicauan burung, dan semua penyanyi perempuan tunduk,
juga orang menjadi takut tinggi, dan ketakutan ada di jalan, pohon badam berbunga, belalang menyeret dirinya dengan susah payah dan nafsu makan tak dapat dibangkitkan lagi–karena manusia pergi ke rumahnya yang kekal dan peratap-peratap berkeliaran di jalan,
sebelum rantai perak diputuskan dan pelita emas dipecahkan, sebelum tempayan dihancurkan dekat mata air dan roda timba dirusakkan di atas sumur,
dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya. Pengkhotbah: 12:1-7

Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.
Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat. Pengkhotbah: 12:13-14

Tags: , ,

Mood : Berpikir emoticon

3 Responses :


1. sa Says:

entahlah.
dan mestikah yang beruntung merasa bersalah?
dan berlapang dada menerima cercaan dari yg tidak beruntung?
dan mendaftarkan diri kepadaNya.. Tuhan.. kapan giliranku?

entahlah.
saya juga bingung.



2. hendrik Says:

hii…aku juga orang ganjuran..rumahku juga hancur..dan saat terjadi gempa aku mengalaminya dirumahku



3. hendrik Says:

oia..lihat blog ganjuran…trus kasih comment ya!!



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzKENZ.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 13558 days
Emotional
97.5%
Bioritme Status
Physical
13.6%
Bioritme Status
Intellectual
-81.5%
Bioritme Status





Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

27q. 0.091s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia