pakupaku
Monday, 04.12.2006 12:39

Telkom Speedy Yogyakarta

Posted on Internet.

Baliho besar tentang Telkom Speedy di Yogyakarta sudah dipasang 1,5 tahun yang lalu di Kantor Pelayanan Telkom Jalan Kaliurang. Pada waktu itu saya berharap banyak untuk berlangganan speedy mengingat sulitnya mendapatkan akses internet di daerah tempat tinggal saya. Kebutuhan akses internet yang cepat dan stabil merupakan sebuah solusi untuk penghematan waktu kerja bagi saya.

Selagi menunggu speedy di Yogyakarta, saya menggunakan Telkomnet Instan yang memiliki kecepatan akses stabil tapi lambat seperti kura-kura. Lalu saya beralih mengunakan Matrix GPRS yang memiliki kecepatan akses cukup cepat namun penghitungannya juga terlalu cepat sehingga sebulan bisa menghabiskan 2,7 juta rupiah. Kemunculan Fren Pasca Bayar dengan berbagai paket Internet membuat saya jatuh hati. Saya tertolong dengan paket MaxSurf 200, sebulan saya hanya menghabiskan sekitar 200-300 ribu rupiah dari yang biasanya di atas 700 ribu rupiah dengan menggunakan Telkomnet Instan. Kecepatan Internet Fren juga cukup stabil dan cepat pada 3 bulan pertama saya berlangganan. Namun seiring dengan kemunculan iklan PUAS PAKE FREN, kecepatannya menjadi tidak stabil, lambat, putus-putus. Pekerjaan yang seharusnya selesai dalam satu hari bisa menjadi berhari-hari.

Bulan Oktober 2006 yang lalu saya berkali-kali dihubungi oleh pihak Telkom. Mereka menanyakan apakah saya ingin berlangganan speedy karena saya sudah tercatat inden speedy dari 1,5 tahun yang lalu. Hasrat saya untuk berlangganan Speedy sudah hilang mengingat banyaknya keluhan yang saya baca di media tempo hari. Telpon pertama dari telkom, saya hanya mendengarkan berbagai tawaran menarik tentang paket internet speedy dan cara berlangganannya. Namun saya memutuskan untuk tidak berlangganan. Beberapa hari kemudian mitra telkom menelpon lagi, dan menawarkan pemasangan langsung ke rumah sehingga saya tidak perlu repot-repot mendaftar di Plaza Telkom Kota Baru. Saya jawab akan pikir-pikir terlebih dahulu. Telpon ketiga diterima oleh adek saya, isinya sama menawarkan telkom speedy dan syarat-syarat berlangganannya.

Dua bulan hampir berlalu, akses Internet Fren yang tidak stabil menjengkelkan sehingga saya beralih menggunakan internet StarOne yang masih dalam tahap promosi Rp. 200,- /MB. Akses internet jagoan ini cukup cepat dan stabil, namun hanya pada waktu-waktu tertentu. Tuntutan pekerjaan membuat saya menyerah dan tergoda mencoba speedy. Saya pun melakukan pendaftaran speedy di Plaza Telkom Kota Baru.

Pendaftaran aktivasi speedy sebenarnya cepat dan tidak ribet, cukup mengisi formulir kontrak speedy beserta fotokopi KTP dan slip pembayaran tagihan telkom bulan sebelumnya. Namun saya harus menunggu lama karena komputer yang digunakan untuk input data ‘hang’ sehingga harus direstart ulang. Customer Service Speedy menjanjikan akan ada petugasnya yang datang dalam 1-2 hari mendatang untuk memasang speedy di rumah saya. Sehubungan dengan modem di plaza tersebut terbatas, saya disarankan untuk membeli dan mencobanya di Plaza Telkom Demangan Baru. Saya sempat waswas juga melihat kenyataan bahwa akses speedy di sini harus menunggu beberapa lama untuk mendapatkan sinyal DSL dari telkom speedy.

modem-zte-831a.jpg

Akhirnya saya membeli ZTE ZXDSL 831A seharga 450ribu rupiah. Sehari kemudian saya dihubungi pihak telkom yang menanyakan apakah sudah membeli modem, dan tipe modem saya. Lalu setelah menyebutkan tipe modem saya, petugas itu berjanji akan menghubungi teknisi dari modem tersebut.

Selang beberapa menit kemudian, seorang petugas dari telkom menghubungi kembali dan menanyakan dimana saya membeli modem. Suara petugas ini saya kenal sebagai teknisi yang saya temui di Plaza Telkom Demangan Baru tempo hari. Dia menanyakan apakah saya sudah berhasil memasang speedy di rumah. Saya jawab belum berhasil karena saya awam dengan masalah jaringan internet ADSL. Lalu dia meminta saya untuk menelpon balik ke Plaza Telkom Demangan karena temannya akan memandu saya.

Saya mencoba memasang sendiri speedy berdasarkan manual modem, namun tidak berhasil. Lalu saya menelpon ke Plaza Telkom Demangan Baru. Penerimanya adalah petugas wanita, dan dia menanyakan sampai dimana proses saya. Saya bilang saya sudah berhasil masuk ke setting modem tapi bingung memasukan username dan password speedy dimana. Nada petugas ini tiba-tiba menjadi ketus, sambil berkata :

Wah….. Mas, saya tidak mau kalau pertanyaannya ngambang seperti ini, Mas sama saja belum bisa setting speedy, sebaiknya Mas datang saja ke sini. Untuk biaya setting speedy kami kenakan biaya 50ribu rupiah.

Jawaban ketus membuat saya agak jengkel juga, sehingga saya pun cari alasan lain dengan mengatakan bahwa saya sudah sampai di setting PPPoE lantas saya menanyakan proses selanjutnya. Petugas itupun memandu saya dengan cepat, tapi saya tetap tidak mengerti karena pastinya modem yang dia pakai berbeda dengan modem yang saya beli. Pembicaraan saya hentikan karena saya merasa tidak ada gunanya untuk mengharapkan panduan lewat telepon dari teknisi di Plaza Telkom Demangan Baru.

Seharian saya melakukan trial and error, tentunya internet menjadi sumber informasi rujukan saya sehingga saya berhasil melakukan setting modem dan akses speedy sendiri tanpa mengeluarkan biaya setting sebesar 50ribu rupiah. Berikut ini adalah hasil pembelajaran memasang modem ZTE ZXDSL 831A untuk speedy di Yogyakarta :

1. Pasang semua perlengkapan modem. Jika Anda memiliki kartu jaringan LAN/ethernet sebaiknya mengunakan kabel ethernet, namun jika tidak memilikinya Anda bisa menggunakan kabel USB. Berdasarkan pengalaman saya, pengunaan kabel ethernet lebih stabil dan tidak bermasalah karena tidak membutuhkan driver seperti halnya kabel USB.

2. Setelah semua kabel dihubungkan. Cobalah menyalakan modem, tunggu selama 5 menit dan perhatikan lampu indikator DSL. Pada awalnya indikator DSL saya mati. Ternyata saya salah menempatkan splitter modem. Alat ini seharusnya dipasang pada awal line dari TELKOM atau sebelum adanya rowset ataupun switch telepon. Indikator DSL menunjukkan apakah kita sudah terkoneksi dengan jaringan DSL atau belum.

4. Setting Jaringan Komputer Anda dengan masuk ke CONTROL PANEL >> NETWORK >> CONFIGURATION >> TCP/IP NETWORK PROPERTIES

ip-address-winxp.jpg

Pilih IP otomatis atau 192.168.1.x dengan subnet mask 255.255.255.0
Isi DNS Telkom Speedy : 203.130..206.250, 202.134.0.155 atau tanyakan ke 147 (Layanan Telkom)
Klik ADVANCED >> Tambahkan default Gateway 192.168.1.1
Klik OK >> Lalu restart komputer.5. Selanjutnya masuk ke setting modem melalui web di http://192.168.1.1 (*lihat manual modem) dan memasukkan login default : admin dengan password default : admin. Setelah masuk pastikan setting WAN sebagai berikut :

setting-modem-device.jpg

VPI : 8 VCI : 81
Service Category : UBR Without PCR

————–
Connection Type : PPP over Ethernet (PPPoE)
Encapsulation Mode : LLC/ SNAP Bridging

————–
PPP Username: nomerspeedy@telkom.net
PPP Password: password dalam amplop.
PPPoE Service Name: Speedy (*bebas)
Authentication Method: Auto

—————

Tekan Next terus dan Save lalu Save/Reboot. Biarkan modem anda melakukan booting ulang sampai beberapa menit kemudian cek statusnya di DEVICE INFO >> WAN.

setting-modem-wan.jpg

setting-modem-diagnosa.jpg

Lakukan DIAGNOSTICS, pastikan semua tetulis PASS. Lalu cobalah mengakses suatu situs dengan menggunakan browser favorite Anda. Jika berjalan dengan baik segera saja mengakses ke http://telkomspeedy.com/ untuk mengganti password speedy. (*jangan lupa mengganti password speedy di setting WAN pada modem).

Saya dapat mengakses speedy dengan lancar menggunakan kabel ethernet di Mandriva 2007. Setting jaringan/network kurang lebih sama dengan menggunakan Mandriva Control Center.

Sekali saya katakan bahwa saya awam untuk setting ADSL. Ini semua berdasarkan pengalaman trial and error untuk menghemat biaya setting sebesar 50ribu rupiah yang dikenakan oleh Telkom. Jadi kalau Anda tidak mau pusing sebaiknya memanggil teknisi speedy saja.

Fiuuh! Akhirnya saya merasakan kecepatan internet di atas 300 Kbps. Saya hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 jam untuk mengupload dan mensetting 8 web klien terbaru saya. Coba dari dulu saya memiliki akses internet seperti ini, tentunya saya bisa menghemat ribuan jam waktu kerja, dan beberapa kali lipat biaya akses internet. Baiklah saya puas menggunakan Telkom Speedy sekarang, hanya ada satu pertanyaan besar dalam diri saya saat ini.

Apakah akses Telkom Speedy Yogyakarta akan sama seperti Akses Internet Fren yang hanya bertahan dalam beberapa bulan dan semakin tidak stabil karena bertambahnya pengguna ???

Tags: , , ,

Mood : Kecewa emoticon

52 Responses :


1. mina Says:

kasih review lagi sesudah 3 bulan ya :D



2. Uare Says:

wah aku sdh ikutan make tas-nya speedy hue he he
kalo speedy-nya sendiri masuk ke dataran tinggi baru tengah tahun ke depan he he. sampe desember diskon 40% setelah januari standar lagi 300rb/bln/1GB ah…aku ikut yang "biar lambat asal nikmat" aja dueeech!



3. ahmad subekti Says:

speedy katanya enak tapi masuk ke wonosari kapan ya???
dan kok malah mahal hitungannya perkb
buat warnet di wonosari ya bangkrut



4. adam Says:

* pilihan 1

masih starone walau kadang2 menjengkel nya lemot nya … terutama busy line pada jam 6 sore – 9 malam… 200perak/MB
( gosip nya promo ampe Februari 2007 ) .. mbohhh $_$

* pilhan 2

fren dengan timebased provider byVPN ( hiks 10 rb per jam ) tapi cukup stabil 8 KB/s – 18 KB/s daripada rebut2an BTS di volumebased… #_#

* pilihan 3 ..

maen di rumah bokap gw d Jkt pake cable cihuyy 24 jam 384kbps
asoy geboy kagak urus yg bayar bukan gw … hehehe ^_^

* pilihan 4 …

kembali ke selera asal … maen & nginep di warnet .. mpe bosen kalo perlu kenal ma OP nya jadi dapet gratisan wkwkwkww… >_



5. rahmat Says:

aq coba-coba naikan kecepatan internet, dan berhasil dengan angka 460,8 kbps dg dialup telkomnet@instan. jika anda ingin ikutan hub aq aza e mail mrj.setiawan@gmail.com/ mrj_setiawan@yahoo.co.id atau http//mrj.setiawan.googlepages.com



6. Anton Says:

Bagi yang ingin berlangganan high speed internet, sekedar sharing informasi dari pengalaman saya.

Selama 3 tahun lebih saya berlangganan IndosatM2 Cable SOHO Unlimited (1,3 jt sebulan plus PPN) via jaringan KabelVision di Jakarta. Dengan SOHO, saya berhak mendapat 3 IP Address dan max bandwidth 384Kbps. Jadi bila saya nyalakan 1 komputer maka speed pada 1 komputer tersebut akan mendapat full 384Kbps. Bila 2 komputer dinyalakan maka bandwidth 384Kbps akan otomatis dibagi untuk 2 komputer tersebut. Dan seterusnya, intinya berapapun komputer yang dinyalakan maka max bandwidth 384Kbps akan dibagi otomatis sesuai jumlah komputer yang ada (max 3 komputer, atau kalau mau lebih bisa digunakan router).

Setahun terakhir ini, IndosatM2 mulai pelit dengan bandwidth dan menerapkan kebijakan baru yang mereka sebut “bandwidth management”. Konsumen Cable SOHO tidak bisa lagi mendapat full 384Kbps pada 1 IP Address atau pada 1 komputer. Tapi hanya maksimal 128 Kbps pada 1 IP Address. Jadi bila ingin mendapat full 384Kbps, saya harus menyalakan 3 komputer yang masing-masing akan mendapat 128 Kbps (128Kbps x 3 = 384Kbps).

Tentu saja saya complain keras akan hal ini, saya menggunakan SOHO 384Kbps di rumah, bukan untuk warnet, dimana biasanya saya hanya menyalakan 1 komputer saja. Untuk memperoleh full 384Kbps hanya untuk 1 komputer sangat penting bagi saya. Tentunya sangat merepotkan apabila untuk sekedar mendapatkan 384Kbps saja saya harus menyalakan 3 komputer (3 IP Address).

Akan tetapi, CS IndosatM2 dengan santai menjawab “Ya … mau bagaimana lagi Pak, ini sudah kebijakan dari management”.

Saat itu, saya ingin berpindah ke Telkom Speedy saja (krn bandwidthnya sama dengan SOHO 384Kbps), akan tetapi dengan banyaknya problem yang dihadapi oleh Telkom Speedy saat itu (layanannya yang amburadul, billing yang ngaco, lelet, sering offline, dll) serta biaya bulanannya yang lebih mahal daripada IndosatM2 Soho (saat itu Speedy Office Unlimited kalau tidak salah sekitar 2 jutaan sebulan), membuat saya berpikir 2 kali.

Dengan pertimbangan efisiensi biaya serta adanya layanan yang baik, akhirnya saat itu, saya putuskan untuk tetap bertahan dengan IndosatM2 Cable SOHO. Untuk mengakali agar saya tidak harus menyalakan 3 komputer hanya untuk mendapat bandwidth full 384Kbps, saya terpaksa membeli hardware baru. Saya akhirnya membeli Router yang memiliki kemampuan “Load Balancing” agar dengan demikian saya tetap mendapat full 384Kbps pada 1 komputer (atau pada 1 IP Address).

Meskipun telah menggunakan Router “Load Balancing”, rasanya berbeda dengan apabila kita mendapatkan bandwidth full 384Kbps. Download file hanya terbatas pada kecepatan 12 s.d. 14 Kbps (dibanding sebelumnya s.d. 30 Kbps pada waktu masih 384Kbps).

Keunggulan teknologi “Load Balancing” hanya akan terasa apabila kita mendownload banyak file secara sekaligus, dimana file-file tersebut secara otomatis akan dialihkan ke jalur IP Address yang kedua atau jalur yang ketiga (yang speednya juga sama 128Kbps) bila beban pada jalur IP Address yang pertama telah full.

Cara kerja Router “Load Balancing” sebenarnya hampir mirip seperti menggunakan CPU yang memiliki 2 prosesor atau lebih, yaitu mengalihkan beban ke prosesor berikutnya bila beban pada prosesor pertama telah berlebihan.

Dengan menggunakan router ini, meskipun kecepatan download hanya 12 s.d. 14 Kbps, tapi lama waktu download yang dibutuhkan untuk mendownload banyak file sekaligus menjadi hampir sama seperti pada saat bandwidth full 384Kbps, karena adanya pembagian beban tersebut.

Dengan cara ini, saya akhirnya tetap dapat memanfaatkan hak bandwidth 384Kbps yang saya miliki dengan account SOHO secara maksimal.

Pada April 2007 ini, Telkom menurunkan tarif Speedy Office unlimited-nya menjadi Rp 700 ribu sebulan. Saya iseng-iseng mencoba untuk berlangganan dengan mengisi Form Pendaftaran yang ada di website Telkom Speedy.

Saya tunggu sampai seminggu, belum juga ada CS Telkom yang menghubungi saya. Akhirnya saya putuskan untuk menelepon ke 147 dan dijawab “Data pendaftaran Bapak belum ada pada data kami, mungkin di website speedy ada gangguan sehingga data Bapak hilang, Bapak harus datang sendiri ke Plasa Telkom untuk mendaftar layanan Speedy”.

Saya masih penasaran dengan website speedy, saya coba saja untuk mengirimkan pesan melalui form “Customer Care – Contact Us” yang ada di website tersebut untuk menanyakan masalah pendaftaran saya. Akan tetapi sampai hari ini (sebulan lebih), pesan yang saya kirim tersebut sama sekali tidak dijawab.

Apa gunanya iklan Speedy dimana-mana bila calon konsumen untuk mendaftar saja susah? Terus apa gunanya juga website Telkom Speedy bila pesan dari pengunjung tidak ada yang menjawab? Betapa tidak professionalnya Telkom ….

Akhirnya saya terpaksa datang sendiri ke Plasa Telkom untuk mendaftarkan diri. Dengan pengalaman buruk diatas, saya sebenarnya ragu dengan layanan Telkom, tapi apa salahnya dicoba dulu, bila ternyata nantinya layanannya jelek, akan saya hentikan.

Toh layanan IndosatM2 Cable Soho masih terpasang di rumah.

Satu lagi pengalaman buruk yang saya alami, proses pendaftaran Speedy pun sangat berbelit. Harus ada KTP,Kartu Keluarga, dll. Setelah itu alamat rumah harus di verifikasi juga oleh CS-nya untuk membuktikan bahwa alamat rumah telah benar.

Ini yang saya heran, kok tidak efisien sekali. Layanan Speedy khan sumbernya dari telepon yang telah terpasang di rumah. Buat apa harus di verifikasi alamat segala, toh sudah jelas data nomor telepon telah ada di database Telkom dan terbukti tidak ada tunggakan.

Berbeda sekali dengan pengalaman saya pada saat berlangganan Indosat Cable. Saya tinggal membeli modem, mengisi MAC Address modem pada formulir pendaftaran, dan mem-fax kembali formulir tersebut. Kemudian, setelah konfirmasi bahwa fax telah diterima oleh pihak Indosat, saya hanya tinggal menyalakan modem dan 2 atau 3 hari kemudian saya sudah online, tanpa harus ada CS atau teknisi Indosat datang ke rumah (kecuali Anda awam soal komputer dan minta teknisi, maka teknisi akan datang). Sangat efisien.

Seminggu kemudian setelah formulir pendaftaran Speedy telah lengkap diterima oleh CS Telkom, baru muncul teknisi Telkom di rumah untuk men-setting modem dan komputer agar bisa online.

Sebenarnya setting modem dan komputer antara Telkom dan Indosat mirip-mirip. Bedanya pada Indosat serba otomatis, begitu cable modem telah diregister oleh Indosat bisa langsung mendapat IP dan bisa langsung dicolokan ke komputer serta langsung online (Dynamic IP) tanpa perlu adanya password dan username karena layanan cable yang diregister adalah MAC Address modem.

Sedangkan pada Telkom Speedy, karena pada umumnya modem ADSL tergabung dengan Router, maka setting agak lebih ruwet tapi saya rasa tidak begitu sulit. Sepanjang panduan setting telah tersedia di website Telkom Speedy maka users dapat melakukan setting sendiri, asal tahu default username dan default password-nya agar bisa online.

Saya cukup puas setelah seminggu ini menggunakan Telkom Speedy. Kecepatan download pada umumnya sekitar 40 Kbps (lebih cepat dari Indosat 384Kbps). Pada saat jam kantor memang terasa ada penurunan kecepatan, tetapi tidak terlalu signifikan.

Yang menjengkelkan dari Telkom Speedy adalah DNS Server-nya yang suka ngaco. Bagi yang awam, DNS Server di jaringan Internet peranannya sangat penting karena berfungsi seperti Kamus, dimana fungsinya menterjemahkan permintaan users (misal: ingin browsing ke Google.com) menjadi IP Address yang dimengerti oleh jaringan internet (IP Address Google.com 64.233.167.99).

Bila DNS Server ngaco, maka permintaan users tidak dapat diterjemahkan sehingga alamat tujuan tidak dapat dibuka.

Nah … ini yang sering terjadi, sehingga akibatnya kadang alamat tertentu di Internet tidak bisa dibuka gara-gara DNS server Speedy yang ngaco. Akibatnya saya harus bolak – balik mengganti setting DNS.

Lucunya lagi, setelah saya teliti setting modem ADSL, ternyata memang DHCP Server Speedy sama sekali tidak men-set DNS Server pada modem (blank). Di website Telkom Speedy pun disebutkan bahwa setting DNS server dilakukan di PC, bukan di modem.

Lho … kok lucu, di modem saya bisa mendapatkan IP Address dan IP Gateway secara otomatis dari DHCP Server Speedy, tapi kok IP DNS Server tidak dapat sama sekali.

Dengan adanya fakta ini, perkiraan saya, pihak Telkom sudah tahu bahwa DNS Server mereka sering bermasalah, tapi tidak berusaha memperbaikinya. Oleh karenanya teknisi mereka maupun DHCP Server Speedy memilih tidak mengisinya pada saat setting modem atau pada saat pemberian IP otomatis oleh DHCP server, tapi menyerahkan sepenuhnya kepada users untuk memilih IP Address DNS Server sendiri dengan hanya melakukan setting DNS di PC.

Akhir kata, bagi Anda yang ingin berlangganan high speed internet, saat ini pilihan terbaik adalah Telkom Speedy. Maaf ini bukan promosi, tapi dengan harga Speedy Office Unlimited 384Kbps yang terjangkau Rp 700 ribu sebulan (dibanding 1,3 juta Indosat Cable SOHO, layanan yang sudah bertambah baik (meski masih banyak cacat disana sini), Speedy merupakan pilihan high speed internet yang patut dipertimbangkan.

Semoga saja penurunan harga Speedy akan diikuti juga oleh ISP-ISP yang lain, sehingga kita semua di Indonesia dapat menikmati internet yang murah.

Teman saya di Amerika berlangganan Cable Internet dengan bandwidth 8 Mbps hanya perlu membayar USD 50 per bulan.

Betapa sangat mahalnya Internet di Indonesia ….



7. kenz Says:

@anton
Terima kasih, komentar yang panjang, namun banyak sekali informasi yang bisa saya dapatkan dalam sharing Anda ini.

Memang sulit dan mahal untuk mendapatkan akses internet di negeri ini, lambat namun pasti saya merasa ada pergerakan kemajuan, meskipun harus beriringan dengan kekecewaan…. ya… sejauh ini kita harus memberi mereka kritik dan saran, agar pemerataan kemajuan bisa dirasakan oleh banyak orang dan semakin baik.

Teknologi yang mahal sebaiknya ditinggalkan saja, karena mereka berorientasi pada banyak keuntungan tanpa rela berpikir "win-win solution."



8. wawan Says:

huahhh… aku baru mo pasang adsl. lagi milih2 ISP yg tepat… jadi malah bingung pilih yang mana yah heuheuehue…..



9. Voucha Says:

Satu kata saja: MAHAL!



10. Fabrianto Says:

Telkom Speedy tidak tersedia bagi telp kabel baru yang berbasis FO Fiber Optic. Saya adalah kena imbasnya dari layanan itu, belum lama saya berlangganan telp kabel dari Telkom, dan berharap bisa pasang speedy dirumah, eee ternyata saya baru tahu kalau telp yang saya berbasis FO dan saat ini layanan speedy belum bisa telp kabel yang berbasis FO. Dasar nasib, menjadi penasaran kemudian saya iseng menanyakan ke Telkom Jakarta ternyata disana telp kabel yang berbasis FO sudah bisa dan jaringan FO lebih bagus dibandingkan kabel tembaga yang ditarik langsung dari STO Telkom. Wah surprise, tapi di Yogyakarta ternyata untuk telp label berbasis FO belum dikembangkan. Sebagai analisa Telkom Yogyakarta tidak inovatif padahal kebutuhan akan data di Yogyakarta terbesar. Semoga Telkom Yogya sadar akan itu karena itu adalah lahan gemuk yang menjanjikan dan semoga tarif speedy unlimit akan semakin murah. MERDEKA



11. avandito Says:

wah…kuenceng yach???
saya pake jogja medianet pak..
udah pernah belom???
ama speedy kencengan mana ya???
klo kencengan speedy…mo pindah ah…



12. kenz Says:

@avandito
saya udah pernah coba pake JMN… kelebihannya hanya karena unlimited… tapi kalo download.. jelas kenceng speedy.. 40KB/s



13. cakra Says:

mas, kebetulan sy juga baru pasang speedy dan diberi paket langsung dengan modemnya, kebetulan type modem ini sama dengan yang mas pakai sekarang. Hanya pas saya buka paketnya, udah ga ada manualnya, sedangkan drivernya disediakan dalam disket. Yang jadi masalah, komp saya ga bisa baca disket, udah rusak floppy nya. Kalau mas ga keberatan, kira-kira bisa ga saya minta tolong untuk dibagi file dirver lengkap dengan software-nya. kalau perlu download ya saya harus download di mana?

Terima Kasih sebelumnya,

Cakra.



14. kenz Says:

@cakra
saya menyarankan agar Anda menggunakan ethernet saja daripada USB… karena jika ethernet, Anda tak perlu menggunakan driver dan lebih stabil daripada menggunakan USB.

ZTE ZXDSL 831A tidak saya anjurkan, berdasarkan pengalaman saya… kelemahan modem ini, sulit untuk mendapatkan sinyal DSL dan lambat dalam melakukan autentifikasi.



15. dani Says:

Pak saya rencana mau pasang speedy (3 bulan pertama unlimited, seterusnya time base Rp 200,000, *maklum utk cari duit*).

Pertanyaannya :
-Modem apa yg Pak Kenz anjurkan untuk saya beli? harganya berapa?
-Setting modemnya apa sama dengan ZTE ZXDSL 831A. Supaya gak bayar ongkos setting ke petugas speedy :D
-O ya Ethernet berapa harganya ya, n merk apa yg dianjurkan utk dibeli?

O ya cepet dibalas ya, rencana mau daftar dgn segera.
Thanks



16. Kenz Says:

@dani
untuk jualan? warnet kah atau hotspot?
jawaban :
- saya rekomendasikan pakai Linksys AM3000, ini modem adsl bagus :D atau bisa juga Dlink (biasanya bermasalah di splitter) –> harga sekitar 350ribuan.
Saya tidak menyarankan ZTE 831A karena modem ini lambat untuk mengenali sinyal adsl, konsekuensinya susah sekali tersambung ke speedy.

- Settingnya sama saja kok, intinya sama, hanya mungkin tampilannya agak beda.
- ethernet hub? atau switch? switch Dlink atau SMC lumayan bagus. harganya yang 5-8 port (200-400ribu).



17. bambang Says:

Mas Kenz,
Untuk Speedy sekarang di rumah pakai modem ZTE 831a yang terhubung ke satu pc.
Saya ingin buat sambungan internet untuk satu pc lagi, tapi kata petugas Telkom tidak bisa karena terlalu jauh lokasi pc yang akan di sambung ini (lebih dari 15 meter).
Seorang kawan menganjurkan untuk menambahkan "Wireless Broadband Router tipe WRT54G (Linksys), jadi dari modem ZTE 831a dihubungkan dulu ke router WRT54G, baru dari situ ditarik 2 kabel data ke masing2 PC. Wireless facility-nya akan digunakan untuk koneksi ke laptop.
Apakah ini setup yang benar, dan, tolong kalau ada orang yang bisa bantu untuk memasangnya. Rumah saya di Yogya.
Terima kasih sebelumnya, Bambang



18. kenz Says:

@Bambang
sudah betul pak, bahkan sebenarnya dengan adanya wifi access point WRT54G, bapak tidak perlu lagi menggunakan kabel jaringan karena koneksi sudah bisa menggunakan wifi dengan menambahkan wifi card pada masing-masing komputer. Jadilah rumah bapak hotspot pribadi :D

Internet speedy –> modem ZTE –> Access Point –> (PC1 + PC 2 + PC 3 + Laptop)

rumah bapak dimana? (kirim via contact me) siapa tahu dekat, jadi bisa saya bantu instalasinya.



19. qiyam Says:

saya langganan speedy kok bisa tarifnya 1000.000 .Apa download mbayar ?lalu caranya agar tahu tarif speedy gimana



20. Johnny Says:

@kenz
aku juga punya masalah yang mirip dengan bapak Bambang. sekarang ini aku lagi menggunakan koneksi broadband yang lewat cable modem. nah, masalahnya posisi kabel yang masuk ke rumah dari depan itu berseberangan dengan posisi komputer yang letaknya di tengah rumah. jadi sekarang ini untuk sementara kabel masih berseliweran di rumahku. aku sudah beli modem router WRT54GS dan wireless network adapter buat komputernya WUSB54GC. masalahnya setiap kali aku rubah linknya dari
[cable modem -> pc] jadi [cable modem -> router -> pc] langsung dari providernya tahu kalau spesifikasi pc ku sudah berubah, dan dari ISP langsung koneksinya di blok, walaupun ujung-ujungnya koneksi internet jatuh ke komputer yang sama.
kalau sdr kenz bisa bantu, tong email aku yah di j190369 at yahoo dot com (kalau soal network aku rada awam). thx sebelumnya



21. erross Says:

saya mau coba speedy warnet yang unlimited ( rp 1750.000/bln). kira2 kalo di share 10pc dropnya jauh ngga ya ??
trus kenapa kalo dipake game online lelet ya ??
sya pake modem adsl aztech bawaan dari telkom
terus dishare pake Ap 3Com 525
tiap pc pake pake dlink dwl G120
minta pencerahan dong……..

erross



22. gunawan Says:

terima kasih telah memakai telkom speedy
dari pantauan kami warnet yang memakai speedy dengan 15 compi masih bagus pelanggannya masih ngantri .untuk yang masih ingin coba – coba usaha warnet silahkan pakai speedy personal time base dengangan tarif 200 ribu quota 50 jam apabila kelebihan quota dihitung rp.25,-/menit utawa rp.1500/jam,untuk setting Time base ada 2 macam Modem ADSL di posisikan ke bridge baru masuk windows wizard (kelemahan koneksi internet tidak otomatis)atau PPPOE dengan setting Connect on Demand di set pada 1menit ( dibawah satu menit koneksi / browsing tidaksetabil),fungsinya apabila tidak ada kegiatan browsing dalamsat menit PPOE ( akses internet akan lepas/tidak dapat IP dari RAS ,tapi ADSL /link fisik masih tersambung)jadi tidakrepot koneksi lewat windows modem nyala teruspun nggakmasalah (syarat kompi bebas virus),
note.
setting semua modem garis besarnya sama saja hanya beda tampilan saja yang penting pada setting VPI/VCI untuk jateng /DIY 8/81 dan user name dan password dari telkom,untukkesulitan attactement pada mail coba rubah setting MTU nya biasanya standard 1400 coba rubah di bawaah 1000
thank for user speedy
630385@telkom.co.id



23. fadil BUKITTINGGI (Sumatera Barat) Says:

"SPEEDY hancur"
itu lah kata2 yang keluar dari MANIC warnet sumbar..
memang awalnya enak banget…
tapi setelah 6 bulan berlalu, semuanya jadi berantakan..
yang dirasakan cuman makian dari user yang yang bilang "KOK LELET SIH BANG"
trus saya akal2in user supaya nggak kecewa.,saya bilang."speedy dalam perbaikan mbak" yang penting sabar aja..
emng yang user rasakan memang betul..
akses mulai nggak stabil n putus²..
apa yang harus saya perbuat ??

APAKAH MODEM SAYA SALAH, KALO YANG BAGUS MODEM APA BUAT AKSES KELAS B INI??

APAKAH DNS YANG BAGUSS??

TRUSS APA PERLU MAKAI SERVER BUAT INI??
karna saya nggak memakai server buat akses speedy..
dari modem langsung ke hub.. dari hub bagi semuanya..
APAKAH YANG SAYA LAKUKAN SALAH ??

MOHON KASIH SARAN YA BRO ??

SEBULUMNYA TERIMA KASIH :)



24. dudut Says:

SPEEDY TAEK!!!!

masak tiap kali ada down di oper ke 5 operator berbeda dan tiap operator jawabannya selalu berbeda

operator 1 bilang " tidak tau ya mas, coba ini saya oper ke operator yang lain", operator 2 bilang "maaf mas, ini tagihan belum dibayarkan" ( baru tanggal 10 dibayarkan, masak tanggal 25 udah ditagih !!!! ), operator 3 bilang " lagi ada perbaikan" operator 4 bilang "coba ping server nya " ( SERVER!!!!! kagak perlu internet buat ping server , setolol apa coba sih operator nya ???? )

pokoknya cuma iklan nya aja yang HEBOH, pelayanan nya taek pilat!!!!



25. teguh Says:

pertama pake speedy sering gangguan, ternyata gangguan dari modemnya terlalu panas(merk tplink) kalo dipake 8 jam lebih, dan kabel telpon yang deket dengan medan listrik (kabel listrik)
setelah modemnya diganti aztech + fan extra, kabel telpon diganti kabel outdor posisinya terpisah dari kabel listrik / medan listrik lainnya, sampai sekarang speedy lancar terus



26. bukanJOKO Says:

Bye bye Speedy…

Dulu saya juga pemakai speedy, tetapi setelah Fashnet masuk JAKARTA dan wilayah rumah saya masuk dakam jaringan Fashnet saya beralih ke Fasnet (dulu Kabelvision). Untuk dapat layanan akses up to 384kbps biaya langgananya cuma 99 ribu rupiah (unlimited) + ppn ya jadinya sekitar 108 ribu. Sekarang kayanya bebas mau surfing kemana aja, tanpa takut beban bayar biaya akses yang tiba2 melonjak.



27. arief Says:

mas, saya berencana buka warnet pake speedy, kira-kira menurut mas gimana? dilihat dari bandwith,keunggulan dan profit daripada berlanggan dari ISP lain.
matur nuwun.



28. Jack Says:

mohon untuk dibantu set speedy untuk 2 komputer dengan menggunakan hub router dan modem ASDL ZXSDL 831.
Trima kasih



29. ayahya Says:

kalau saya pribadi kok sudah cocok indosatm2 3g, sudah 6 bulan tidak pernah mogok biaya bulanan stabil, modem mobile gratis (kalo beli di mangga2 2 jt rp), rusak diganti.



30. agus Says:

maap kalu pake modem linksys AG241 itu settingnya ke speedy bagaimana ya?saya berada di yogyakarta dan tidak bisa setting modem pake modem tersebut.mohon bantuannya.terimakasih



31. jackeskes Says:

kok saya ga bisa akses web modem http"//192.168.1.1, saya pake modem ZXDSL 831 (ZTE) koneksi telkom speedy, ada yg bisa bantu saya gak?



32. bUDI Says:

Tolong setting speedy untuk tipe modem BARAA100V2 untuk speedy, thank, ditunggu



33. sri Says:

makasih banyak info ne mas e
mugo selalu up to date ya
salam kangen jogja..
nice to have an information from your site again..



34. bbp Says:

Info modem speedy Jogja yang cocok untuk line tlp fiber apa yah?
Pake modem Makronet subsidi 99rb colokan ethernet nya parah suka ngadat mati nyala :D tapi overall speed nya lancar 300 kbps rata2 kadang 800 kbps juga dapet, berhubung masih garansi baru mau ditukerin.

Kalau tes pake SMC 7901BRA2 speed nya gak bisa lebih dari 100 – 150 kbps tapi kalau di pasang di jaringan line tlp non fiber speed nya bisa lebih dari 300 kbps dengan setingan modem yang sama.

Ditunggu kalau ada yang punya info, Trims



35. into Says:

saya make modem gratisan dr speedy (JKnetworks DB108-E)

mohon bantuannya untuk mensetting modem ini supaya bisa konek ke komputer menggunakan ethernet..
soalnya saya selama ini konek ke komp make usb..
kadang2 g stabil,,
ms donlod cm 1-5kbps..

trimakasi



36. azis Says:

saya menggunakan modem tp-link td-8810, speedy saya ok.



37. chairul anwar Says:

maksih mas untuk referensinya
hi..hi..hi..mang sih untuk konfigurasi adsl saya awam banget
abisnya keseringan konfigurasi jaringan wireless doang.
makasih ya sekali lagi lumayan neyh buat nambah 2 ilmu .



38. Ario Says:

mas saya mau langganan speedy yg 400rb/bln. tp pertanyaan saya, kalau saya tidak download tapi untuk main game online sekitar 10jam/hari itu quota 3gigabyte cukup/tidak untuk 1 bulan? jawaban tolong dikirim ke email aja yah pak… ario_neh@yahoo.co.id. terimakasih..



39. Pengalaman Pemakai Speedy « My Weblog Says:

[...] menggunakan Speedy untuk menjawab permintaan seorang komentator blog saya dalam postingan tentang Telkom Speedy sebelumnya. Berikut ini adalah evaluasi penggunaan telkom speedy selama 4 bulan [...]



40. speedycupu Says:

itu awal2 aja speedy kencang.
setelah lwt setaon coba cerita mas.
apa masih bisa memuji telkomnyet setan.
dasar koruptor.dah bayar mahal2 unlimit, masi aja ngos2an.
bajingan memang telkom. kapan indonesia maju kalo dihambat trus. liat tetangga, internet murah, negara maju



41. Friends Says:

@ario

kalo pake Volume Based maen game online cukuplah
cuma kalo download ato yg berhubungan ama video seperti
youtube pake Time Based, kalo enggak bisa2 ngos2an biayamu
entar
temenku pake Volume Based 1 GB rata2 sehari 8 jam kurang cuma khusus utk maen game online cukup kok, jarang download ato browsing yg mengadung konten video
tapi yg penting ngecek2 pemakaianya juga, biar tidak kelebihan



42. Kenz Says:

@friends
volume based kok dipake buat game online??? aneh. haha, mau jebol tuh kuota. pake unlimitedlah, atau pake time based, sejamnya kan cuma 1500.

game online macam apa dulu tuh? kebanyakan game online itu membutuhkan loading multimedia yang tinggi, kalau pake volume base jelaslah cepat habis kuotanya.



43. Arie Says:

Aku pake speedy udah hampir 8 bln, yah lumayan bagus. cuman kalau ada masalah. kita nanya ke operatornya yg bikin kesel. kayaknya sih operatornya ngga dipersiapkan untuk mengatasi apabila ada masalah dipelanggan.
yaaa… harap maklum mereka mungkin dibayar murah cuma untuk terima telepon doang. kl menyelesaikan masalah…wah jauuh deh. kadang jawabannya aneh dan ngga’ nyambung.



44. Dedi Says:

Saya mau tanya, kalau ingin menyediakan hotspot sendiri dengan koneksi menggunakan telkom speedy bisa ga ya? tolong dong berikan penjelasan untuk setingnya. terima kasih



45. Evaluasi Pengunaan Telkom Speedy Selama 4 Bulan - Catatan Hanging Says:

[...] menggunakan Speedy untuk menjawab permintaan seorang komentator blog saya dalam postingan tentang Telkom Speedy sebelumnya. Berikut ini adalah evaluasi penggunaan telkom speedy selama 4 bulan [...]



46. zain Says:

saya mau tanya neh dikit. diarea saya kan speedy nya dipasangkan modem dlink. kira-kira bisa gk kta konect dengan speedy tanpa melakukan dial up alnya servernya pakai windows gk pakai mkrotik.biar gak ribet pas baru ngidupin. itu restartnya ampe 2 x baru bisa konek dengan internet.makasih



47. ganool Says:

da pke speedy 2 tahun lalu,,cukup memuaskan dah,,



48. nadiri Says:

sedikit tambahan utk yg lupa password speedy, bisa koq diakalin utuk nyari username & password Speedy. ada di blog k-4-s.info
Kiat tips Mengganti dan Melihat username dan password Speedy
good luck with your Speedy…



49. dennyodz Says:

trims, atas info pengalaman sekaligus tutor setting modem adslnya, soalnya modem saya sma sperti yg mas pake..



50. Leo Says:

Kita harus berterima kasih ama telkom speedy. Kenapa?

1. Karena kita diajari untuk jadi lebih kreatif untuk mencari cara mengakali kecepatan speedy yang buruk.

2. Karena kita diajari untuk sabar dalam menghadapi pelayanan telkom yang lambat, tidak profesional, dan bertele-tele.

3. Kalo 2 point diatas tidak berhasil untuk kita, setidaknya kita bisa berterima kasih karena kita diberi kesempatan mencari ilmu buat menyantet telkom.



51. uiii Says:

ooooom mank apa sih kegunaan pass speedy misal org lain two…. apa manfaat na………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………



52. nuagung Says:

Thanks Infonya bro, sangat berguna jika mau setup tapi ilang catatannya



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzKENZ.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 13556 days
Emotional
78.2%
Bioritme Status
Physical
63.1%
Bioritme Status
Intellectual
-97.2%
Bioritme Status





Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

29q. 0.152s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia