![]() ![]()
Friday, 08.12.2006 12:05
Beberapa Koleksi Vandalisme di UGMBerikut ini adalah beberapa koleksi photo yang menunjukkan vandalisme di berbagai tempat seputar Kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pemandangan seperti ini tidak layak untuk sebuah kampus yang memperoleh peringkat 100 besar dunia. Beberapa pelakunya pun dapat diketahui dengan pasti, misalnya saja Panitia Pemilihan Raya UGM 2006 yang menempelkan selebaran kertas pengumuman di rambu-rambu lalu lintas.
Kebebasan berekspresi dan berkesenian selalu ada batasnya, jangan sampai melanggar hak-hak orang lain untuk menikmati keindahan, kenyamanan, ketertiban dan kenikmatan dalam melihat pemandangan lingkungan sekitar. Vandalisme sembarangan tidak layak dilakukan manusia beradab yang memiliki akal budi. Peradaban suatu bangsa dinilai dari bagaimana interaksi akal budi manusia-manusianya dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu segera hentikan vandalisme sembarangan agar lingkungan kampus kita menjadi bersih dan nyaman dilihat seperti halnya kampus-kampus lain di negara-negara maju. Tags: indonesia, koleksi, ugm, vandalisme
Mood : ![]() 23 Responses :
1. December 11th, 2006 at 11:39 Herman Saksono Says: Berekpresi itu kan ada wadahnya. Perlu dibedakan konten dan kemasannya. Berekpresi bebas pun harus dalam kemasan dan wadah yang tepat. Bisa di blog, media massa, atua yagn lain. Tapi saya rasa penting sekali untuk tidak merusak fasilitas umum. Saya prihatin dengan aksi mahasiswa ini. Apakah dengan menempelkan leaflet kandidat di fasilitas umum dapat menimbulkan rasa hormat terhadap pesan yang disampaikan? 2. December 13th, 2006 at 0:34 andi Says: Mahasiswa UGM memang buruk citranya dalam hal vandalisme seperti berita tahun lalu : 3. June 27th, 2007 at 22:59 tepzet Says: sebenarnya vandalisme bukan hanya graffiti.sebenarnya vandalisme memang tindakan yang merusak,tapi untuk masalah vandalisme yang salah satunya graffiti,menurut saya terlalu kejam untuk disebut sebagai"hewan"tertus terang aja saya adalah salah seorang graffiti maker,tapi kami tidak pernah membuat graffiti yang hanya coret2.kami membuat graffiti karena kami mempunyai bakat dalam hal itu.mungkin yang ada dalam gambar tersebut tidak layak disebut graffiti,karena memang tidak sedap dipandang,dan salah tempat aja.kami disini juga sering membuat "seni"graffiti,dan tidak ada orang yang berkeberatan dengan tindakan tersebut.dan banyak orang yang mungkin suka dengan graffiti kami,dan jika memang ada yang berkeberatan,kami mau untuk bertanggung jawab bagaimanapun bentukanya,dan tidak pernah menggraffiti tempat2 pendidikan/bangunan pemerintah.mungkin menurut saya,graffiti yang menurut anda salah adalah graffiti yang "salah tempat"dan coret2 semata.tapi kami bukan "hewan" seperti yang anda tulis. 5. July 9th, 2007 at 1:28 tepzet Says: hehe… 7. August 1st, 2007 at 0:22 tepzet Says: UGM…. 8. October 6th, 2007 at 15:10 Rabbit Cru Says: Woyy! Smua tu pada salah paham! Mereka tu hanya ingin mencerminkan seni kepada orang2 taooo!!! Dasar pada K-trokx!!!!!!! 9. December 27th, 2007 at 14:15 thukul katrok Says: Nggak usahlah pakai ngancam-ngancam sgala…., ra ono gunane! menurutku, orang yang senang coret-coret spt yang ada di fasum, itu menandakan satu hal…..orang itu nggak terkenal…, nggak beken sama sekaleeeeeeeee!!!!! Lha kalo orang udah terkenal, ngapain juga bikin ikla murahan kayak gituoeeeeeee. Bikin ‘sepet’ mata aja. Bravo Jogja, bikin seni yang smart gitu lhooo…Dab! 10. December 27th, 2007 at 14:21 shandra-19 Says: Setuju mas Thukul…., nah gitu mas Rabbit (kelinci….??) weeekeeeekeeee. Nggah usah norak gitu lah, mending kita diskusi yang bisa bikin pencerahan ke kita semua. Ya benar mas Thukul, kalo doi udah TERKENAL nggak bakalan coret-coret nggak karuan gitu kali ya… 11. January 9th, 2008 at 15:55 zangar-boys Says: wong koyo rabbit-kelinci apike dikandangke ke wirogunan aja…seni koq njelehi, norak, kampungan, tuh lihat kamu nggak usah nongol dulu, baru diburu ama pak polis. gara-gara bikin ‘seni’ wagu di terminal busway. love jogja en u. pisssss 12. January 17th, 2008 at 20:29 Lingga Wardana Says: Hai2…dari Bali nih.. hehe..kayaknya orang yang buat ini…ga tau nilai seni ya..hehehe… pacul dan katrok…. melihat kesalahan..tapi mengeritik tanpa solusi.. HAHAHAHA…..dasar setan… wong katrok tau seni kayaknya… kalo diatas bener tukul..tukul tau Indonesia… 13. February 1st, 2008 at 13:29 artz_crime Says: saia setuju sama Lingga Wardana… mengkritik tanpa solusi…. hahaha memang pandangan orang berbeda tentang graffiti… saia memandang itu sebagai seni… OK.. ANda bilang itu VANDALISME atw apalah… TAPI APA ANDA BISA MEMBUAT GRAFFITI SEBAGUS YANG ANDA LIHAT DI JALAN JALAN KOTA ATW SEMACAMNYA….??? itu membtuhkan sebuah keterampilan dan SKILL… Maap dalam pandangan kami sebagai writer/bomber GRAFFITI itu adalah SENI DAN JIWA kami… whatever lah dengan kata orang tentang graffiti… TApi sekarang graffiti telah mempunyai wadah sendiri di INDONESIA ini…. THANKS… [ARTZ_HERE] RESPECT_FOR_ART 14. March 19th, 2008 at 0:52 guembel Says: ngomong doank !!!! sox lo lagian lo ngritix saran orang malah ga xasih solusinya jug cuma bisa menyalahxan. JaGa klo bicara mas wong bali xox ra sopan . axu mewakili seluruh bomber d solo grafiti merupaxan ajang xreativitas buat yg corat coret biasa nya buxan anax bomber betulan tapi genx2 besar yg namanya biar tenar . klo anax bombers asli walaupun dia d sebut corat2et juga tapi dia juga memperhatixan bagaimana corat2et itu bisa menjadi kehindahan .the art is biutipullllll 15. March 27th, 2008 at 19:14 Lingga Wardana Says: hehe…maaf..kalo ada tersinggung… namanya kritik..yah dilawan kritik..hehehe… tapi vandalisme yang bernilai seni bukan seperti diatas… ahh..kalo bawa2 daerah..bukan orang bali dah..orang Indonesia ajah yang cinta seni… okey saudara guembel… salam damai…. art for peace…..full…n harmony… shaloom.. 16. April 9th, 2008 at 15:24 bubbles crew Says: tu corat coret mnk vandalism!! gak tau aturan mending bagus lha ini cuma nulis biasa… nyang namanya bomber sejati ndak pengen nyoret cm kaya gitu doank malah dibuat serius n menambah keindahan kota!! GO bubbles crew!! 18. April 18th, 2009 at 20:14 komentarnya Says: apapun… kalau corat coret tidak pada tempatnya… apalagi pada fasilitas umum (rambu rambu, tembok gedung dll) ataupun milik bangunan milik orang… itu perbuatan tangan-tangan jahat… mendholimi orang lain. lihat aja contohnya: jembatan baru yang ada di utara kampus teknik, baru saja diresmikan, eee.. sudah dicorat coret sana sini. orang yang corat coret itu termasuk orang tidak berpendidikan, tidak tau diri, dan mendholimi banyak orang. 19. April 21st, 2009 at 18:37 aditya siregar Says: gmn mau maju,mahasiswa kok kayak gitu.udah tulisannya jelek,pasti anaknya jelek……. 20. July 16th, 2009 at 19:46 junjun junaedi s atmaja Says: dont distruction your own place an public ……… 21. August 23rd, 2011 at 3:53 They_Suck Says: numpang komen dikit ya, mumpung saya ada tugas mengenai solusi untuk manusia2 yg bervandalisme ria.. dari semua komen yg saya baca, saya lihat semua masih mengandalkan ego dan kurang masuk akal. Gini ya, kita ini “satu ibu”, sama2 diem di Indonesia, untuk apa menjelek2an saudara? seperti pepatah “meludah ke atas, yg kena kita juga”. Untuk aksi vandalisme sendiri, menurut saya itu tindakan seni, namun diekspresikan secara kurang terpuji. Apakah mencorat coret fasilitas umum disebut terpuji? Nah untuk itu, mungkin solusinya adalah keikutsertaan peran pemerintah dalam membuatkan suatu wadah atau public place bagi para graffity seni ini. Jikia tidak ingin menggunakan dana daerah, pemerintah bisa kok bekerja sama dengan slah satu perusahaan swasta d Indonesia. Setelah adanya wadah tsb, tmp tsb nantinya akan dikunjungi orang2 utk melihat seni graffity karya anak bangsa. Nah, gimana? semoga bermanfaat deh :) 22. November 8th, 2011 at 17:36 nandrea Says: saya ga mau bikin ribut, cuma mau ngasi pendapat.. menurut saya grafitinya bagus2..cuma mungkin salah tempat…kalau mau bikin sesuaikan dg tempat…..misalkan bikin grafiti yang bisa menjadi “pemanis”, jadi bukannya merusak malah enak dilihat…sekian 23. February 14th, 2012 at 1:49 yes_we're Says: saya idem dengan mas they _suck fasilitas diciptakan untuk kenyamanan dan kemudahan publik. ga ada salahnya bila temen2 menuangkan smua pemikirannya menjadi sebuah nilai seni. tapi kembali lagi seni itu merupakan sebuah karya yg sifatnya idealis dan kurang general. saya probadi juga sebenernya menyukai grafitti, tapi grafitti yg mempunyai pesan moral tetapi kembali lag. disekitar kita banyak kepala banyak pendapat yg pastinya juga berbeda2 dong. tapi tolonglah kita ini bangsa yang plural tersebar dari sabang sampai merauke. perbedaan itu tolonglah dihargai. ada orang yang menerima dan ada orang yg tidak. jangan akhirnya seni atas nama ego. use a right place for a right act… kira2 sama lah kayak “merokok lah pada tempatnya” IMHO
Leave a Reply
![]() ![]() | ![]() ![]() ![]() Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA, interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.
Categories Jangan Asal Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta. Bloglines Feedburner Get KlipFolio Get Firefox Get Opera Valid XHTML ![]() ![]() ![]() 28q. 0.116s. Powered by WordPress © 2006 All rights reserved. |