pakupaku
Friday, 08.12.2006 12:05

Beberapa Koleksi Vandalisme di UGM

Posted on Collection.

Berikut ini adalah beberapa koleksi photo yang menunjukkan vandalisme di berbagai tempat seputar Kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pemandangan seperti ini tidak layak untuk sebuah kampus yang memperoleh peringkat 100 besar dunia. Beberapa pelakunya pun dapat diketahui dengan pasti, misalnya saja Panitia Pemilihan Raya UGM 2006 yang menempelkan selebaran kertas pengumuman di rambu-rambu lalu lintas.

vandalisme-ugm-4.jpg

vandalisme-ugm-2.jpg

vandalisme-ugm-10.jpg

vandalisme-ugm-1.jpg

vandalisme-ugm-9.jpg

vandalisme-ugm-3.jpg

vandalisme-ugm-5.jpg

vandalisme-ugm-6.jpg

vandalisme-ugm-8.jpg

vandalisme-ugm-7.jpg

vandalisme-ugm-11.jpg

 

vandalisme-ugm-121.jpg

Kebebasan berekspresi dan berkesenian selalu ada batasnya, jangan sampai melanggar hak-hak orang lain untuk menikmati keindahan, kenyamanan, ketertiban dan kenikmatan dalam melihat pemandangan lingkungan sekitar. Vandalisme sembarangan tidak layak dilakukan manusia beradab yang memiliki akal budi. Peradaban suatu bangsa dinilai dari bagaimana interaksi akal budi manusia-manusianya dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu segera hentikan vandalisme sembarangan agar lingkungan kampus kita menjadi bersih dan nyaman dilihat seperti halnya kampus-kampus lain di negara-negara maju.

Tags: , , ,

Mood : Kecewa emoticon

23 Responses :


1. Herman Saksono Says:

Berekpresi itu kan ada wadahnya. Perlu dibedakan konten dan kemasannya. Berekpresi bebas pun harus dalam kemasan dan wadah yang tepat. Bisa di blog, media massa, atua yagn lain. Tapi saya rasa penting sekali untuk tidak merusak fasilitas umum.

Saya prihatin dengan aksi mahasiswa ini. Apakah dengan menempelkan leaflet kandidat di fasilitas umum dapat menimbulkan rasa hormat terhadap pesan yang disampaikan?



2. andi Says:

Mahasiswa UGM memang buruk citranya dalam hal vandalisme seperti berita tahun lalu :
Mahasiswa UGM Tertangkap Menggrafiti Gerbong KA Progo



3. tepzet Says:

sebenarnya vandalisme bukan hanya graffiti.sebenarnya vandalisme memang tindakan yang merusak,tapi untuk masalah vandalisme yang salah satunya graffiti,menurut saya terlalu kejam untuk disebut sebagai"hewan"tertus terang aja saya adalah salah seorang graffiti maker,tapi kami tidak pernah membuat graffiti yang hanya coret2.kami membuat graffiti karena kami mempunyai bakat dalam hal itu.mungkin yang ada dalam gambar tersebut tidak layak disebut graffiti,karena memang tidak sedap dipandang,dan salah tempat aja.kami disini juga sering membuat "seni"graffiti,dan tidak ada orang yang berkeberatan dengan tindakan tersebut.dan banyak orang yang mungkin suka dengan graffiti kami,dan jika memang ada yang berkeberatan,kami mau untuk bertanggung jawab bagaimanapun bentukanya,dan tidak pernah menggraffiti tempat2 pendidikan/bangunan pemerintah.mungkin menurut saya,graffiti yang menurut anda salah adalah graffiti yang "salah tempat"dan coret2 semata.tapi kami bukan "hewan" seperti yang anda tulis.



4. kenz Says:

@tepzet
hehehe…. mas tepzet sepertinya kurang memahami vandalisme seperti apa yang saya sebut sebagai suatu insting kebinatangan.

Seniman grafiti tentunya tidak melakukan vandalisme bukan?

Jadi anda tak perlu merasa disebut hewan, karena dalam artikel tersebut saya hanya menggambarkan kemiripan insting kebinatangan dengan perilaku manusia.



5. tepzet Says:

hehe…
iya juga ya…
tapi ko sekarang tulisan anda yang menyangkut hewan/binatang dan sebagainya udah ga ada ya?
heehhee..
bener..tapi sebenarnya grafiti tu juga vandalisme seperti halnya coret2 yang anda publikasi kan,tapi saya juga sangat menentang vandalisme yang hanya membuat kotor tembok2 dan ga enak diliat,apalagi yang bisa mengakibatkan kesalahpahaman antar kelompok yang sekarang marak terjadi dikarenakan mengangkat isu2 politik dsb.bravo



6. kenz Says:

@tepzet
masih ada mas.. di postingan sebelah :D
http://blog.kenz.or.id/2006/12.....angan.html

Apakah benar vandalisme adalah penyaluran ekspresi diri seseorang secara bebas? Saya pribadi tidak sependapat dengan pernyataan itu. Vandalisme menurut saya adalah suatu perilaku yang didorong oleh insting kebinatangan untuk meninggalkan jejak dengan tujuan menunjukkan kekuasaan atas eksistensi diri seseorang.

Seekor anjing hutan membuang hajat (kencing) di sekitar daerah kekuasaannya dengan tujuan sebagai penanda agar anjing hutan yang lain mengakui keberadaannya sehingga mereka tidak berbuat macam-macam di daerah kekuasaannya tersebut. Tidak hanya anjing hutan, namun sebagian besar binatang diketahui menggunakan cara ini untuk membatasi daerah kekuasaannya.

Begitu halnya dengan manusia pelaku vandalisme, mereka menandai keberadaannya kepada orang lain dengan mencorat-coret tembok (grafiti) ataupun menempelkan suatu tanda tertentu. Mereka sengaja memilih tempat-tempat yang terlihat ataupun tempat umum sehingga hasil vandalismenya menjadi perhatian banyak orang. Jadi vandalisme tak lebih dari hajat (kotoran manusia, tinja) orang-orang yang tak beradab karena membuangnya di sembarang tempat.

Dengan tulisan ini saya harap para pelaku vandalisme menjadi sadar bahwa perbedaan mereka dengan binatang sangat tipis. Binatang memiliki akal, namun tidak memiliki budi. Sedangkan manusia memiliki kedua-duanya sehingga menjadi mahkluk yang sempurna dan lebih tinggi derajatnya dari binatang.



7. tepzet Says:

UGM….
jogja..
nice art..



8. Rabbit Cru Says:

Woyy! Smua tu pada salah paham! Mereka tu hanya ingin mencerminkan seni kepada orang2 taooo!!! Dasar pada K-trokx!!!!!!!
Awas ya klo masi ada yang protes laaaaagggggggeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Nanti bila protes , akan diadili oleh persatuan Graffity Dunia(www.graffiti.org)
trus lagi, klo protes, tuh tandanya mahasiswa UGM pada iri!!!



9. thukul katrok Says:

Nggak usahlah pakai ngancam-ngancam sgala…., ra ono gunane! menurutku, orang yang senang coret-coret spt yang ada di fasum, itu menandakan satu hal…..orang itu nggak terkenal…, nggak beken sama sekaleeeeeeeee!!!!! Lha kalo orang udah terkenal, ngapain juga bikin ikla murahan kayak gituoeeeeeee. Bikin ‘sepet’ mata aja. Bravo Jogja, bikin seni yang smart gitu lhooo…Dab!



10. shandra-19 Says:

Setuju mas Thukul…., nah gitu mas Rabbit (kelinci….??) weeekeeeekeeee. Nggah usah norak gitu lah, mending kita diskusi yang bisa bikin pencerahan ke kita semua. Ya benar mas Thukul, kalo doi udah TERKENAL nggak bakalan coret-coret nggak karuan gitu kali ya…



11. zangar-boys Says:

wong koyo rabbit-kelinci apike dikandangke ke wirogunan aja…seni koq njelehi, norak, kampungan, tuh lihat kamu nggak usah nongol dulu, baru diburu ama pak polis. gara-gara bikin ‘seni’ wagu di terminal busway. love jogja en u. pisssss



12. Lingga Wardana Says:

Hai2…dari Bali nih..

hehe..kayaknya orang yang buat ini…ga tau nilai seni ya..hehehe…

pacul dan katrok….

melihat kesalahan..tapi mengeritik tanpa solusi..

HAHAHAHA…..dasar setan…
ngaku2 tukul lagi…

wong katrok tau seni kayaknya…
hwahwahahahahaha…

kalo diatas bener tukul..tukul tau Indonesia…



13. artz_crime Says:

saia setuju sama Lingga Wardana…

mengkritik tanpa solusi…. hahaha

memang pandangan orang berbeda tentang graffiti…

saia memandang itu sebagai seni…

OK.. ANda bilang itu VANDALISME atw apalah…

TAPI APA ANDA BISA MEMBUAT GRAFFITI SEBAGUS YANG ANDA LIHAT DI JALAN JALAN KOTA ATW SEMACAMNYA….???

itu membtuhkan sebuah keterampilan dan SKILL…

Maap dalam pandangan kami sebagai writer/bomber GRAFFITI itu adalah SENI DAN JIWA kami…

whatever lah dengan kata orang tentang graffiti…

TApi sekarang graffiti telah mempunyai wadah sendiri di INDONESIA ini….

THANKS…

[ARTZ_HERE] RESPECT_FOR_ART



14. guembel Says:

ngomong doank !!!! sox lo lagian lo ngritix saran orang malah ga xasih solusinya jug cuma bisa menyalahxan. JaGa klo bicara mas wong bali xox ra sopan . axu mewakili seluruh bomber d solo grafiti merupaxan ajang xreativitas buat yg corat coret biasa nya buxan anax bomber betulan tapi genx2 besar yg namanya biar tenar . klo anax bombers asli walaupun dia d sebut corat2et juga tapi dia juga memperhatixan bagaimana corat2et itu bisa menjadi kehindahan .the art is biutipullllll



15. Lingga Wardana Says:

hehe…maaf..kalo ada tersinggung…

namanya kritik..yah dilawan kritik..hehehe…
gitu mungkin…

tapi vandalisme yang bernilai seni bukan seperti diatas…
pernah punya pikiran jika memang seni vandalisme yang seninya tinggi itu digunakan untuk perumahan kumuh wah mantep juga kelihatannya yoo….

ahh..kalo bawa2 daerah..bukan orang bali dah..orang Indonesia ajah yang cinta seni…

okey saudara guembel…

salam damai….

art for peace…..full…n harmony…

shaloom..



16. bubbles crew Says:

tu corat coret mnk vandalism!! gak tau aturan mending bagus lha ini cuma nulis biasa…

nyang namanya bomber sejati ndak pengen nyoret cm kaya gitu doank malah dibuat serius n menambah keindahan kota!!

GO bubbles crew!!



17. ZENT Says:

cip…!!!!
time for riots, n stop anti graffiti.!!!



18. komentarnya Says:

apapun… kalau corat coret tidak pada tempatnya… apalagi pada fasilitas umum (rambu rambu, tembok gedung dll) ataupun milik bangunan milik orang… itu perbuatan tangan-tangan jahat… mendholimi orang lain. lihat aja contohnya: jembatan baru yang ada di utara kampus teknik, baru saja diresmikan, eee.. sudah dicorat coret sana sini. orang yang corat coret itu termasuk orang tidak berpendidikan, tidak tau diri, dan mendholimi banyak orang.



19. aditya siregar Says:

gmn mau maju,mahasiswa kok kayak gitu.udah tulisannya jelek,pasti anaknya jelek…….



20. junjun junaedi s atmaja Says:

dont distruction your own place an public ………



21. They_Suck Says:

numpang komen dikit ya, mumpung saya ada tugas mengenai solusi untuk manusia2 yg bervandalisme ria..

dari semua komen yg saya baca, saya lihat semua masih mengandalkan ego dan kurang masuk akal.
misalnya bilang anak dari suatu daerah itu katrok lah, ga seni lah, ini lah itu lah.

Gini ya, kita ini “satu ibu”, sama2 diem di Indonesia, untuk apa menjelek2an saudara? seperti pepatah “meludah ke atas, yg kena kita juga”.

Untuk aksi vandalisme sendiri, menurut saya itu tindakan seni, namun diekspresikan secara kurang terpuji. Apakah mencorat coret fasilitas umum disebut terpuji?

Nah untuk itu, mungkin solusinya adalah keikutsertaan peran pemerintah dalam membuatkan suatu wadah atau public place bagi para graffity seni ini. Jikia tidak ingin menggunakan dana daerah, pemerintah bisa kok bekerja sama dengan slah satu perusahaan swasta d Indonesia. Setelah adanya wadah tsb, tmp tsb nantinya akan dikunjungi orang2 utk melihat seni graffity karya anak bangsa.

Nah, gimana? semoga bermanfaat deh :)
peace from Bali



22. nandrea Says:

saya ga mau bikin ribut, cuma mau ngasi pendapat.. menurut saya grafitinya bagus2..cuma mungkin salah tempat…kalau mau bikin sesuaikan dg tempat…..misalkan bikin grafiti yang bisa menjadi “pemanis”, jadi bukannya merusak malah enak dilihat…sekian



23. yes_we're Says:

saya idem dengan mas they _suck

fasilitas diciptakan untuk kenyamanan dan kemudahan publik. ga ada salahnya bila temen2 menuangkan smua pemikirannya menjadi sebuah nilai seni. tapi kembali lagi seni itu merupakan sebuah karya yg sifatnya idealis dan kurang general. saya probadi juga sebenernya menyukai grafitti, tapi grafitti yg mempunyai pesan moral tetapi kembali lag. disekitar kita banyak kepala banyak pendapat yg pastinya juga berbeda2 dong. tapi tolonglah kita ini bangsa yang plural tersebar dari sabang sampai merauke. perbedaan itu tolonglah dihargai. ada orang yang menerima dan ada orang yg tidak. jangan akhirnya seni atas nama ego. use a right place for a right act… kira2 sama lah kayak “merokok lah pada tempatnya” IMHO



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzKENZ.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 13558 days
Emotional
97.5%
Bioritme Status
Physical
13.6%
Bioritme Status
Intellectual
-81.5%
Bioritme Status





Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

28q. 0.111s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia