pakupaku
Thursday, 15.03.2007 16:45

Diskriminasi Dalam Karir

Posted on Social Life.

Beberapa hari yang lalu, saya bertemu dengan teman smp saya, yang sekarang menjabat sebagai konsultan sementara sebuah perusahaan pengembangan sistem informasi di kota Jogjakarta. Dalam suasana pembicaraan antar teman akrab yang jarang bertemu, saya kembali mendengar sebuah keluhan dan ketakutan dari teman saya tentang diskriminasi dalam karir.

Teman saya itu dulu memegang jabatan manajerial di perusahaan yang sama dengan saat ini, sambil menyelesaikan S2nya. Entah kenapa, saya mendapati namanya dalam tes rekrutmen suatu perusahaan negara yang terkenal di negeri ini. Saya tahu ayahnya bekerja dalam perusahaan tersebut, tapi saya yakin dia pasti diterima di perusahaan tersebut karena dia memang orang yang pintar sejak SD. Ayahnya bukanlah pemegang jabatan tinggi di perusahaan tersebut, meskipun kata teman saya, ayahnya sudah lama sekali bekerja disana.


Prakiraan saya cukup tepat, akhirnya teman saya itu lolos seleksi akhir yaitu wawancara di Jakarta. Tapi kemudian, saya mendengar hal yang paling mengejutkan, ternyata dia menolak bekerja di perusahaan tersebut. Ada apa ya? saya bertanya dalam hati. Keputusannya itu telah mengakibatkan dia sedikit goyah, dia harus menerima kekecewaan dari ayahnya, dia juga harus kehilangan jabatan manajerial di perusahaan yang lama. Kenapa? Bukankah perusahaan negara yang terkenal besar itu memiliki prospek yang sangat cerah bagi karirmu? Dia hanya menggeleng, dan menjelaskan singkat, bahwa bagi orang yang beragama minoritas di negeri ini, tidak akan mungkin sampai pada jabatan tinggi dalam perusahaan tersebut. “Kamu tahulah… ” jawabnya. … hehe.. Saya pernah dengar tentang itu.. diskriminitas minoritas dalam karir.

Lalu seorang teman saya lulusan S1 Manajemen Ekonomi, pernah juga bercerita mengapa dia memilih bekerja di bank yang menurut saya sih kecil dibandingkan bekerja di suatu bank besar di negeri ini juga. Jawabnya cepat “saya orang jawa… paling banter karir saya hanya sebagai kasir di bank itu?” Padahal teman saya itu sejak SMA memiliki nilai kepemimpinan yang lebih menurut saya, kemampuan manajerial organisasinya sudah terlihat menonjol waktu SMA. Mungkin anda sudah bisa menebak nama bank yang dimaksud dalam tulisan ini… terkenal dengan diskriminasi ras dalam karir.

Lain lagi cerita teman saya, yang mempunyai impian untuk bekerja di perusahaan x. Impiannya kandas, karena dia tidak pernah diterima di perusahaan tersebut, padahal prestasinya sangat memuaskan di kampus dulu. Akhirnya teman itu sadar, bahwa sebagian besar yang diterima di perusahaan tersebut berasal dari salah satu universitas terkenal di Indonesia. Hmm.. diskriminasi almamater dalam karir?

Diskriminasi dalam karir memang bukanlah hal yang luar biasa, namun hal ini sudah menjadi suatu kewajaran di mana-mana, bukan hanya di Indonesia saja. Bentuknya pun bisa bermacam-macam, dari mulai penerimaan sampai pada pembatasan tingkatan karir. Diskriminasi secara psikologi memang adalah suatu perilaku yang wajar, yang merupakan bentuk perilaku dari adanya suatu bias persepsi manusia dalam keberpihakan pada kelompok sosialnya.

Diskriminasi dalam karir cenderung mengesankan ketidakadilan bagi orang-orang yang dilahirkan dengan ras tertentu, atau menganut agama tertentu. Hanya karena perbedaan suatu kelompok, maka orang tidak bisa mengaktualisasikan prestasinya dalam suatu karir. Orang hanya dilihat dari label kelompok sosial, tanpa dipandang kemampuan kerja dan prestasinya. Ketidakadilan ini terpaksa diterima oleh orang-orang yang menjadi korban diskriminasi.

Hal yang paling menyakitkan adalah ketika seseorang berada dalam posisi minoritas, sejak kecil dia sudah mengalami diskriminasi, dikucilkan dari teman-teman mayoritasnya. Belum lagi, saat mencari sekolah, dan akhirnya saat mencari kerja. Sungguh suatu perjuangan mental yang menurut saya sangat berat, perlu ketabahan dan keuletan luar biasa. Jadi jangan heran, bila orang-orang minoritas justru bertambah kreatif dan berkualitas dibandingkan mayoritas. Saat ini saja, mungkin nasib perekonomian Bangsa Indonesia justru di tangan minoritas, bukan mayoritas.

Namanya juga ketidakadilan, tidak semua orang bisa menerima diskriminasi, baik minoritas maupun mayoritas kelompok. Diskriminasi tentu akan berbuah suatu perasaan kesal, kecewa dan bahkan kemarahan yang tak tertahankan. Mungkin latar belakang inilah, jawaban dari kasus yang baru saja terjadi :

Briptu Hance Diduga Sakit Hati Akan Dimutasi ke Polres Kendal
Usai Bunuh Wakapolwil, Briptu Hance Juga Tewas Ditembak
Sistem Pembinaan Personel Polisi Rawan Diskriminasi

Bias dan keberpihakan dalam kelompok memang sulit dihilangkan, bahkan mungkin tak akan pernah ada manusia yang tidak berpihak pada kelompok sosialnya. Namun bukankah diskriminasi adalah suatu bentuk perilaku manusia? Bentukan perilaku yang dapat dirubah atau dihilangkan atas nama keadilan dan kesetaraan sebagai sesama manusia. Akhirnya semua kembali pada masyarakat dan sistem sosialnya, apakah berani meninggalkan budaya diskriminasi untuk memberikan kesempatan yang lebih luas dalam aktualisasi prestasi kerja? Semoga saja Presiden RI mendatang bisa merubah sistem sosial yang cenderung diskriminasi di perusahaan negara saat ini.

*sssst.. hehe.. saya tak mungkin jadi presiden RI.. tertulis di undang-undang… tenang aja!

Tags: , , , ,

Mood :

9 Responses :


1. zam Says:

menyedihakn juga bila saya berada pada posisi itu. tekanan yang luar biasa (oleh lingkunan yg mendiskriminasi) bisa membuat prestasi orang tidak berkembang..

memang begitulah Endonesah.. lebih mementingkan AGAMA, ALMAMATER, SUKU, KELUARGA, NILAI, KONEKSI, dan KON-KALINGKON daripada KEMAMPUAN dan PRESTASI…

dukung Kenz for president!!!

heheheh



2. Hedi Says:

Diskriminasi lintas sektor kehidupan, malang nian memang…



3. ekowanz Says:

yup!!!

*speechless*



4. tooooooooooooooopics Says:

memang seperti itulah indonesia.. dari dulu sampe sekarang juga gitu.. pantesan aja KKN di indonesia sulit di berantas.. mentalitas KKN sudah lama terbentuk di masyarakat kita.. dari jaman rejim Pak Harto hingga lingkungan RT RW.. jadinya ya KKN susah diberantas.. emang mental nya wong indonesia..



5. thestoopid Says:

yah tiu susahnya kalo kita hidup di negara yg multiras, multiagama, multibudaya
kadang naluri kesukuan, naluri ras, naluri agamis, muncul
besokpun kamu/aku kalo udah mencapai posisi tsb (amiiiiiin!) aku rasa juga akan merasakannya
T_T



6. Dackem Says:

Diskriminasi hanya akan membuat citra buruk saja..
Andai saja diskriminasi bisa dikesampingkan..
Aku yakin Negri ini akan lebih baik juga sejahtera..
KEBERSAMAAN itu penting broo..



7. yan cee ling Says:

eeeeh jangan gituuu looh, jelek jelek negri kita, masih lebih jeleek negeri orang laiin, bersyukurlah terhadap apa yang diterima di diri kita, hidup itu adalah karma, siapa yang berbuat baik pastilah akan menerima baik dan siapa yang berbuat buruk pastilah akan menerima buruk, mereka yang menciptakan diskriminasi akan menikmati hasilnya, sendiri..
hidup hanyalah perjuangan bathin amal baik dan buruk ,,sehabis itu, jadilah hampa untuk keabadian..



8. Mail Says:

diskriminasi karir, kompesasi, gender, etnis pada perusahaan…. mmmh hal yang harus diteliti kebenarannya…. bisa buat bahan tesis…
bung kenz bisa bantu ??



9. kiki4hire Says:

Politik kantor juga mau gak mau harus diakui ada dalam prakteknya.
Tapi … cara menyikapinya menjadi essensial untuk tetap maju dalam karir.

cheers,

kiki4hire



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzKENZ.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 13558 days
Emotional
97.5%
Bioritme Status
Physical
13.6%
Bioritme Status
Intellectual
-81.5%
Bioritme Status





Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

26q. 0.095s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia