pakupaku
Wednesday, 14.11.2007 16:34

Bus Kota di Yogyakarta, Kantornya Para Pencopet?

Posted on Social Life.

Kemaren pagi, teman kuliah saya uring-uringan di kelas. Pagi itu handphonenya dicopet di bus kota yang mengantarkannya ke kampus. Rasanya belum lama saya mendapat kabar jika seorang teman saya kecopetan. Beberapa hari yang lalu saya juga membaca berita tentang korban pencopetan di bus kota. Ketika saya membuka pembicaraan tentang copet di kantin, lalu mengalirlah cerita aksi-aksi pencopetan di atas bus kota di Yogyakarta yang membuat trauma teman-teman saya.

Benarkah bus kota di Yogyakarta adalah kantor bagi para pencopet? Saya rasa hampir semua pengguna bus kota di Yogyakarta pernah mengalami pengalaman buruk bersama para pencopet sialan itu, termasuk saya. Jangan salahkan saya, dan teman-teman jika pada akhirnya tidak begitu tertarik naik bus kota. Lebih baik membeli kendaraan pribadi, selain bebas dari pencopetan juga dapat langsung mencapai tempat tujuan dengan cepat.

Bus Kota Yogyakarta

Masalahnya sekarang adalah banyaknya kendaraan pribadi malah membuat kemacetan di jalan-jalan kota Yogyakarta. Cobalah lewat jalan Affandi pada jam 4-5 sore atau jalan Kaliurang menuju UGM pada jam 4-5 sore. Anda akan merasakan kemacetan di kota Yogyakarta. Kemacetan karena ruas jalan yang tidak lagi bisa menampung banyaknya kendaraan bermotor. Transportasi masal menjadi solusi untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor di jalanan kota Yogyakarta. Namun kenyataannya, transportasi masal seperti bus kota justru adalah transportasi yang tidak nyaman dan tidak aman, bahkan saat ini sudah seperti kantor (tempat bekerja) bagi para pencopet.

Kembali ke masalah pencopetan, para pencopet di bus kota Yogyakarta cenderung bekerja secara berkelompok terdiri dari 2-4 orang. Selain dapat bekerja sama satu sama lain, kerja kelompok menambah keberanian dan kepercayaan diri mereka. Beberapa trik aksi pencopetan yang biasa mereka lakukan di bus kota adalah sebagai berikut :

1. Ketika seorang korban akan turun dari bus kota dan berada di pintu bus, para pencopet berpura-pura ikut turun, dan salah seorang akan mendorong-dorong korban, padahal bus kota belum berhenti. Sementara perhatian korban teralihkan karena harus menahan dorongan tersebut, pencopet yang lain dengan cekatan memasukkan tangannya di tas korban untuk meraih handphone ataupun dompet. Pencopet yang lain lagi bertugas menutupi aksi pencopet yang lainnya dengan tubuhnya.

2. Korban yang berdiri di atas bus kota, diajak bicara oleh salah seorang pencopet sehingga perhatiannya teralihkan dan pencopet yang lainnya mulai menggerayangi tas korban.

3. Korban yang berdiri di atas bus kota, tiba-tiba merasa didorong-dorong oleh orang yang tak dikenal. Bahkan dalam situasi tertentu seperti dijepit oleh beberapa orang. Padahal di atas bus kota ada bagian ruang yang masih kosong. Dalam posisi tersebut, korban tidak leluasa bergerak dan dengan cekatan tangan copet sudah masuk ke tas korban.

4. Korban yang berdiri di tas bus kota, tiba-tiba diberi tahukan bahwa barangnya terjatuh, padahal ketika korban mengambil barang tersebut. Salah seorang copet tiba-tiba mendorong korban sambil mengambil dompet di saku belakang celana korban. Lalu dia pura-pura minta maaf dan pergi menjauh sambil membawa hasil copetannya.

5. Korban yang akan turun bus kota dan belum sampai pintu bus, tiba-tiba dihalangi oleh seseorang sehingga tidak bisa turun. Lalu pencopet lainnya pura-pura ikut turun dan mendesak-desak korban sambil melakukan aksinya.

6. Untuk korban yang sedang duduk di bus kota, pencopet akan duduk di sebelah korban dengan membawa sebuah koran ataupun tas. Lalu dia pura-pura tidur, sementara tangannya mulai beraksi dengan cekatan menggerayangi tas korban atau kantung saku baju korban tanpa disadari korban.

Trik di atas hanyalah trik-trik yang pernah saya lihat dan saya alami sendiri, mungkin masih banyak trik pencopet lainnya. Banyaknya jumlah pencopet di atas bus kota di Yogyakarta menjadi suatu dilema bagi saya jika mengetahui kejahatan ini. Ingin berteriak tapi sebagian besar penumpangnya adalah pencopet. Huh, kalah banyak…. Saya berada di kantornya pencopet !

Hal yang paling parah pernah dialami teman saya (wanita), dia bukan dicopet tapi ditodong di bus kota dan handphonenya langsung diminta. Kejadian tersebut terjadi pada waktu petang hari, dimana bus sedang menjalani trayek terakhirnya dan penumpang hanya dia sendiri, sedangkan yang lain ternyata komplotan pencopet.

Berikut ini adalah solusi saya untuk menghadapi pencopetan di bus kota :

1. Sebelum naik bus kota, masukkan handphone, dompet dan barang berharga di tas bagian terdalam (jika perlu ada lapisan khusus).
2. Siapkan uang pembayaran bus kota terlebih dahulu, sehingga kita tidak mengambil uang di dompet atau tas di atas bus kota.
3. Taruh tas selalu dalam posisi di depan badan sehingga kita mudah mengontrolnya.
4. Jangan mengeluarkan handphone di atas bus kota.
5. Tidak sendirian ketika naik bus kota pada hari menjelang malam.
6. Selalu waspada dengan orang yang berpura-pura tidur ataupun sakit.

Setidaknya dengan melakukan tips di atas, saya bisa mengurangi kerugian yang timbul akibat ulah pencopet. Hal ini pernah saya alami, ketika saya pulang dari bengkel untuk memperbaiki motor saya. Waktu itu saya terpaksa harus pulang naik bus kota, dan ketika turun bus kota saya dihalang-halangi. Bahkan saya didorong keluar dari bus kota sebelum bus tersebut benar-benar berhenti. Jahat sekali ! Untungnya gerak refleks kaki saya cukup baik sehingga bisa mendarat tanpa jatuh. Lalu saya periksa semua kantung saku, dan ternyata para pencopet berhasil mengambil slip tanda terima service motor. Beruntung uang dan handphone sudah saya amankan dalam tas dan tas saya taruh di depan badan.

Naik bus kota di Yogyakarta itu benar-benar mengerikan. Saya trauma dan sebisa mungkin menghindarinya jika tidak terpaksa sekali. Selain pencopetan, ada hal-hal lain yang tidak menyenangkan tentang bus kota di Yogyakarta yang bisa dibaca di blog ini :

Beberapa Hal Tidak Menyenangkan tentang Bis Kota di Yogyakarta

Kabar yang saya dengar, pemerintah daerah Yogyakarta akan mengadakan BUS PATAS yang lebih nyaman pada akhir tahun ini. Halte bus khusus ini sudah disiapkan, tapi hanya untuk trayek percobaan. Tapi sama seperti mahasiswa lain yang pernah trauma dengan pencopetan di atas bus kota Yogyakarta, saya enggan naik bus kota :

Mahasiswa Tertarik tetapi Enggan

Terkecuali jika tiap bus kota dijaga petugas seperti Busway di Jakarta sehingga keamanannya terjamin. Bagaimana dengan pengalaman Anda? Apakah Anda pernah kecopetan di bus kota Yogyakarta? Silahkan diceritakan dan mungkin Anda punya tips trik untuk menghadapi pencopet di bus kota Yogyakarta.

Tags: , ,

Mood : Marah emoticon

15 Responses :


1. leksa Says:

tep mantep..
sebagai salah satu pengguna bus diseluruh pelosok Indonesia,..
saya ada tambahan dikit :
kalo lagi ga bawa TAS, pindahkan dompet, HP ke kantong depan (asumsi situ make jins, seperti saya).. napa?

kalo cowo, pasti kerasa kalo dirogoh2 bagian depannya ….hahahha..



2. mbakyu Says:

lha makanya itu saya nda mau naik bus umum di jogja, mending ngenteni di jemput sama didit aja…:D



3. annots Says:

saya pernah dulu waktu masih pake seragam abu-abu putih, jumlahnya kecil sih tapi itu bukan duit saya tapi duit titipan teman untuk beli bahan praktikum. Copet memang ga pernah pilih2 korbannya, anak SMA yang polos ini pun di embat pulak



4. funkshit Says:

Wah penulisan trik2 mencopetnya ngga kalah lihai sama pencopet nya nicy… semoga ngga malah menjadi tutorial yang bagus bagi para pencopet newbie. . .

dicopet saya blom pernah *maybe.
tapi klo liat copet sering .. .Bukan pada saat berkaca loh.. di bis yang saya tumpangin emg sering ada copetnya. .



5. wedhouz Says:

kalo bus kota sudah jadi kantor copet, berarti lebih baik karena para pencopet terkonsentrasi pada satu tempat saja… jadi gampang dihindari :-P



6. didut Says:

pernah bawa teman jepang ber 10 naik bisa di Jogja, dihadang gerombolan pencopet ber 5 ..waduh sejak saat itu gak pernah naik bis di Jogja lagi



7. AdityaWirawan Says:

Pake tas kecil tambahan untuk yang co.. kayak tas kecil untuk traveler gitu, letakinnya didepan, diselempangin… itu tips-tips orang-orang di Jakarta.



8. tooooooooooooooooooooopics Says:

kalo kita nglawan gimana?? hajar rame rame.. sebanyak2nya copet, kayaknya lebih banyak penumpang yang bener2 penumpang deh.. hehehe.. *anarkis mode on*



9. ekowanz Says:

akuuu sudah pernah kecopetan!!! padahal dulu itu buat bayar semester pendek :(( ada sim a+ c, ada ktp, ada asuransi :((



10. manda Says:

copet bilang mereka juga cari uang, gue butuh makan. Kalo udah urusan perut segala cara bisa ngikut :)



11. mysyam Says:

iyah, pernah juga hampir kehilangan henpon, trik nya si copet pura2 ngasih tau kalau ada barang yang jatuh, tapi saya segera tersadar, sehingga si copet gagal ngrogoh henpon di saku kanan celana jins saya waktu itu.

Ah.. kalau saya sih pasang tampang seram aja kalau lagi naik kendaraan umum macam bus kota. Itu saya lakukan kalau saya lagi naik bus kota di Jakarta.



12. mina Says:

aku pernah dicopet hape, pas turun, pas ngerasa mencelos hape keluar. aku kejar bisnya, tapi telat :( tapi sang pencopet kemudian mengambalikan kartu SIM card-nya ckckck… tentu sesudah diteror dengan sms oleh teman satu kos dan seluruh sepupuku hohoho…..
para pencopet ini mudah dikenali kok kalo kita naik bis. biasanya kalo aku lihat ada, aku gak turun-turun sampe mereka turun, peduli amat kelewat tempat turun :D



13. Lilypoet Says:

ah…copet…

gue pernah nangkep tangan copet, pas di metromini 03 ke arah senen (jakarta), gue ambil hape na. :D

gue juga ga ngerti dapet kekuatan dari mana sampe berani2 na begitu, padahal mereka rame2.

tapi kalo di jakarta, khas banget. para pencopet grasak grusuk tiba2, kayak mo turun dari bus tapi ga turun.
kalo gue mah, tiap naek bus, pasang tampang sengak aja, trus, di dompet juga emang ga pernah pegang duit lebih dari 50rb. hape ga pernah punya type keluaran kurang dari 6 tahun terakhir, jadi, walopun terima telpon dalam bus, tetep aja nyante… wong copet na aja malah rugi nyopet hape gue.nda’ laku dijual.



14. Kota Yogyakarta Tidak Lagi Aman dan Nyaman Says:

[...] Bus Kota di Yogyakarta, Kantornya Para Pencopet? [...]



15. yuli cute Says:

aku sich ga prnh naik bus jogya yaw tapi klo ke sby sich [ernah tapi dimana pun kita jga harus waspada ga harus di jogya aja buuuuuuuu… ok brow



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzKENZ.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 13556 days
Emotional
78.2%
Bioritme Status
Physical
63.1%
Bioritme Status
Intellectual
-97.2%
Bioritme Status





Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

27q. 0.106s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia