pakupaku
Tuesday, 04.12.2007 18:30

Paroki Menutup Gerejanya Setelah Diprotes Warga Setempat

Posted on Faith.

Saya baca lagi.. dan lagi.. dan lagi.. dari waktu ke waktu … dari tempat ke tempat.. dan ini hanyalah satu dari sekian pemaksaan kehendak yang terangkat ke permukaan dan menunjukkan bahwa kehidupan beragama kita sakit.

JAKARTA (UCAN) — Umat Katolik dari sebuah paroki di Jakarta harus mencari tempat untuk merayakan Pesta Kristus Raja setelah mereka dipaksa menutup tempat ibadah mereka dalam sebuah aksi protes.

Pastor Matheus Widyolestari MSC, kepala Paroki Damai Kristus, mengatakan kepada UCA News 25 November: “Kegiatan Misa di gereja ini dihentikan semetara berdasarkan surat (23 November) Camat Tambora Yanto Satyar, namun umat tetap menjalankan kegiatan pastoral seperti biasa.”

http://mirifica.net/wmview.php?ArtID=4556

Sedemikian menganggukah tempat ibadah kami? Sebanyak apakah tempat ibadah kami? Sedemikian ributkan tempat ibadah kami? Seberapa besarkah corong pengeras suara tempat ibadah kami? Seberapa seringkah kami menyebut Tuhan kami?

Mungkin sekarang gereja banyak ditutup, setelah itu agama-agama juga ditutup dengan alasan hanya satu agama yang benar dan tidak sesat! Dimana hak kebebasan beragama? Lalu untuk apa jaminan kebebasan untuk memeluk beraneka ragam agama?

Demokrasi macam apa ini? Bangsa macam apa ini? Pemerintah macam apa yang berkuasa saat ini? Pembunuhan atas nama Tuhan dimaklumi, pengrusakan atas nama Tuhan dibenarkan? Dimana nurani bangsa ini yang mendewakan agamanya yang paling benar? Dimana hukum dan rasa keadilan?

Apakah karena kami tidak pernah melawan? Apakah kami selalu mengalah? Apakah karena ajaran kami yang tidak memperbolehkan membalas sehingga dapat melakukan segala sesuatu kepada kami.

Tutuplah semua gereja !
Tapi kalian tidak bisa menutup Gereja !

*detik ini pun saya menjual nasionalisme saya dan percaya bahwa alam semesta akan menegakkan keseimbangannya di negeri ini…

Kehidupan beragama di negeri ini sedang sakit. Kita sedang menunggu sebuah bom waktu jika tidak ada yang mau bersentuhan dengan sesuatu yang bernama toleransi dan mencintai sesama manusia.
Kehidupan BerAGAMA Negeri Ini SAKIT!

Tags: , ,

Mood : Marah emoticon

48 Responses :


1. The Sandalian Says:

Seharusnya Tuhan memang sudah menjatuhkan musibah kepada orang-orang yang mengaku benar itu.

Sabar mas, Tuhan ga buta kok ^_^



2. indah Says:

ya sebaiknya mendirikan gereja jangan di lokasi yg banyak muslimnya, apalagi jemaat gereja itu para pendatang dari luar daerah…., kalau mau demo ya silahkan demo saja…!!!,



3. mbakyu Says:

ktnya negara menjamin kebebasan umat untuk beribadah sesuai dgn kepercayaannya masing2, bukankah ada 5 agama di Indonesia dan bukan cuman satu..

Tuhan ngga buta kenz..



4. bangsari Says:

ini bukan masalah katolik atau bukan. masalahnya adalah, negara ini memang tidak jelas, tidak adil dan tak bisa ditebak. negara ini memang aneh bung!



5. Catatan Hanging Says:

PENUTUPAN GEREJA DAMAI KRISTUS PAROKI KAMPUNG DURI JAK-BAR
Pada hari Jumat tgl 23 November Gereja Katolik Damai Kristus didemo masa yang sangat emosional sambil berteriak keras, bila hari itu Gereja tidak ditutup mereka akan memberlakukan HUKUM RIMBA.

Mereka berteriak – teriak dihadapan Kapolres, Kapolsek, Danramil, Bupati dan Camat. Ironisnya para pejabat sipil,militer dan Polri hanya diam seribu bahasa membiarkan massa yang semakin edan dan tidak terkendali. Bahkan Camat Tambora secara demonstratif menyerahkan surat formal penutupan Gereja Katolik Damai Kristus yang sudah fungsional selama 20 tahun kepada Romo Wydio MSC yang menangis tak berdaya!



6. OTAK Says:

what a pity…
menyedihkan?
iya

dimana keadilan?
suara terbanyak kah keadilan itu?
atau suara tuhan dibalik semuanya?
atau suara orang-orang buncit penuh harta?
atau beberapa helai lembar uang licin?



7. sigit Says:

itulah indonesia…
speechless…



8. olenk Says:

loh? kq dibubarin??? mang gak punya ijin bangunan ya??? saya gak yakin pasti bukan dikarenakan hal tsb. sebenernya saya males komen masalah ini, coz sensitive bgt klo dibahas.. sebenernya dulu-dulunya tuh pada diajarin atau belajar, setidaknya mengenal pelajaran : pmp/ ppkn/ pancasila/ pendidikan moral/ atau sejenisnya… gak sih??!! mosok dari duluuuuuu masalah agama sering jadi peributan khalayak banyak to???? sosialisasi dikit napa!!! susah ya???? ato malah gak bisa??? PAYAH bgt klo ada yang jawab gak bisa!! (emang bukan manusia ya situ??? hahaha…)
mmmh…!! jadi setuju aja deh ma komenmu, mbakyu, bangsari, otak & sigit. dan saya sangat prihatin dengan mentalitas bangsa ini.
maaf saya komen ini karna saya paling tidak suka ada perselisihan antaragama!!



9. Hedi Says:

Pada prakteknya justru cuma "baju" dan bahkan "cuma kulit". Mereka (umat tertentu) sendiri tak mengerti dan menyadari apa yang sesungguhnya mereka buat. Label tertentu hanya digunakan sebagai kendaraan politik. Tragis banget…

Sungguh, ini memang negeri sakit. Tapi kita doakan aja Ken, ingat doa Bapa Kami aja, "…ampunilah kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami…" Kita maafkan mereka dan semoga Tuhan juga memaafkan kita.



10. mbakyu Says:

@mas hedi: loh sampeyan masih apal tah mas doa itu, lah tak pikir nda :D



11. zam Says:

meh de’e sholat 7 rekaat kek, meh de’e nyembah berhala kek, meh de’e nyembah api kek, nyembah matahari kek,

asal dia baik ma aku tentu aku akan baik ma dia..
asal gak saling ganggu, beres urusan..

gitu wae kok repot..

soal agama dan kepercayaan ki hak asasi..

mo ndak beragama pun bebas, itu hak asasinya dia.. :D



12. funkshit Says:

@zam..
komentnya kopi paste sama di aprikot :D

btw mas mas.. alasan yang diajukan untuk penutupan nya apa seh ?
kok saya blom ngeh sama alasan nya…



13. wd Says:

pertama. berita yang saya terima gereja itu sudah bisa dipakai lagi. seperti biasa, kasus2 seperti ini kuat sekali unsur politisnya.

kedua. penyusun UU Kerukunan Beragama pasti tak paham konsep "Paroki". mana ada sebagai minoritas warga kristiani tinggal terkonsentrasi di satu tempat? Atau penguasa negeri ini pingin bangun tembok2 sosial di antara warganya? Kampung Muslim sendiri, Kampung Kristen sendiri, Kampung Budha, Hindu, etc sendiri juga. Yang Atheis juga mesti bikin Kampung sendiri. Gitu kali pikirnya. benar2 bangsa yang sakit..

ketiga. Peace for all.. :)



14. Totoks Says:

ikut prihatin kenz, saya juga bosen dengar berita yg kayak gini. kenapa sih gak bisa hidup berdampingan dan saling berbagi. maafkan saya kalo masjid kami mengganggu ketenangan tidurmu, kami juga tidak berani pasang corong pengeras suara gede kok kalau disekitar kami mayoritas adalah penganut agama lain. atas nama toleransi seharusnya semua bisa dibicarakan dengan damai.



15. ria Says:

Kenz.. rasanya buat kita sbg kristiani hanya bisa berdoa dan tetap menerima semua dgn besar hati dan kasih, aku percaya suatu hari nanti Tuhan akan membuka mata hati setiap orang yg beriman.
karena doa adalah Kekuatan terbesar di dunia :)

Happy December!



16. kenz Says:

@funkshit
alasannya karena tidak punya ijin, padahal kenyataannya ini adalah gedung gereja lama yang sudah dipake sebelum peraturan itu dibuat, umatnya saja sudah 3500 jiwa, artinya sudah sangat memenuhi syarat sesuai dengan peraturan 3 menteri tentang pendirian rumah ibadah.
@wd

Kampung Muslim sendiri, Kampung Kristen sendiri, Kampung Budha, Hindu, etc sendiri juga. Yang Atheis juga mesti bikin Kampung sendiri. Gitu kali pikirnya. benar2 bangsa yang sakit..

ya.. inilah maksudnya…. jika peraturan ini diteruskan, semua agam punya kampung sendiri-sendiri… lalu tinggal perang antar kampung… oalah.. manusia-manusia, agama malah jadi orang menderita.
@totoks
gak papa sih buat saya, gak terganggu asal corongnya tidak secara sengaja dihadapkan ke rumah orang yang dianggap kafir.



17. I Made Suryawan Says:

Memang skr lagi edan ni negara!!!! Salut mas udah mengangkat hal ini. Btw, saya lg blogwalking. Maen2 ke blog saya ya! Thx. :)



18. dnial Says:

Berita ini kok nggak muncul di koran mainstream?

Tanya kenapa?



19. Gudeg Says:

Kasus seperti ini sudah sering banget terjadi, dan tidak hanya sekali saja.. Yang lebih menyedihkan melihat kasus ini adalah bahwa ini terjadi menjelang perayaan sakral pada bulan Desember ini..
Namun, Tuhan pasti punya rencana buat smua itu,. :)



20. ekowanz Says:

lha kok pemdanya gitu yah??



21. leksa Says:

kalo bicara tataran nya masyarakat , grassroot, mereka adalah korban,
dari sebuah tatanan yang dibangun oleh sistem dan pemerintah yang rusak…

Ada yang salah dengan sistem kita,..bentuk dari adu domba,..tapi justru diamini sistem kita..

Allah Maha Adil,.. Sudah berkali2 dibuktikan keadilannya.. kita tidak pernah mau sadar…



22. didut Says:

kita jadi yg minoritas memang harus lbh kuat (& berusaha lbh normal)



23. mei Says:

lagi???

hmm modal kita hanya berdoa khan??? seperti kata Yesus, saat pipi kananmu di tampar, berikan pipi kirimu, karena Bapa disurga yang akan membalasanya…

berat???tentu saja, karena kita mnusai yang punya ego dan emosi..tapi saat kita menginsafinya dan meyerahkannya padaNya, seala sesuatu pasti ada rencana indah dibaliknya



24. Kardjo Says:

Roma 8:17. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

mas Kenz, Terpaksa saya mengangkat ayat ini (seharusnya bukan disini tempatnya). Kita harus tabah. Tuhan tidak pernah tidur. Dia tidak akan beri ular beludak kepada kita yang meminta roti.

Teman-teman yang lain, kita bangun negeri ini dengan kepandaian kita, bukan dengan dogma. Mari bergandeng tangan, Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, Kepercayaan dan lain-lain. Jangan biarkan terpuruk oleh kebiadaban ‘sesorang’ yang munafik.



25. fertob Says:

konsep "memikul salib" dan "ditolak dunia" yg ada dlm agama Kristen/Katolik memang sangat berat.

gereja hanya gedung, gereja yg sesungguhnya ada pada diri masing-masing orang.



26. piet Says:

again… kita berserah dan berdoa saja mas Ken, Gusti Yesus ora sare,….sampai ketemu lagi tgl 15 Des di YBHK. salam…..



27. Dan Says:

Dr jaman kaisar Nero yg suka bakar orang kristen sampe skarang kan ga menunjukkan kalo kita takut, semakin dihambat semakin melesat.



28. Yoda Says:

"Beware of the dark side. Anger…fear…aggression. The dark side of the Force are they. Easily they flow, quick to join you in a fight."

"Ohhh! Great warrior! [laughs and shakes his head]
Wars not make one great!"



29. diditjogja Says:

no comment



30. dodot Says:

santai saja…
nabinya orang kristen saja matinya dibunuh orang (malah pemuka agama) dan saat itu Dia malah sempat mendoakan orang-orang yang membunuhnya.
so, kalo hanya tempat ibadah umatnya ditutup, gak masalah. dan saya yakin nabinya orang kristen juga tidak apa-apa dengan hal itu.



31. escoret Says:

percaya…klo presidennya saya…ndak bakal kyk gini…

*prihatin*



32. ninja Says:

ikutan nibrung. gw juga katolik. ninja katolik malah hehehe…(‘mang ada?)

gini..gini..namanya persoalan begini ini udah banyak di indonesia. dari jamannya gw lahir sampe udah segede ini, udah bosen dengernya.
buat gw, cuma bisa berusaha maklum, mo gak maklum begimana? 88% penduduk indonesia adalah muslim, negara muslim terbesar di dunia adalah indonesia, bukan arab.

anggap aja kita numpang. kita toh ngga pernah diajarkan untuk melawan. for christian community only, masih inget kan "kalo ditampar pipi kiri, trus berikan pipi kanan"?

gw pernah diketawain abis2an sama pihak mayoritas, katanya "GOBLOCK". Tapi diatas itu semua, mereka melupakan inti dari ajaran Kristiani yaitu "Kasih"…..

@indah :
Ndah, percuma banget kalo lo bilang "kalau mau demo ya silahkan demo saja…!!!", soalnya, mereka, kita, gw, kecuali elo, ngga akan pernah demo :))…



33. kenz Says:

@ninja
thanks ninja.. kmu benar, tapi terlepas dari itu semua… adakah kita jg membantu mereka untuk "bercermin" dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk sebuah kehidupan toleransi yang lebih baik.

konflik beragama di berbagai tempat, selalu "laten" karena merupakan ungkapan terpendam dalam area ketidaksadaran.



34. papaevan Says:

saya harap anda tidak berburuk sangka sama muslim.sama halnya dg saya yg tidak berburuk sangka sama katolik,protestan,hindu,budha,dll. Pas kuliah dulu, saya sering main ke seminari dan ngangsu belajar sama romo2 n frater2. saya menghormati mereka sama seperti kyai saya di pesantren.
Ketika muncul masalah yg sensitif seperti ini,saya berusaha menahan diri untuk tidak memaki,berteriak, atao bereaksi berlebihan. Karena reaksi seperti itu justru kontradiktif dengan cita2 ideal kita untuk menghargai keberagaman. Semua bisa didiskusikan dengan baik-baik, tentu dengan niat baik dan hati adem.
(ah..saya rindu romo mangun..saya suka romo sindhunata..mereka lah yg benar2 menebar kasih damai di negeri ini, tidak dengan teriakan keras, tangan menggenggam, dan corong dg volume maksimal, tapi dengan senyum…senyum..)



35. Kenz Says:

@papaevan
thanks atas sharingnya… saya masih berteman akrab dengan banyak orang yang berbeda keyakinan… tidak jadi masalah bagi saya selama mereka juga tidak mempermasalahkan keyakinan saya… jiwa muda saya masih mudah bergejolak, saya ungkapkan apa yang memang ada dalam hati terdalam saya dan apa yang saya alami… salut dengan anda jika memang sudah bisa tersenyum… :D

ps: saya juga ndak ada niatan buat demo-demoan, atau turun ke jalan membuat onar… bagi saya sudah cukup mengekspresikan apa yang saya rasakan di blog ini.



36. Kenz Says:

Pendidikan HAM sejak Dini Diperlukan, Penghargaan Pluralisme Kian Pudar

SLEMAN, KOMPAS – Sikap menghormati dan saling menghargai perbedaan dalam pluralitas saat ini cenderung semakin memudar. Karena itu, pemahaman dan penghargaan terhadap nilai-nilai hak asasi manusia perlu terus disosialisasikan sejak dini, termasuk diberikan secara formal lewat sekolah. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi refleksi akhir tahun bertema "Kebebasan Beragama dan Penerapan Nilai-nilai Beragama di Indonesia dalam Perspektif HAM" yang digelar Institut Dialog Antar_Iman di Indonesia/Institute for Inter-faith Dialogue in Indonesia (Dian/Interfidei), Senin (17/12).



37. a0z0ra Says:

Jgn2 ada yg mo pake tanahnya buat bangun mall dsb… kan tanah gereja biasanya gede…



38. Dino Says:

Mas Kenz..
saya maklum anda marah dan frustrasi..
Aku udah pernah ke beberapa negara..
Anda boleh percaya atau tidak, tapi Indonesia adalah salah satu negara yang lumayan baik dalam hal urusan beragama..
Memang saat ini Indonesia dalam masa susah dari segi ekonomi sehingga hal2 kecil bisa bikin konflik
Tapi overall, Indonesia masih dalam kategori normal
Memang bikin frustrasi menjadi minoritas
Tapi perbedaan ini yang bikin Indonesia kaya
Masih banyak orang Indonesia yang menghormati perbedaan
Masalah agama ini tidak hanya terjadi di Indonesia, ini adalah masalah global



39. Cecilia Says:

yah.. saya jg berpikir demikian.. "sebegitu mengganggu-nya kah gereja atau ibadah kita?" gak adil, man.. gereja yg udah saya tau dan kunjungin dr semenjak sy bisa ingat (puluhan tahun) tiba2 aja mau ditutup gitu aja (meskipun katanya skrg udah bisa dipake lagi.. tp ttp aja penutupan paksa gereja2 udah terlalu sering saya dengar).. tau ga sih betapa mirisnya hati saya pas denger kata temen saya yg liat salib yg di gereja itu udah diturunin.. sakit..



40. Cecilia Says:

@Totoks.. kayanya kamu saudara Muslim yg paling bae yg pernah saya liat deh =D



41. Cecilia Says:

@Dodot: klo tempat ibadah saudara yg diperlakukan begitu, saya pengen tau apa Sdr masih bisa mengatakan demikian.. "toh nabinya juga tidak apa apa"..? what da…?!



42. fadhlil Says:

turut prihatin..
tapi tolong jangan sampe ada perselisihan lagi diantara bangsa ini..
jangan sampe bangsa ini terpecah belah lagi seperti sebelum merdeka..

maaf klo memang menurut anda semua, pihak kami (mayoritas), mengganggu ketentraman anda.

jangan nyalahin agamanya yah, yang salah itu umatnya..

klo kalian (minoritas) butuh bantuan untuk memperjuangkan hak2 kalian, saya(kami) juga mau koq membantu untuk memperjuangkannya.
mungkin sudah saatnya di sediakan wadah persatuan antar agama yang benar2 tidak berpihak hanya pada 1 agama saja, untuk merundingkan sebuah masalah

ayo kita tegakkan keadilan (lagi) dinegeri ini!!



43. stiv Says:

sorry melenceng,
mending kita demo tutup faithfreedomindonesia < forum pemecahbelah bangsa



44. pdc_romeo Says:

To Kenz… keren kamu berani menyuarakan hal ini di blog kamu… ini berarti iman kamu tak sebesar biji sesawi… (hehehe inget2 dikit)

Tenang aja bro semua… iman itu anak sebelah eh … maksudnya orang yang punya iman adalah orang yang bisa mengerti apa dan artinya keyakinan yang mereka punyai dan percayai (pendapat sendiri lho…keren khan) so kalau ada yang beginian untuk para Kristiani kita imani saja ajaran KASIH … toh upah kita di Surga bukan di dunia ini.

Dan kita tetap and harus tetap mempunyai kecintaan terhadap negeri Indonesia ini karena yang sakit ataupun apa namanya itu cuma orang-orangnya saja… (begitu… kalau namanya politik semua sama aja di Indonesia atau luar negeri)

Jadi cuma saran aja untuk teman2 semua tetaplah menjunjung tinggi arti dari sila ke-3 PANCASILA … PERSATUAN INDONESIA itu aja deh…

KASIH ITU LEMAH LEMBUT, SABAR …….



45. farhat Says:

wah wah secara pribadi saya sendiri orang yang bertuhan tapi klo ditanya agama apa ya saya jawab sesuai dengan agama orang tua saya, krn selama ini agama lebih merupakan "warisan" daripada kepercayaan.
Mau agama apapun kita bagaimanapun juga pasti ada dan dipelihara sifat defensif terhadap agama yng kita anut cmn skrng masalahnya ada sejumlah org yg tdk bs berpikir secara bijaksana (dewasa tdk sama dg bijaksana) lha wong dari kecil dah didoktrin trus hidupnya di domain yg itu2 aja ya cupet jadinya

[HAM perlu ditambah :
1.Hak untuk berpikir rumit (dlm artian dpt melawan usaha manipulasi terhadap dirinya dan menyadari arti keberadaannya)
2.Hak untuk menyadari dan mengembangkan kebijaksanaan
3.Hak untuk menikmati toleransi dan kewajiban untuk bertoleransi



46. farhat Says:

agama timbul dan diciptakan ketika manusia tidak bisa mengatur diri dan komunitasnya, tapi klo sekarang manusia sudah punya batasan2 moral yang jelas bahkan lebih jelas daripada yang ada di kitab suci masihkah kita butuh agama yang justru menimbulkan konflik

(bwat kita yg berpendidikan memang ga kerasa tp bwat rakyat kecil yg bodo2 gmn ?????????????????????????????. apalagi yg sekolahnyacm ampe sd. Wah bs jd bom waktu tu tunggu aja ntar kan jadi yugoslavia kedua)

AGAMA CUMAN ANGAN2 MANUSIA YG DIJADIKAN SEMBAHAN BWAT LARI DARI KENYATAAN N MALES MIKIR



47. Ario Says:

Memang..negara yang sakit, PPKN itu omong kosong..gak bisa diterapkan di dunia nyata!



48. uri avnery Says:

Senasib dengan agama Islam di Mindanao yang dihalang-halangi pemerintah Philipina. Senasib dengan ajaran Kristen & Islam yang dihambat oleh pemerintah Israel. Senasib dengan ajaran Budha yang ditekan oleh pemerintah China. Begitulah diktatorisme mayoritas terhadap minoritas. Terjadi di semua negara di dunia.



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzKENZ.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 13556 days
Emotional
78.2%
Bioritme Status
Physical
63.1%
Bioritme Status
Intellectual
-97.2%
Bioritme Status





Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

25q. 0.134s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia