pakupaku
Wednesday, 25.06.2008 6:46

Pergerakan Aksi Massa Mahasiswa Indonesia Terjebak dalam Tong Kosong?

Posted on Social Life.

Tong kosong, nyaring bunyinya tapi sedikit manfaatnya selain memekakkan telinga. Aksi massa yang dilakukan oleh seratusan orang yang mengaku mahasiswa kemarin dilaporkan sangat anarkis. Apakah mereka betul adalah mahasiswa? Mahasiswa yang seyogyanya menggunakan akal pikir otaknya untuk bergerak menegakkan kebenaran ternyata hanyalah kumpulan orang yang telah berubah menjadi sangar dan mengerikan. Itukah cermin calon pemimpin bangsa Indonesia? Selalu mengutamakan kekerasan dalam bertindak?

Aksi massa yang dilakukan mahasiswa kemarin benar-benar suatu pergerakan yang tidak cerdas. Lebih banyak kerugiannya dibanding keuntungan dari aksi tersebut. Satu pertanyaan yang muncul adalah apakah benar mahasiswa murni memperjuangkan rakyat yang sedang menderita atau justru menjadi ALAT POLITIK bagi perebutan kekuasaan di Indonesia?

Apa yang diperoleh oleh rakyat dengan aksi massa tersebut? Selain menghasilkan :
- Kemacetan parah, sehingga kegiatan banyak orang terhambat. Produktivitas orang-orang bekerja juga terhambat. Banyak sopir-sopir angkutan masal yang penghasilannya berkurang karena tidak bisa bekerja.
- Rasa takut dan kecemasan. Bagaimana rasanya jika anda adalah ibu-ibu yang ada di bus yang dihentikan dan diusir keluar? atau bagaimana rasanya jika anda menjadi penumpang mobil berplat merah yang digulingkan dan dibakar?
- Korban-korban kekerasan fisik dari mahasiswa dan polisi.
- Kerusakan material baik pagar dewan, mobil yang dibakar, maupun fasilitas umum lainnya yang nota bene adalah hasil uang rakyat.
- Mahasiswa turut memperparah global warming dengan membakar ban bekas!!!


Jika pergerakan mahasiswa hanya dipandang sebagai kekuatan massa, maka peristiwa tahun 1998 akan kembali terjadi. Kekuatan hebat yang bisa menggulingkan kekuasaan tapi tidak bisa diandalkan untuk membangun negeri ini.

Saya sendiri salut dengan orang-orang muda yang masih bertahan dengan gerakan nyata selain aksi massa. Lihatlah aksi mereka dalam KULIAH KERJA NYATA, dalam PRAKTEK KERJA PROFESI, ataupun orang-orang muda yang bergerak secara personal memajukan masyarakat sekitar dengan suatu pemberdayaan, atau mahasiswa-mahasiswa yang menciptakan suatu inovasi baru sebagai solusi menghadapi kesulitan hidup di negeri ini.

Aksi massa tentang kenaikan BBM menurut saya adalah sebuah isu untuk menggulingkan kekuasaan, bukan untuk memperjuangkan rakyat dan kemajuan bangsa Indonesia sendiri. Apa gunanya BBM murah jika pada akhirnya kita menjadi orang yang tergantung dengan minyak yang langka? Hal yang seharusnya dirubah adalah bagaimana perilaku kita dalam menghemat penggunaan BBM bukan menuntut harga BBM diturunkan.

Baru-baru ini saya mendengar tentang gerakan masyarakat pecinta air (egmca.org) yang menemukan teknologi baru untuk menghemat BBM. Juga berbagai berita tentang kreativitas seseorang dalam memanfaatkan BBM alternatif seperti gas sebagai BBM motor. Kesulitan BBM membuat mereka menggerakkan kreativitasnya dan hal inilah yang justru membantu masyarakat untuk semakin maju dan tidak bergantung pada sumber daya alam yang terbatas.

Lalu akankah gerakan massa mahasiswa berubah? Jika mahasiswa hanya mengutamakan kekerasan dan aksi massa anarkis, maka lambat laut simpati masyarakat akan berkurang. Mahasiswa bukan lagi agent of change tapi agent of terror. Hanya bisa menggulingkan tanpa bisa membangun, itulah calon pemimpin bangsa Indon esia dan semakin terpuruklah bangsa Indon esia.

Hai mahasiswa Indon esia, mana akal pikirmu? Jika hanya kekerasan, semua orang juga bisa melakukan kekerasan. Jika hanya bisa menekan pemerintah, semua orang juga bisa menekan pemerintah. Jika hanya bisa menggulingkan kekuasaan, tanpa menjadi mahasiswa pun orang bisa menggulingkan kekuasaan.

Suatu refleksi buat saya untuk kembali lagi ke masyarakat dalam Praktek Kerja Profesi, masyarakat kecil tidak membutuhkan demo, atau turunnya BBM. Mereka lebih membutuhkan tangan-tangan yang mendampingi mereka, mendengarkan keluh kesah mereka, melatih mereka untuk menyiasati beratnya hidup, memotivasi dan membuka kesempatan mereka untuk berkarya, melepas mental miskin dan ketergantungan dalam kemiskinan struktural, serta menjadi suara mereka yang nyaris tak terdengar oleh tong kosong para mahasiswa dalam aksi massanya.

Tags: , , , ,

Mood : Takut emoticon

16 Responses :


1. kenz Says:

Apa bedanya Andian Natipulu (Sekjen Pena 98) dengan Polisi? Mereka sama-sama saling tuding. Tapi yang lebih parah si Andian mengkambinghitamkan rakyat di balik insiden ini :

“Memang polisi selalu seperti itu. Kita tidak heran. Mereka tidak berani berkata jujur bahwa kepentingan yang menunggangi mahasiswa adalah kepentingan rakyat,” komentar Sekjen Pena 98 Adian Napitupulu yang juga ikut menyokong aksi-aksi Selasa kemarin itu, saat dihubungi detikcom, Rabu (25/6/2008) pukul 08.20 WIB.

“Itu upaya mencari kambing hitam. Untuk mempolisitir perjuangan perut rakyat. Mereka sudah sangat kejam,” lanjutnya.

Adian membantah bahwa aksi-aksi yang dilakukan massa aksi gabungan mahasiswa dari 18 kota itu disponsori partai-partai baik di parlemen atau pun yang baru berdiri. “Sejauh yang saya tahu, tidak ada. Kalau ada partai yang besar, tentu aksinya lebih besar,” tambahnya.

Aksi yang berujung rusuh pun, menurut Adian, merupakan bentuk kemarahan rakyat. “Itu massa rakyat. Sudah sulit diidentifikasi,” imbuhnya.
Sumber : Detik.Com

HAI ANDIAN, KENAPA RAKYAT KAMU KAMBING HITAMKAN ??! kemarahan rakyat? atau kemarahan kelompok massa Anda?



2. kips Says:

Diluar tindakan mengatasnamakan rakyat atau tidak, saya rasa yang paling penting mempertimbangkan dampak dari sesuatu yang diperbuat. Bagaimana pun perubahan yang terbaik itu muncul dari itikad dan prilaku masing2 individu. Oleh karena itu pertimbangan yg matang untuk melakukan sesuatu tindakan rasanya sangat penting, Saya yakin, rekan2 yang berprilaku seperti itu bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan untuk bertindak. Sekali lagi, pikirkanlah dulu sebelum berbuat he…



3. joko supriyanto Says:

pasti mahasiswa yg demo rusuh itu ndak punya blog :)
atau jangan2 pak dusen lupa ngajari demo yang baik dan benar yak :d



4. theira Says:

entah mereka ditunggangi ato engga, saya cuma bisa mengumpat. Inikah wajah orang berpendidikan di negara ini?
saya merasa citra mahasiswa sebagai agen pembangun edukasi dan penerus kemajemukan berpikir telah musnah.
saya tidak habis pikir darimana kekuatan untuk meruntuhkan pagar gedung DPR. Tidak habis pikir munculnya ide untuk memulai pembakaran mobil. Saya rasa itu tidak akan muncul di otak otak para pengemban tongkat estafet bangsa.
okelah, demo, saya juga pernah, tapi anarki? Hell not.
Absolutely bukan gaya masyarakat cerdas, saya setuju dengan anda mas.
well, saya juga ga bisa menyalahkan perorangan, mungkin juga ada perasaan emosional kolektif yang muncul pada saat demo. Saya juga pernah merasakannya..
well, mungkin sekarang mereka menyesal mas..
(hopely)



5. liph Says:

huahahahahaha….koq jadi ada soal PKP dalam artikelmu ini mas??
wah…aq jadi kangen dengan diskusi-diskusi seru yg seringkali terjadi di kelas minor pendidikan ;p
basically, aq stuju dengan pendapatmu mas!!
masyarakat kita kurang kreatip, mentang2 demo mhs waktu 98 menjadi titik tonggak reformasi trus menjamur deh demo2 yg gak jelas juntrungannya…ayo dong mhs Indonesia, kreatif dalam menyampaikan pesan..jangan melulu lewat demo dan kekerasan…dah basi lagee…
coba cari jalan laen, buktinya organisasi pemuda dulu gak sering demo yah buat merdeka ;p
kekerasan ntu gak bakalan bisa menyelesaikan masalah, apalagi demo yg isinya cuma teriak2, bakar ban dan buat keributan….lebih baik para mhs berjuang dan berpikir bagaimana mereka suatu saat bisa menjadi orang yang membuat kebijakan jika mereka ingin membuat indonesia menjadi lebih baik
sudah saatnya para pemegang dan pembuat kebijakan diisi dengan para jiwa2 muda yang mampu berpikir kritis!!!
marilah kita menyerukan aspirasi dengan damai dan tanpa kekerasan!!

ps. mas minta ijin buat ngelink blogmu yah….



6. poLDARI kABUL Says:

cOY, SAYA MAU TANYA APA YANG KAMU MKSUD DGN anarkis????jangan sampai kita mengunakan kata-kata yang kita tidak tw maknanya…ingat bhwa penolakan kenaikan BBm lbh berdmpak kpd rakyat drpd kita hanya duduk diam n mencla aksi mahswa…tindkan brutal mhasw sllu di salahkan tapi tindakan refresif aparat atas nama hukum sllu di benarkan….apakah membuat robot penemuan lain itu berdampak lgsg kepeda rakyat…apakah dgn itu akn mengurngi kemiskinan???apa yang tlh kamu lakukn shgg brni mengumpat grkan mhsw????beljar yg baik dibangku kuliah n stlah itu lulus dgn cum laude n krja, mnikah n px anak….itu hdup yg kamumksud????



7. Ya'Asurandi Says:

Makan berapa kali sehari ? tidur berapa jam sehari ? ke kampus naek kendaraan apa ? kalo masih merasa nyaman, jangan komentar tentang gerakan mahasiswa ya. mereka jauh lebih pintar daripada yang ngaku intelek tapi cuma omong doang dan mencaci kami ..heee. Wahai yang punya blog, belajar dulu apa itu gerakan mahasiswa baru boleh komen. Kalo masih belum ….belajar lagi dan rasakan penderitaan rakyat.



8. ahmad Says:

@6
saya prihatin dengan pemikiran anda? mahasiswa seharusnya pakai otak dan punya wawasan yang luas. Mengurangi kemiskinan tidak perlu berdemo. Anda sepertinya berpikiran sempit? Kalau memang Anda mahasiswa yang tidak ingin duduk diam dan mengurangi kemiskinan, seharusnya Anda turun langsung ke lapangan (masyarakat). Berdayakan mereka! Jangan cuma pake mulut doang… basi tau.

@7
yang ini juga, pikiran sempit… keluhuran manusia itu ada di otak mas, bukan di dengkul yang sampean pake buat berdemo!



9. mfajrinet Says:

Bukan bro.. mungkin karena mereka dah pada lulus semua, dan mo siap-siap melamar jadi PNS ;)



10. kishandono Says:

ditunggangi mungkin



11. don Says:

memang sungguh picik akal pikiranmu…
kau pikir mahasiswa hanya bisa itu saja?
kau pikir mahasiswa hanya anarkis?
kau pikir mahasiswa menebar ketakutan?
bercerminlah wahai saudaraku!!!!!!
bukalah lembar sejarah lampau…
aksi pergerakan mahasiswa tahun di era penjajahan belanda dan jepang,siapa yg memukul mundur belanda dari tanah air kita kalau bukan para mahasiswa dan pemuda?
kau pikir apa mahasiswa itu?
jngan kau melihat dari satu sisi/aspek saja…
coba kau lihat rakyat miskin,para gelandangan di jalan2!!!!lihatlah!!
siapa yg bertanggung jawab atas kehidupanya??pemerintah telah berjanji dalam dasar negara indonesia,bahwa fakir miskin dan anak2 terlantar di pelihara oleh negara…
apa yg bisa anda lakukan melihat hal itu??



12. kenz Says:

@11
saya kasihan sama kamu, mungkin semua disini bisa melihat siapa yang picik :D

hai mahasiswa,
yang mengaku punya otak dan kepedulian,
baca lagi konteks dari tulisan ini, peristiwa apa yang melatarbelakanginya,
jangan asal komentar yang gak mutu.

toh pertanyaan ini seharusnya anda jawab sendiri :

APA YANG ANDA LAKUKAN BUAT MEREKA YANG TERSINGKIR?

hanya bisa berdemo dan anarkis?
atau turun ke lapangan dan membuat mereka keluar dari lingkaran setan kemiskinan tanpa kekerasan?

itu pilihan.



13. andreas Says:

menurut saya aksi massa dan demo harus terus dilakukan.
tapi aksi mahasiswa ngawur pake kekerasan, merugikan citra gerakan mahasiswa. demikian juga dalam kasus bbm, merugikan gerakan rakyat lainnya petani, buruh, miskin kota yang juga menyatakan sikapnya menentang kebijakan sby. juga memberi peluang pemerintah untuk mempolitisir untuk kepentingannya



14. rony Says:

Assalamu’alaikum wr.Wb
Salam silaturrahim, ni roni mahasiswa STAI Assalamiyah Jawilan, aku lagi kehilangan data, kalo bisa tolong jelaskan tentang menejemen aksi, Syukron balas



15. daft Says:

pergerakan mahasiswa sekarang kebanyakan hanya omong kosong tanpa solusi.



16. fajar Says:

Sori,,, Klu Q juga ksih Komen,,,

Q juga sering Ikut Aksi,,,, yg Mnentang,, Kebijakan Pemerintah yg sering melengserkan Rakyat,, Kecill,,,,,,,,

dan Sori,, Klu Persoalan Mahasiswa Itu Anarkis,, Jgn Salahkan Kami Dong,,,,

Salahin Itu elit Negeri Ini,, ini akn Negara Demokrasi,,, Ketika Kita Menyampaikan KEluhan Rakyat,, Ko Malah DI CUEKIN?????

jdi Alternatif trahir spya mereka Bisa Dnegar,, Yahmm Rusuh Ajha,,,,, Coba Klu KEluhan Kita Di dengar dan Kemudian Di Jadikan Bahan Perimbangan mungkin Mahasiswa Tidak akn RUsuh,,

Bukan Bgtu ,,

Hidup Mahasiswa,,



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzKENZ.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 13556 days
Emotional
78.2%
Bioritme Status
Physical
63.1%
Bioritme Status
Intellectual
-97.2%
Bioritme Status





Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

27q. 0.109s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia