pakupaku
Friday, 01.01.2010 11:38

01.01.2010

Posted on Faith.

Saya terbangun dari tidur panjang saya, dan tanggal menunjukkan 01.01.2010. Tidur yang terlalu panjang, hampir 3 tahun lamanya. Tidur dengan mimpi buruk yang amat sangat melelahkan.

Saya bersyukur bisa tersadar dari mimpi buruk ini. Suatu mimpi yang sangat menyakitkan tentang kehilangan, ketidaksiapan, pertentangan, kepalsuan cinta, napsu manusiawi, perselingkuhan dan pengkhianatan. Semua kisah tergambar bak sinetron-sinetron, dan semua terungkap dalam lagu-lagu cinta duniawi. Meski banyak cinta di mimpi itu, namun tak satupun cinta sejati yang  saya dapatkan.

faith 01.01.2010

Sejak kepergian ayahanda tiga tahun yang lalu, saya sadar bahwa saya mengalami goncangan batin karena kehilangan figur yang amat saya banggakan sekaligus suatu struktur pondasi yang selama ini menopang prinsip-prinsip hidup saya. Proses itu terpotong begitu saja, ilmu tentang kehidupan belum selesai beliau turunkan kepada saya.
Masa itu saya harus belajar hidup sendirian, beliau hanya meninggalkan pesan dan restu terakhir “lakukanlah yang terbaik apa yang menurutmu baik”. Masa kehilangan yang membuat saya goyah, kehilangan seorang guru yang menilai seberapa kekuatan saya di pertandingan hidup. Sejak itu hitam adalah pakaian saya.

Secara tak sadar, jiwa saya mencari-cari penopang hidup, dan saya menemukan beberapa orang yang saya cintai dan berharap agar mereka menjadi penopang prinsip-prinsip hidup saya dan menjadi teman perjalanan sepanjang hidup saya.

Tahun 2006, saya memulai sebuah perjalanan dengan seorang wanita, saya bangun pondasi saya dan juga pondasi bersama untuk sebuah tujuan dan masa depan. Namun pondasi itu begitu rapuh, rupanya kesamaan keyakinan belum menjamin suatu relasi yang saling membangun. Ketidakpercayaan dan ketidakmatangan membuat kami berdua berbeda arah pandang dan harus memisahkan diri untuk berjalan dalam jalan masing-masing. Suatu hubungan yang melelahkan karena penuh tuntutan dan ketakutan-ketakutan yang sebenarnya tidak perlu.

Tahun 2007, saya memutuskan untuk melanjutkan studi saya, suatu panggilan hidup yang saya kenal dalam nurani dan pengalaman saya. Suatu keputusan yang juga menjadi momentum untuk mengorbankan suatu relasi terdahulu karena ketidaksamaan arah pandang.

Kehilangan itu tidak begitu lama, karena di akhir tahun saya menemukan seorang sosok yang memiliki getaran cukup kuat, yang saya yakini sebagai bagian dari takdir hidup saya karena firasat yang saya dapatkan sebelumnya. Anehnya, sebelum memulai perjalanan bersama dia, saya dihadapkan pada visualisasi sebuah cawan dan harus meminum cawan itu tanpa ada pilihan lain.

Cawan dalam tradisi Yahudi, adalah lambang penderitaan akibat dari murka Allah. Suatu penderitaan yang harus ditanggung karena dosa-dosa di masa lampau. Penglihatan ini cukup kuat yang membuat saya ketakutan dengan apa yang akan saya hadapi. Sebuah sms saya kirimkan pada seorang sahabat, sebuah sms agar dia mau berdoa bagi saya untuk sebuah perjalanan yang harus saya tempuh.

Perjalanan itu dimulai pada tahun 2008, dan awal hubungan ini memang diawali oleh penderitaan yang tidak pernah saya alami sebelumnya. Suatu perjuangan untuk menguji semua sifat-sifat dan prinsip-prinsip yang melekat dalam diri saya. Di sisi lain, secara positif saya juga menemukan pola-pola baru dari hubungan ini. Banyak pengalaman luar biasa yang tidak pernah saya alami sebelumnya, baik suatu kesenangan ataupun kesakitan.

Suatu perjalanan yang sudah menjadi suratan takdir, sehingga bagaimanapun saya berusaha untuk keluar, tetapi selalu saja gagal karena hati saya sudah terikat disana. Saya menemukan satu sosok yang istimewa, sosok tiga pribadi dalam satu jiwa, sosok ideal yang saya cari selama ini. Saya mulai membangun pondasi untuk masa depan saya diatasnya. Saya pun merancang suatu rancangan keselamatannya menurut saya sendiri.

Rancangan saya gagal, saya tidak memperbaiki apapun, bahkan seluruh energi saya habis untuk sesuatu yang tidak jelas, begitupula dengan pondasi yang saya buat dihancurkannya dengan mudah. Sepanjang tahun 2008-2009, saya merasa berada dalam padang pasir, begitu haus dan lelah, namun semua tujuan yang saya kejar ternyata hanya fatamorgana. Masalah keluarga, kuliah, pekerjaan semua menjadi satu gempa yang menggoncang diri saya. Puncaknya adalah ketika dia meninggalkan saya di titik dasar dari kejatuhan saya.

Penderitaan yang begitu lengkap, saya tidak percaya, seseorang yang saya pegang untuk saya jadikan pondasi penopang hidup begitu mudahnya beralih peran 180 derajat. Kata-katanya di sepanjang perjalanan tidak lagi bermakna, dan hatinya tidak lagi saya ketahui kemana arahnya. Dia sudah berubah, bukan lagi orang yang saya kenal, hatinya bukan lagi untuk saya. Suatu hal yang saya maknai sebagai suatu pengkhianatan, dimana ia bisa tertawa ketika saya menangis. Mungkin saya salah memaknai namun mata saya terbatas melihat apa yang tampak dari luar.

Berbulan-bulan saya mencoba untuk menyembuhkan jiwa saya, namun Tuhan ijinkan semua penderitaan itu dalam hidup saya. Sakit hati yang paling sakit, dan tubuh saya tidak bisa menyembunyikan itu semua. Saya seperti pecundang yang dipermalukan olehnya. Ketidakpercayaan dengan apa yang terjadi membuat saya berada dalam ruang kosong selama berbulan-bulan, hanya ada saya, tembok dan Tuhan.

Segala sesuatu ada masanya, dan ada masanya saya menyerah pasrah pada Sang Pemilik Hidup. TanganNYA yang berbelas kasih itupun segera turun. Permasalahan hidup saya dipulihkan dengan cara yang ajaib. Tidak hanya pertolongan, Sang Pemilik Hidup itu menjelaskan banyak pelajaran hidup pada saya. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini, semua terancang begitu sempurna.

Mimpi saya di awal tahun 2009, sepertinya tergenapi semalam. Saya mendapati diri saya terkapar dalam sebuah tempat tidur, dan hanya bisa memandangi dia pergi bersenang-senang bersama yang lain untuk melihat pesta kembang api. Kini semua sudah jelas, kesenangan dan kemudahanlah yang ia butuhkan diantara hidupnya yang sulit, dan saya tidak bisa menjanjikan itu semua. Orang yang mengatakan jangan pergi ternyata adalah orang yang akan mengusir kita pergi. Sesuatu yang sangat pahit, tetapi sungguh bahwa mungkin selama ini dia tidak pernah tahu dan sadar apa yang telah dilakukannya. Semua memang harus terjadi demikian untuk sebuah proses pemaknaan hidup dalam diri saya atau dalam dirinya.

Hari ini, adalah suatu hari yang baru. Saatnya saya bangun dari mimpi buruk saya dan meninggalkan semua kepahitan itu. Saatnya saya berdiri kembali dengan kekuatan yang saya peroleh daripadaNYA. Tahun 2010 adalah awal baru, masa kemenangan dari sebuah cawan yang saya minum sebelumnya. Tiga tahun masa penebusan besar sudah berakhir. Saatnya adalah masa untuk berkarya, memfokuskan energi untuk hal-hal yang berguna bagi kehidupan. Saatnya untuk membagikan anugerah yang telah saya terima dari pengalaman sebelumnya untuk orang lain yang membutuhkan. Saya percaya Allah akan tetap menyertai saya dan membantu saya untuk menjalani perjalanan demi perjalanan ini.

“Matamu melihat semua kemampuanku, Dan dalam kitabMu semuanya tertulis, Engkau telah melihat semua realitas pahitku, Sebelum satupun daripadanya menyentuhku, Engkau berikan kepadaku kemampuan untuk menghadapinya.” (Saduran bagian dari Mazmur 139)

Sebuah refleksi pribadi, menyambut tahun 2010.
Lereng Kaliurang, 01.01.2010

Mood : Senang emoticon

8 Responses :


1. FX. Eko Budi K. Says:

Selamat bangkit kembali Mas Kenz. Saya mendukung Anda. GBU



2. ericova Says:

turrut bersedih mas..tapi jangan bersedih dalam penderitaan terus perlu bangkit dan menjalani kehidupan :)



3. bramNih Says:

Tuhan memang tidak pernah tidur. Dan Dia selalu menguji.



4. Jeng Toet Says:

Hayoooooooooo.. Hahahahahahahahaha.. Telat aku bacanya, coba dr kmrn2 aku baca, pasti komenku ga akan basi..:p



5. e2tc Says:

sukses utk anda



6. Elsa Says:

wah begitu banyak penderitaan dalam hidup.
sebaiknya yang dihitung jangan penderitaannya.
di sisi yang lain, pasti ada kenikmatan juga kan?
yah mungkin gak sebanyak penderitaannya, tapi kan lebih baik menghitung nikmat yang sudah diterima dibanding menghitung penderitaannya.

turut bersedih atas kehilangan ayahanda tercinta



7. Robles34Mamie Says:

One understands that men’s life seems to be high priced, nevertheless we need cash for various stuff and not every one gets big sums cash. Thus to receive good loans or just short term loan would be a right way out.



8. pus Says:

boleh tahu lebih jelasnya bagaimana cara anda akhirnya bisa melalui itu semua? saya sedang butuh pencerahan juga nih.. thanks.



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzOktavianus Ken Manungkarjono.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 11096 days
Emotional
97.5%
Bioritme Status
Physical
39.8%
Bioritme Status
Intellectual
99.9%
Bioritme Status





PulsaSuper
Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

29q. 0.388s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia