Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) merupakan alat transportasi favorit dan ideal bagi para komuter Jogja – Solo. Apalagi saat ini Kereta Api Prameks memiliki stasiun di Bandara Adi Sucipto sehingga alat transportasi darat ini juga dapat menghubungkan orang-orang yang ingin menggunakan alat transportasi udara, begitu pula sebaliknya. Antusias para pengguna KA Prameks sangat terlihat pada hari Libur/Akhir Pekan sehingga kereta ini akan selalu penuh sesak, terkadang berdiri pun harus berjejer seperti ikan pindang.

Sayangnya budaya tertib orang Indonesia belum terbentuk, buktinya para penumpang yang naik saling berebut dan bahkan tidak memberi kesempatan pada penumpang yang ingin turun. Saya dan dosen saya pernah mengalami hal itu, beliau yang sudah merasakan layanan kereta api cepat di luar negeri hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan para penumpang di Indonesia.
Di Hongkong atau Singapura, para penumpang sangat tertib. Mereka akan memberi kesempatan penumpang di atas kereta untuk turun terlebih dahulu, baru kemudian mereka naik ke dalam kereta. Mungkin di Indonesia, para satpam atau para relawan harus memberikan edukasi pada para penumpang yang akan naik ketika kereta akan tiba agar terbentuk suatu budaya yang tertib dan beradab.

