pakupaku

Monday, 23.01.2006 [ Journey ]

26 Juli 2005
Kami kembali menyusuri jalanan di kawasan Litle India. Dalam perjalanan itu saya akhirnya menemukan pasar barang-barang bekas. Ternyata ada juga disini, hampir mirip seperti pasar barang bekas di negeri saya.

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2]

Tujuan selanjutnya adalah Clarke Quay, sebuah wisata di tepi sungai. Air sungainya tidak berbeda dengan air sungai di dekat rumahku. Hanya saja, saya tidak menemukan sedikit sampah dalam sungai tersebut. Kok bisa ya?
Di tepian sungai, berjajar tempat makan yang tertata dengan rapih dan diwarnai dengan apik. Ada juga wisata naik perahu diatas sungai yang bersih ini.

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2]

Saya tertarik dengan dua besi yang menjulang, awalnya saya mengira itu bugee jumping. Tapi ternyata itu lebih parah dari yang saya perkirakan.

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2]

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2]

Saya melihat dua orang turis memasuki ruangan semacam tabung. Lalu sesuatu yang tak pernah saya pikirkan pun terjadi. Tabung itu dilontarkan ke udara dengan cepat, lalu diputar berpilin -pilin ke atas dan kebawah. hek geilaa saya tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya ada di dalam sana.

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2]

Jam 5 Sore seorang teman kami bergabung di sebuah stasiun. Lalu kami menyempatkan diri mampir ke China Town untuk membeli oleh-oleh. Saya pun menyempatkan membeli beberapa cinderamata, postcard dan jilbab untuk oleh-oleh teman saya di Indonesia.

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2]

Ketika hari menjelang petang, kami menyempatkan makan di Food Court Harbour Front lalu kami naik kereta gantung dari Harbour Front menuju pulau Sentosa.
Kurang lebih 15 menit kami terayun-ayun di udara menikmati pemandangan kota Singapura dari ketinggian. Kalau tidak salah tiketnya $SG 11 untuk pulang pergi.

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2]

Tiba di pulau Sentosa, kami berlari-lari ke tempat dimana pertunjukan Musical Fountain akan dipertontonkan. Ternyata tempat yang seperti setengah stadiun kecil itu sudah dipenuhi ratusan penonton. Tempat duduknya yang strategis sudah penuh, sehingga kami terpaksa duduk di bagian samping. Tepat jam 18.00 pertunjukan dimulai. Perpaduan air mancur, sinar laser dan musik 3 dimensi itu menghasilkan suatu animasi kartun yang memukau saya.

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2]

Pertunjukan spektakuler itupun diakhiri dengan sorotan laser dari Patung Merlion Raksasa. Keren banget eui !

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2]

Setelah pertunjukan berakhir kami bermain-main bersama tangga berjalan. Saya berpikir keras, bagaimana mekanisme tangga berjalan yang bisa bergerak cepat jika dinaiki, namun melambat jika tidak ada orang. Memang sih saya menemukan detektor sinar infra merah dan panel pijakan di tangga itu yang diduga sebagai triger dari gerakan itu. Beberapa gerakan meloncati kedua sensorpun kami lakukan, tapi tetap saja tidak ada efeknya. Gara- gara keasyikan bermain, kami ketinggalan naik Sky Tower yang bisa melihat pemandangan kota Singapore dari ketinggian tertentu.

Pulang dari Pulau Sentosa, kami menghabiskan malam terakhir di esplanade. Lampu-lampu gedung pencakar langit di kota ini menciptakan sebuah pemandangan kota yang sangat indah.

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2]

Jadi teringat waktu di HK, saya juga menghabiskan malam terakhir di Kowloon Public Pier. Pemandanganya pun sama indahnya. Bedanya kalau di HK jam 10 malam saya diusir oleh petugas karena tempatnya akan ditutup, sedangkan di Sg tidak ada jam malam. Saya dan teman-teman memuaskan diri memandangi tempat ini sampai tengah malam. Dengan MRT terakhir dari Rafles Place kami pulang.

27 Juli 2005
Pagi itu saya bangun jam 5 pagi. Mandi lalu packing barang-barang ke carier. Jam 8 pagi saya dan teman saya sudah dalam perjalanan di MRT menuju Harbour Front. Kami tidak sempat sarapan pagi, jadi kita beli roti saja. Harbour Front menjadi tempat perpisahan saya dengan teman-teman di Sg. Sebelum meninggalkan tanah di negeri ini, saya berharap suatu saat bisa kembali lagi kesini. Amin.

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2]

Rupanya saya kelelahan di kapal dan tertidur, saya bangun ketika kapal sudah mendekati pelabuhan Batam. Sebuah perbedaan suasana yang sangat mencolok, mulai melihat lagi sampah yang berserakan, mulai melihat lagi budaya yang semrawut dan tanda-tanda itu membuat saya yakin bahwa saya sudah pulang.

Setelah makan di Bandara Hang Nadin, saya kembali ke Jakarta. Sampai di Bandara Cengkareng jam 15.30, lalu dengan taksi saya langsung menuju stasiun Gambir dan melanjutkan perjalanan dengan Kereta Cirebon Express ke kota kelahiranku. Dua hari di Cirebon untuk melepas lelah bersama orang tua, dan tanggal 30 pagi saya melanjutkan perjalanan 7jam bermotor menuju Yogyakarta, kota perhentian terakhir.

Catatan Perjalanan :

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2];

Singapura, sebuah negeri kecil dengan masyarakat multietnis dan multibudaya yang hidup saling berdampingan satu sama lain. Sebuah perpaduan budaya Timur dan Barat, tradisional dan modern dalam satu negeri. Negeri ini bukan negeri yang mengaku negeri religius, namun saya menemukan sebuah peradaban disini. Peradaban yang penuh keteraturan karena hukum ditegakkan. Tempat dimana saya bisa berjalan kaki dengan aman dan nyaman. Tempat dimana saya tidak merasakan takut akan sistem diskriminasi ras, agama ataupun kelompok. Semoga akan terus seperti itu, dan saya akan kembali memimpikan negeri saya menjadi seperti itu.

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [2]

Beberapa Pelajaran Perjalanan :
- Lain kali saya akan menggunakan jalur legal saja deh, daripada dihantui dengan rasa was-was dan takut.

- Sudah dua kali saya berurusan dengan imigrasi. Hal yang perlu saya pastikan esok hari, untuk menulis alamat tujuan ataupun referensi dengan lengkap. Juga untuk mencukur rambut di atas bibir dan dagu agar tidak dipersepsikan yang tidak-tidak.

- Saya kehilangan beberapa dokumentasi momen yang cukup penting, hanya karena baterai kamera yang cepat habis. Mungkin lain kali harus membawa banyak cadangan baterai.

- Penjagaan keamanan di Sg sangat ketat, kamera metal dan tripod saya selalu terdeteksi mesin detektor logam di mall – mall. Ganti kamera plastik aja kali yah ;)

ps: Buat mba Na.ga. hahaha. Selamat berlibur semoga selamat sampai di Jakarta lagi ya, Pebruari adekmu ke Jakarta ambil oleh-olehnya.


Posted by Kenz at 9:18 on Catatan Hanging | 6 Comments |
Saturday, 21.01.2006 [ Journey ]

Entah angin apa yang membawa saya kali ini, saya sudah terduduk di pesawat Boeing 737 Lion Air yang telah bersiap melakukan take off menuju Batam. Padahal saya baru saja menginjakkan kaki di Jakarta dengan Kereta Senja Utama Yogyakarta pagi itu.

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [1]

Hujan menyambut kedatangan saya di Bandara Udara Hang Nadim Pukul 14.57 BBWI. Seorang sopir taksi langganan teman saya sudah menunggu kami dan mengantarkan kami ke pelabuhan Batam Center Point. Banyak sekali calo yang bisa mengantarkan kita melalui jalur ‘tikus’ untuk menghemat biaya imigrasi. Mereka menggunakan kode-kode bahasa tubuh tertentu untuk koordinasi dengan petugas imigrasi.

Kami membeli tiket ferry Batam Fast BATAM – SG – BATAM. Harganya $20 untuk pulang pergi. Ada diskon pada masa promosi sehingga kita hanya membayar $15 untuk pulang pergi Indonesia Singapura.

journey  Singapura : Negeri Diantara Barat dan Timur [1]

Read the rest of this entry »


Posted by Kenz at 9:01 on Catatan Hanging | 3 Comments |


pakupaku

kenzKENZ.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 11793 days
Emotional
90.1%
Bioritme Status
Physical
-99.8%
Bioritme Status
Intellectual
75.6%
Bioritme Status

SideNotes
January 1st 2012
Fakultas Psikologi UGM
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

January 1st 2012
UKP Psikologi UGM
Unit Konsultasi Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

March 28th 2009
The Science Of Ghosts
Situs ini membahas tentang hantu dan penampakannya dari sudut pandang ilmiah.

More SideNotes »




Shout Box
Nama :
Email :
URL Blog :
Message :
NID

Recent Comments
February 1, 2012
6 days 4 hours
KODE ETIK BLOGGER INDONESIA
harus beretika.. by hidayat

January 24, 2012
14 days 12 hours
Ketika Mereka Chatting dengan Asri (Chatbot)
Aplikasinya menarik :) Sudah bisa diunduh untuk dicoba kah ? by Agung Kurniawan

January 20, 2012
18 days 0 hours
45 Butir Pengamalan Pancasila
sIapa yang gak hafal pancasila… bRrti bukan orang INDONESIA… Hekehehehe by Rizal

January 17, 2012
21 days 0 hours
45 Butir Pengamalan Pancasila
suwon yaaaa,,,, udh bantuin bwat ngerjain tugassss,,, thanks bgt,,, bwat pancasila,,, dan indonesiaq tercintaq ini,,, MAJUUU... by lesrariii

January 13, 2012
25 days 9 hours
45 Butir Pengamalan Pancasila
tidak ada di DUNIA dasar negara sacakap NEGARA kita mengapa sekarang se olah2dilupakan oleh apatratur NEGARA kalau saja... by aliu can


PulsaSuper

PulsaChips
Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

28q. 0.482s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia