Friday, 02.06.2006
[
Social Life ]
Mungkin kesibukan saling menyalahkan dan mengecam satu sama lain sudah menjadi kekhasan bangsa kita dalam menghadapi berbagai bencana yang silih berganti. Beberapa waktu yang lalu, seorang artis mengecam pengendara mobil mewah yang tidak mau berhenti menyumbangkan uang bagi korban Gempa Jogja. Bagaimana jika pengendara itu memang tidak membawa uang? Atau mungkin dia memilih menyumbang uang melalui bank dalam jumlah yang lebih besar?
Ada lagi seorang tokoh politik yang menyalahkan pejabat karena banyak pejabat yang tidak mau datang ke lokasi bencana untuk memberikan empati kepada korban? Tetapi ketika giliran pejabat datang ke lokasi bencana, media memberitakan bahwa kedatangannya tidak berguna dan menganggu kelangsungan proses evakuasi korban. Jika Anda jadi pejabat apa yang ada lakukan? Begini disalahkan, begitu disalahkan?
Beberapa orang yang katanya ahli dalam masalah penanganan bencana, hanya bicara, dan bicara di televisi dan radio. Lagi – lagi menyalahkan prosedur birokrasi, ataupun kesalahan sistem manajemen penanganan bencana yang dilakukan oleh banyak pihak. Saya tidak tahu apakah hal yang mereka bicarakan itu akan memecahkan masalah?
Read the rest of this entry »
Posted by
Kenz at 1:15 on
Catatan Hanging |
3 Comments |
Tuesday, 30.05.2006
[
Social Life ]
Pagi ini kedua adek saya berangkat ke Bantul dan Jalan Parangtritis untuk menjadi relawan korban bencana gempa Jogja. Sore hari ini, adek saya perempuan sudah pulang dengan badan basah kuyup karena harus menerjang hujan dalam perjalanan Bantul – Jogja. Saya sungguh kagum dengan semangat para mahasiswa yang memilih untuk tidak pulang ke daerah asalnya namun menjadi sukarelawan korban gempa. Begitu banyak orang masih peduli dengan sesamanya yang sedang tertimpa musibah.
Namun di lain pihak, saya prihatin sekali dengan fenomena-fenomena amoral, amanusiawi dan egoisme sekelompok orang, baik yang diceritakan dari pengalaman adek saya, maupun cerita-cerita dari para korban gempa itu sendiri. Adapun fenomena-fenomena tersebut yaitu :
Read the rest of this entry »
Posted by
Kenz at 0:25 on
Catatan Hanging |
7 Comments |
Thursday, 23.02.2006
[
Psychology ]
Sore ini, seorang anak kecil yang berbaju ‘kucel’ mendekati saya yang sedang berhenti menunggu lampu lalu lintas di suatu perempatan. Tampangnya lucu mirip photo saya waktu kecil dulu, lengkap dengan ‘umbel’ yang menetes ala anak kecil. Telapak tangan kanannya membuka dengan posisi meminta, sedangkan telapak kirinya menarik-narik celana jins saya. Tanpa kata, dia menunjukkan wajah memelasnya.
Saat itu benar-benar saat yang menegangkan bagi saya. Dua pilihan gerakan motorik sudah saya siapkan, mengambil uang receh di kantung celana saya, atau menggerakkan sedikit saja kelima jari saya sebagai tanda menolak. Rupanya gerakan motorik kelima jari lebih mudah saya lakukan beberapa tahun terakhir ini. Entahlah sudah berapa kali saya mengambil keputusan yang berlawanan dengan rasa belas kasihan.
Read the rest of this entry »
Posted by
Kenz at 22:01 on
Catatan Hanging |
7 Comments |