Wednesday, 14.11.2007
[
Social Life ]
Kemaren pagi, teman kuliah saya uring-uringan di kelas. Pagi itu handphonenya dicopet di bus kota yang mengantarkannya ke kampus. Rasanya belum lama saya mendapat kabar jika seorang teman saya kecopetan. Beberapa hari yang lalu saya juga membaca berita tentang korban pencopetan di bus kota. Ketika saya membuka pembicaraan tentang copet di kantin, lalu mengalirlah cerita aksi-aksi pencopetan di atas bus kota di Yogyakarta yang membuat trauma teman-teman saya.
Benarkah bus kota di Yogyakarta adalah kantor bagi para pencopet? Saya rasa hampir semua pengguna bus kota di Yogyakarta pernah mengalami pengalaman buruk bersama para pencopet sialan itu, termasuk saya. Jangan salahkan saya, dan teman-teman jika pada akhirnya tidak begitu tertarik naik bus kota. Lebih baik membeli kendaraan pribadi, selain bebas dari pencopetan juga dapat langsung mencapai tempat tujuan dengan cepat.

Masalahnya sekarang adalah banyaknya kendaraan pribadi malah membuat kemacetan di jalan-jalan kota Yogyakarta. Cobalah lewat jalan Affandi pada jam 4-5 sore atau jalan Kaliurang menuju UGM pada jam 4-5 sore. Anda akan merasakan kemacetan di kota Yogyakarta. Kemacetan karena ruas jalan yang tidak lagi bisa menampung banyaknya kendaraan bermotor. Transportasi masal menjadi solusi untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor di jalanan kota Yogyakarta. Namun kenyataannya, transportasi masal seperti bus kota justru adalah transportasi yang tidak nyaman dan tidak aman, bahkan saat ini sudah seperti kantor (tempat bekerja) bagi para pencopet.
Kembali ke masalah pencopetan, para pencopet di bus kota Yogyakarta cenderung bekerja secara berkelompok terdiri dari 2-4 orang. Selain dapat bekerja sama satu sama lain, kerja kelompok menambah keberanian dan kepercayaan diri mereka. Beberapa trik aksi pencopetan yang biasa mereka lakukan di bus kota adalah sebagai berikut :
Read the rest of this entry »
Posted by
Kenz at 16:34 on
Catatan Hanging |
15 Comments |
Wednesday, 30.05.2007
[
Social Life ]
Setahun yang lalu, 27 Mei 2006 5:55 WIB, sebuah gempa bumi besar kembali menghancur leburkan salah satu wilayah di negeri ini. Gempa bumi berkekuatan 5.9 SR itu menguncang-guncang bumi Yogyakarta dan sekitarnya selama hampir 1 menit. Ribuan jiwa melayang, ribuan bangunan runtuh, ribuan orang jadi korban luka dan jutaan orang menjadi korban trauma.

Bapak kehilangan anak, ibu kehilangan bapak, dan anak kehilangan bapak dan ibunya. Lolongan tangisan terdengar diantara bangkai-bangkai manusia yang tertimpa runtuhan. Kehilangan benda dan kehilangan nyawa tak lagi penting dibedakan. Rasa sakit atas tubuh bercampur aduk dengan rasa sakit jiwa.
Tidak cukup sampai disitu saja, gempa ini ternyata menyebar dengan cepat, bahkan daya jangkaunya sampai ke pelosok-pelosok negeri di dunia. Manusia Indonesia pun kembali mengalami gempa besar.
Read the rest of this entry »
Posted by
Kenz at 12:43 on
Catatan Hanging |
12 Comments |
Friday, 09.02.2007
[
Social Life ]
Baru-baru ini seorang teman saya kembali menceritakan sebuah kisah tentang penyebar HIV di suatu tempat perbelanjaan dan bioskop di kota Jogjakarta. Cerita yang meresahkan tersebut sudah beberapa kali saya dengar dari teman-teman yang lainnya. Inti ceritanya mirip seperti hoax yang pernah saya baca dalam milis lima tahun silam, yaitu penyebaran HIV dengan menggunakan jarum suntik yang diletakkan di bangku sebuah tempat duduk bioskop di India. Meskipun sempat ngeri mendengarnya dan sedikit resah, namun saya masih menganggap berita di milis itu adalah sebuah hoax atau berita bohong yang disusun sedemikian rupa sehingga tampak benar adanya.
Kini lima tahun berlalu, isu ini muncul justru di kota tempat saya tinggal yaitu Jogjakarta. Teman di kampus, teman tetangga, dan teman di komunitas membicarakan cerita ini ketika mereka mengetahui saya ingin pergi ke bioskop tersebut. Saya masih berpandangan hal ini adalah hoax yang disebarkan oleh oknum tertentu baik sebagai tujuan bisnis maupun politik. Hal ini juga pernah dituliskan di detik.com dalam berita yang berjudul Penularan HIV Lewat Jarum Suntik di Bioskop Tidak Mungkin. Saya pun tetap datang ke bioskop tersebut dan menikmati film seperti biasanya, meskipun saya jadi lebih hati-hati ketika akan duduk di bioskop tersebut.
Namun pandangan saya mulai sedikit berubah, ketika membaca pengusutan yang dilakukan oleh Fay dalam forum Blogfam yang berjudul Sisi Gelap atau ketidaksengajaan pengidap HIV?
Read the rest of this entry »
Posted by
Kenz at 14:54 on
Catatan Hanging |
30 Comments |
Tuesday, 06.02.2007
[
Ergonomics ]
Beberapa minggu yang lalu saya melakukan transaksi keuangan di Bank Mandiri Sekip Jogjakarta. Hal yang saya suka di bank ini yaitu pelayanan satpamnya yang ramah-ramah. Mereka tidak segan membukakan pintu, mengucapkan selamat datang pada pengunjung, ataupun membantu mengarahkan pengunjung sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.
Saya sendiri adalah orang yang jarang datang ke bank, kegiatan transaksi keuangan saya lakukan menggunakan ATM (Anjungan Tunai Mandiri), sms ataupun internet sehingga tidak perlu mengantri di bank. Saya paling malas mengantri terlalu lama karena hanya akan membuang waktu. Namun jikapun terpaksa mengantri, saya mengusir kebosanan dengan mengamati perilaku orang-orang dalam ruangan ini ataupun menebak-nebak posisi kamera CCTV yang tersembuyi di ruangan ini.
Pada kunjungan kali ini, saya melihat ada sedikit perubahan dalam desain tata ruang bank ini. Perubahan tersebut berupa adanya jalan akses lain ke ruang ATM di samping bank ini. Tepat di pojok jalan akses ini ditempatkan beberapa kursi yang mengarah ke meja kasir sehingga dapat dipastikan bahwa seseorang yang duduk disitu akan mendapatkan pemandangan nasabah yang sedang bertransaksi dengan kasir.
Read the rest of this entry »
Posted by
Kenz at 15:45 on
Catatan Hanging |
15 Comments |
Tuesday, 30.01.2007
[
Journey ]
Durian, buah ini menyimpan kelezatan dibalik duri-duri tajamnya. Bulan Desember-Februari adalah musim buah ini. Saya bukan penggemar berat durian, tapi kebiasaan bapak saya yang suka membeli durian tempo hari membuat saya sering ketagihan untuk mencicipi kenikmatan buah ini. Apalagi tahun 2004 saya juga pernah berjualan durian bersama teman-teman kuliah. Pengalaman membeli durian langsung dari pohonnya, membawanya menggunakan motor melewati jalanan terjal perbukitan Purworejo sambil merasakan duri-duri tajam menusuk kulit adalah sebuah kenangan tersendiri akan buah ini.

Beberapa jalan di Daerah Kotabaru Jogjakarta, merupakan sentral dari penjualan durian, khususnya di depan gereja Antonius Kotabaru dan di depan Crescendo. Jika menggunakan google earth maka kordinat titik sentra penjualan durian akan ditemui pada 7°47’17.52″S – 110°22’16.75″E dan 7°47’15.33″S – 110°22’19.08″E. Saya sendiri tidak tahu bagaimana asal usulnya daerah ini menjadi tempat bagi para pedagang durian.

Read the rest of this entry »
Posted by
Kenz at 11:09 on
Catatan Hanging |
15 Comments |