pakupaku
Sunday, 26.07.2009 4:08

Pengalaman Pertama Saya Berinternet

Posted on Internet.

Tempo hari Detik.com mengadakan lomba penulisan dengan tema “My first Online Experience” untuk memperingati ulang tahun ke-11 detikcom. Saya sungguh tertarik dengan tema ini, karena membuat saya mengenang masa-masa awal dimana saya mulai mengenal internet. Walah… Masa jadul banget, dan berasa hitam putih seperti menonton film perjuangan melawan Belanda :)

Hut DetikCom 11th!!

Internet, istilah ini mulai saya kenal ketika membaca majalah InfoKomputer tahun 1995. Saat itu saya masih duduk di kelas 3 SMP, dan kebetulan perpustakaan di sekolah saya berlangganan majalah itu. Hanya kenal istilah saja, tapi tidak tahu wujudnya. Gambaran di otak saya, internet itu komputer yang disambung kabel telpon sehingga bisa melihat isi komputer lainnya, mirip interkom ya?

Angin membawa saya bersekolah di sebuah kota kecil dekat Yogyakarta. Pergaulan dengan banyak teman di sekolah nasional itu membuat saya punya banyak pengetahuan. Kegemaran saya waktu itu ‘nguping’ teman yang bercerita tentang teknologi, termasuk bagaimana ayah teman saya mengirim pesan melalui internet sampai bagaimana dia mendapat gosip-gosip politik yang terlarang. Maklum, jaman itu lagi gencar-gencarnya pembredelan dan pembatasan media yang menyerang pemerintah.

Tahun 1997, Saya masih duduk di kelas 2 SMA. Setiap sore dalam seminggu kami harus mengikuti kegiatan yang bernama Wawasan Kebangsaan (WK). Materi WK kelas 2 sudah mulai berbicara tentang politik praktis dan menganalisa berbagai realita sosial politik di tanah air. Ujung-ujungnya, teman yang mengakses internet memiliki data yang kaya sehingga presentasinya memukau teman-teman yang lain.

Berbekal rasa penasaran yang sangat, saya merencanakan dengan matang sebuah pelarian dari asrama itu agar bisa mengakses internet. Pada hari yang telah ditentukan, saya berhasil menyelinap pergi ke kota Yogyakarta. Kata teman saya, hanya ada 2 tempat yang menyediakan akses internet di Yogyakarta yaitu di Kantor Pos Besar (Wasantara Net) dan di jalan Kolombo depan lapangan IKIP Yogyakarta (sekarang UNY).

Warnet Maga Kolombo

WARNET (Warung Internet) MAGA di jalan Kolombo merupakan tempat bersejarah buat saya. Di tempat inilah saya mulai mengenal dunia internet. Saat masuk, Seorang wanita cantik penunggu warnet langsung menyuruh saya ke bilik nomer dua. Lalu saya bengong, tidak tahu harus melakukan apa di bilik sempit dengan sebuah komputer itu. Saya keluar, dan dengan malu-malu saya bertanya “Mba, caranya ke internet gimana?”

Untunglah, Mbak penunggu warnet itu cukup baik hati sehingga ia mengajarkan saya cara membuka suatu situs menggunakan Internet Explore. Situs yang dia bukakan adalah Yahoo!, lalu dia pergi lagi dan saya bengong lagi. Saya memiliki banyak pertanyaan di kepala saya, tapi rasa malu membuat saya mengurungkan niat bertanya.

Selain banyak pertanyaan, saya bengong karena memang harus menunggu lama untuk terbukanya satu situs. Perlu kurang lebih 5 menit untuk membuat situs Yahoo tampil lengkap. Yahoo merupakan situs pertama kali yang saya akses. Lalu saya mulai mengetikan beberapa kata kunci, dan akhirnya saya pun mulai menjelajahi satu persatu situs web.

Tidak terasa saya telah menjelajahi internet selama tiga jam, saya pun mendapatkan data-data yang cari terutama gosip-gosip politik dari arsip-arsip milis apakabar (jaringan milis pewarta tentang Indonesia) dan kompas online. Sayangnya detik.com belum ada pada waktu itu, sehingga tidak ada sumber berita pembanding untuk data terkini yang saya dapat.

Apakabar Jadul

Saya terpaksa harus mencetak semua data tersebut karena saya tidak membawa disket. Kebodohan saya adalah lupa menanyakan biaya akses internet ketika masuk. Alhasil karena lupa waktu, saya harus mengeluarkan uang sebesar 40 ribu rupiah. Jumlah uang yang cukup berarti buat anak asrama seperti saya. Uang bulanan pun langsung menipis.

Rasa kesal terobati setelah mbak penunggu warnet memberikan satu teh botol secara gratis, bonus karena saya telah mengakses internet lebih dari 2 jam :) Sebelum sore menjelang saya sudah menyelinap masuk dengan memanfaatkan waktu jam bebas sore di asrama. Fiuh, untunglah tidak ketahuan, kalaupun ketahuan perjuangan yang melelahkan untuk mengakses internet akan berakhir di kolam ikan… hahaha… (biasanya anak asrama yang ketahuan cabut dihukum untuk berendam di kolam ikan).

Pengalaman akses internet pertama itu membuat saya ketagihan. Setiap minggu kedua jika tidak naik gunung, saya akan pergi ke Yogyakarta untuk akses internet. Saya pun mulai mengenal email atas dorongan teman smp saya yang bersekolah di luar negeri. Apalagi waktu itu belum ada handphone sehingga email merupakan salah satu alat penyampai pesan jarak jauh yang efektif.

Hotmail dan Lycos merupakan penyedia email yang paling populer kala itu. Email pertama saya menggunakan account hotmail, lalu saya membuat juga di lycos. Email merupakan kunci untuk menikmati berbagai fasilitas di internet. Selalu saja ada pertanyaan untuk memasukkan email di situs web sehingga saya terlarut dalam eforia untuk memasukkan email saya dimanapun.

Kekonyolan saya adalah ketika saya mendapat sebuah email yang berisi bahwa saya memenangkan lotere sebesar 1000 US dolar. Saking senangnya saya simpan email itu di disket, lalu saya cetak dan saya pamerkan ke teman-teman yang lain. Maklum Bahasa Inggris saya sangat pas-pas sehingga tidak menyadari kalau itu adalah tipuan agar saya mengunjungi situsnya dan membayar sejumlah uang ke rekening tertentu. Setelah membaca di InfoKomputer, baru saya ngeh, ternyata itu adalah tipuan. Sejak itu saya mulai berhati-hati memasukkan email ke situs web dan mulai terbiasa dengan email tipuan.

Pengalaman pertama saya diiringi dengan setia oleh kedua browser yaitu Netscape Navigator dan Internet Explore (IE). Saya suka menggunakan Netscape karena browser ini cukup ringan, dan cepat dibandingkan IE. Pilihan menggunakan browser masih sedikit, apalagi waktu itu masih jaman windows 95.

Netscape Communicator

Browser Netscape dilengkapi juga dengan fasilitas IRC (Internet Relay Chat) yaitu generasi awal sebelum ada instant messenger seperti YM! Pengalaman konyol menggunakan IRC adalah ketika saya dan teman saya berpura-pura menjadi wanita ketika a/s/l (age/sex/location) dan seketika banyak lelaki hidung belang yang menggoda kami. Hahaha, tidak ada habis-habis kami tertawa jika mengingat waktu itu.

Tidak terasa sudah 12 tahun saya online, begitu banyak perubahan yang telah terjadi di dunia maya. Kecepatan akses lambat mulai tergantikan dengan kecepatan broadband sehingga tidak ada lagi masa bengong untuk menunggu terbukanya situs. Kegunaan internet pun mulai berkembang menjadi lebih luas, misalnya voip, teleconference, e-learning, dan sebagainya.

Berbagai bentuk situs pun muncul seperti blog, mikroblog, jejaring sosial dan pertemanan, e-commerce, serta bentuk lainnya. Sumber berita online semakin banyak saja, meski beberapa mati namun ada juga yang bertahan sampai sekarang seperti detik.com, kompas.com dan astaga.com.

Usia online saya ternyata hanya berselang satu tahun dengan kehadiran detik.com. Bisa jadi, saya adalah orang yang beruntung bisa melihat detik.com lahir sampai saat ini. Situs ini memang khas dengan layoutnya dan juga beritanya yang update cepat. Sebenarnya banyak perubahan dan perkembangan dalam detik.com yang tidak dimiliki oleh media lain seperti bukukuning, detikforum, tanya saja, dan detik map. Saya cukup salut meski banyak pembaharuan namun detik.com tidak meninggalkan ciri khasnya.

Sama seperti bangunan tempat saya mengakses internet pertama kalinya. Ciri khas bangunannya tetap sama, meski bagian dalamnya berubah. Setahu saya bangunan ini sudah berganti-ganti fungsi mulai dari warnet, toko kaca mata, toko komputer, butik dan kini menjadi toko handphone. Bangunan luar yang tidak banyak berubah membuat saya selalu terkenang ketika melewatinya.

Selamat ulang tahun ke-11 detikcom, semoga sukses dengan inovasi yang terus menerus dilakukan. Menurut saya, satu hal yang mesti ditingkatkan dari detik.com yaitu kualitas berita dan kualitas reporternya. Informasi yang update setiap detik tentu akan semakin baik jika akurat dan proporsional.

Tags: , ,

Mood : Bahagia emoticon

One Response :


1. jarwadi Says:

wah saya pertama kali dengar/baca tentang internet d jaman SMA saya (th 95 an) dan baca baca majalah elekron … kalau pertama kali nyoba ya di warnet dong :D



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzKENZ.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 13556 days
Emotional
78.2%
Bioritme Status
Physical
63.1%
Bioritme Status
Intellectual
-97.2%
Bioritme Status





Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

25q. 0.083s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia