pakupaku
Friday, 02.06.2006 1:15

Banyak Jalan Membantu Korban Gempa Bumi Jogja

Posted on Social Life.

Mungkin kesibukan saling menyalahkan dan mengecam satu sama lain sudah menjadi kekhasan bangsa kita dalam menghadapi berbagai bencana yang silih berganti. Beberapa waktu yang lalu, seorang artis mengecam pengendara mobil mewah yang tidak mau berhenti menyumbangkan uang bagi korban Gempa Jogja. Bagaimana jika pengendara itu memang tidak membawa uang? Atau mungkin dia memilih menyumbang uang melalui bank dalam jumlah yang lebih besar?

Ada lagi seorang tokoh politik yang menyalahkan pejabat karena banyak pejabat yang tidak mau datang ke lokasi bencana untuk memberikan empati kepada korban? Tetapi ketika giliran pejabat datang ke lokasi bencana, media memberitakan bahwa kedatangannya tidak berguna dan menganggu kelangsungan proses evakuasi korban. Jika Anda jadi pejabat apa yang ada lakukan? Begini disalahkan, begitu disalahkan?

Beberapa orang yang katanya ahli dalam masalah penanganan bencana, hanya bicara, dan bicara di televisi dan radio. Lagi – lagi menyalahkan prosedur birokrasi, ataupun kesalahan sistem manajemen penanganan bencana yang dilakukan oleh banyak pihak. Saya tidak tahu apakah hal yang mereka bicarakan itu akan memecahkan masalah?


Begitu pula dengan media massa yang menjadikan bencana sebagai sebuah kesempatan untuk meningkatkan rating medianya di mata audiens. Terkadang berita yang satu saling bertolak belakang, sebentar menyalahkan pemerintah sebentar lagi mendukung upaya pemerintah. Plin plan dan cenderung bermain dengan emosi sehingga audiens terus mengikuti berita – berita mereka layaknya menonton sinetron.

Ada lagi fenomena menarik yang saya lihat di lokasi gempa Jogja di Klaten. Banyak mobil mewah berseliweran dan terkadang berbondong-bondong. Di satu pihak mereka adalah dewa penolong bagi korban, tapi di pihak lain beberapa orang merasa tersinggung karena mereka merasa menjadi obyek wisata gempa yang patut ditonton. Sungguh suatu dilemakah?

Mari kita lihat sisi yang lain dari orang-orang yang terlalu sibuk mengurus korban sehingga tak sempat menyalahkan ataupun berbicara tentang banyak hal.

Mereka adalah para pelajar yang rela membantu memindahkan korban di rumah sakit-rumah sakit ataupun hanya sekedar menemani korban yang tergeletak sendirian tanpa sanak keluarga.

Mereka adalah para mahasiswa dengan sepasukan kendaraan bermotor yang mencoba menembus daerah bencana untuk mendirikan posko dan menyampaikan bantuan seadanya.

Mereka adalah relawan yang datang bermodal semangat tulus untuk membantu korban, ataupun semangat kebersamaan untuk menghibur anak-anak korban gempa.

Mereka adalah petugas medis yang terus menerus harus bergerak untuk menolong ratusan korban dengan keahliannya.

Mereka adalah para penderma yang menyisihkan harta miliknya melalui posko-posko ataupun aliran dana ke rekening-rekening penyalur bantuan.

Saling menyalahkan hanya membuang energi untuk sesuatu yang tidak perlu. Setiap penanganan bencana memiliki kompleksitas masalah yang berbeda satu sama lain. Itu adalah sesuatu yang wajar, apalagi jika daerah yang terkena bencana meliputi daerah yang sangat luas, ditambah lagi tidak semua pihak terlatih dalam menghadapi bencana maupun menanganinya. Biarlah ini menjadi suatu pembelajaran bersama semua pihak untuk menghadapi bencana serupa di masa mendatang.

Banyak jalan membantu korban Gempa Jogja dan Jateng, kita semua dapat berpartisipasi dan memilih jalan yang sesuai dengan situasi dan kemampuan kita.

Situasi, Kemampuan Kita >>> Bentuk Bantuan

Tidak punya waktu dan tidak punya uang/barang >>> berdoalah, doakan sesama yang tertimpa musibah, dan juga untuk para relawan, berdoa juga agar dijauhkan dari bencana

Tidak punya waktu >>> uang, barang, makanan, tenda, alat masak, tikar yang dikumpulkan melalui posko-posko penyaluran di daerahnya masing-masing

Punya waktu luang dan tenaga >>> menjadi sukarelawan di rumah sakit, di posko-posko ataupun terjun langsung melakukan evakuasi

Punya waktu luang, tenaga dan memiliki keahlian >>> menjadi relawan sesuai dengan bidang keahliannya

Berhenti saling menyalahkan dan mengecam, mari bekerja bahu-membahu untuk sesama kita yang tertimpa musibah. Semoga Tuhan membalas kebaikan dan ketulusan pertolongan kita semua.

Tags: , , , , ,

Mood :

3 Responses :


1. dyna Says:

SATUJU!!!



2. Imponk Says:

Mari kita bantu dengan apa yang kita punya, apa yang kita bisa!



3. thuns Says:

jadi teringat "sha"habat kita ituw :-S
pasti dia akan sangat sibuk membantu… :D
yuk teruskan perjuangan-nya



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzKENZ.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 13556 days
Emotional
78.2%
Bioritme Status
Physical
63.1%
Bioritme Status
Intellectual
-97.2%
Bioritme Status





Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

26q. 0.088s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia