Saya tidak tahu apa yang terjadi di balik ini semua, mungkin hanya riak kecil permainan politik para penguasa yang tidak mau dikritik. Kompas hari ini memberitakan bahwa 4 seri Iklan Mega Prabowo ditolak tayang di stasiun televisi. Ironi memang, padahal menurut saya iklan ini tidak mengandung provokasi berlebihan. Hanya memuat betapa sulitnya hidup saat ini karena harga sembako terus meningkat, dan saya sebagai rakyat merasakan itu.
Lima tahun yang lalu, 10 ribu rupiah bisa untuk makan tiga kali sehari di Jogja, pakai ayam lagi. Sekarang … Argh… sekali makan bisa 10 ribu sendiri, terkecuali cari tempat makan yang rada tidak sehat atau kembali ke menu nasi tempe, lalapan dan sambal. Saya kira pemerintah juga harus melihat kenyataan sekarang, jangan malah menebarkan pembodohan dengan iklan pemilu yang membodohkan demokrasi seperti pemilu presiden yang harus satu putaran.
Untuk sementara ini saya memilih untuk tidak memilih ketiga pasangan tersebut. Lebih suka jika pemerintahan berganti suasana tiap 5 tahun namun tetap sinergis dengan pembangunan manusia yang sudah ada. Penguasa yang terlalu lama berkuasa bisa menjadi arogan, dan tidak terbuka untuk dikritik.
Posted by Kenz at 13:56 on Catatan Hanging | 9 Comments |
Sejak Undang-Undang Tentang Informasi dan Tranksaksi Elektronik (UU-ITE) ditetapkan pada April 2008, saya merasa sedikit takut untuk menulis dan mengekspresikan apapun di blog ini. Apa yang dialami Ibu Prita Mulyasari bisa saja menimpa saya dan mungkin blogger yang lain. Saya pribadi mendukung gerakan untuk membela Ibu Prita atas nama kemanusiaan dan juga atas nama kebebasan berekspresi secara bertanggung jawab di internet.
Maklumlah terkadang saya suka mengeluh dan mengkritik suatu sistem atau hal yang terkesan tidak adil dan diskriminatif dalam blog saya. Maksudnya bukan untuk menghina, tetapi sekedar mengekspresikan pikiran dan perasaan saya semata agar orang lain tahu apa yang saya pikirkan dan rasakan. Bagus lagi jika terjadi diskusi sehingga masing-masing memiliki bahan evaluasi dan ide-ide untuk memperbaiki diri.
Namun apa yang dipikir pembaca tulisan saya, mungkin akan jauh berbeda dengan apa yang saya pikirkan. Apalagi karakter setiap orang berbeda-beda, ada yang mudah tersinggung, tapi ada juga yang pemaaf. Ada yang bisa menerima kritik, tapi ada juga yang anti kritik.
Apa komentar Anda jika membaca berita yang dimuat di Kompas dengan judul Seusai Diperkosa, Mahasiswi Cantik Dibuang di Halte? Sadis, kejam, tidak berperikemanusiaan, belum lagi penanganan korban tersebut yang masih carut-marut dan saling lempar tanggung jawab.
Menurut Risman, warga sekitar, perempuan ini ditemukan oleh warga yang tengah melintas di depan Halte Kompleks Duta Mas sekitar pukul 21.00. Saat ditemukan, dia tidak sadarkan diri. “Di pangkal pahanya terdapat bercak darah. Sepertinya gadis itu habis dibius dan diperkosa,” kata Risman.
Beberapa orang membangunkan gadis asal Karawang, Jawa Barat, itu. Namun, mahasiswa berkulit putih dan berambut sebahu itu tak kunjung sadarkan diri. Akhirnya, hal itu pun dilaporkan kepada petugas Polsektro Tambora. Polisi kemudian membawa Shn ke Kantor Kecamatan Tambora untuk diserahkan kepada petugas Satpol PP.
Petugas Satpol PP yang menerima tubuh lemas Shn lalu membawanya ke Panti Sosial Kedoya, Kembangan, Jakarta Barat. Setibanya di panti sosial, Shn terbangun dari pingsannya. “Namun, dia langsung histeris,” kata Aseli Husein, pegawai Panti Sosial Kedoya.
Kutipan dari Kompas.
Tong kosong, nyaring bunyinya tapi sedikit manfaatnya selain memekakkan telinga. Aksi massa yang dilakukan oleh seratusan orang yang mengaku mahasiswa kemarin dilaporkan sangat anarkis. Apakah mereka betul adalah mahasiswa? Mahasiswa yang seyogyanya menggunakan akal pikir otaknya untuk bergerak menegakkan kebenaran ternyata hanyalah kumpulan orang yang telah berubah menjadi sangar dan mengerikan. Itukah cermin calon pemimpin bangsa Indonesia? Selalu mengutamakan kekerasan dalam bertindak?
Aksi massa yang dilakukan mahasiswa kemarin benar-benar suatu pergerakan yang tidak cerdas. Lebih banyak kerugiannya dibanding keuntungan dari aksi tersebut. Satu pertanyaan yang muncul adalah apakah benar mahasiswa murni memperjuangkan rakyat yang sedang menderita atau justru menjadi ALAT POLITIK bagi perebutan kekuasaan di Indonesia?
Apa yang diperoleh oleh rakyat dengan aksi massa tersebut? Selain menghasilkan :
- Kemacetan parah, sehingga kegiatan banyak orang terhambat. Produktivitas orang-orang bekerja juga terhambat. Banyak sopir-sopir angkutan masal yang penghasilannya berkurang karena tidak bisa bekerja.
- Rasa takut dan kecemasan. Bagaimana rasanya jika anda adalah ibu-ibu yang ada di bus yang dihentikan dan diusir keluar? atau bagaimana rasanya jika anda menjadi penumpang mobil berplat merah yang digulingkan dan dibakar?
- Korban-korban kekerasan fisik dari mahasiswa dan polisi.
- Kerusakan material baik pagar dewan, mobil yang dibakar, maupun fasilitas umum lainnya yang nota bene adalah hasil uang rakyat.
- Mahasiswa turut memperparah global warming dengan membakar ban bekas!!!
Apakah negara ini masih berideologi PANCASILA? Saya kira menarik ketika melihat kasus Front Pembela Islam (FPI) yang menyerang Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) di Monas pada 1 Juni 2008 kemarin. Kekerasan yang dilakukan FPI adalah cerita lama, dan selama itu pula tidak pernah mendapat tindakan hukum yang tegas dan jelas. Menurut saya ada tiga alternatif kemungkinan mengapa tidak ada tindakan tegas yaitu 1. Pemerintah Takut FPI 2. FPI anak emas Pemerintah 3. Indonesia menganut hukum rimba bukan hukum positif. Mana yang benar? Saya tidak tahu, mungkin tidak ada yang benar.
Saya tertarik dengan cuplikan berita hari-hari terakhir ini yang saya ambil dari detik.com (-semoga saja reporter detik tidak asal membuat berita). Cuplikan berita-berita ini membuat saya berkesan tentang perilaku dan karakter kepribadian FPI :
Oktavianus Ken Manungkarjono. Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA, interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.
March 29th 2009 The Science Of Ghosts Situs ini membahas tentang hantu dan penampakannya dari sudut pandang ilmiah.
March 27th 2009 Forum Psikologi UGM Forum diskusi tentang psikologi dan sekitarnya bersama para akademisi Fakultas Psikologi UGM.
December 28th 2008 Wordpress Bahasa Sunda Kini WordPress juga mendukung Bahasa Sunda selain Bahasa Indonesia. Tinggal menunggu kapan WordPress berbahasa Jawa.
March 12, 2010 10 hours 48 minutes KODE ETIK BLOGGER INDONESIA Saya yakin, banyak blogger di Indonesia sudah melaksanakannya….. Tapi memang perlu untuk “Dikepyakke !” yang... by Risang: Hybrid car owner
March 12, 2010 12 hours 49 minutes Telkom Speedy Yogyakarta Nambah lagi wawasan setting modem…thanks bos. untuk speedy di saerah saya (gunungkidul) relatif stabil dan cepet... by Risang: Hybrid car owner