pakupaku
Wednesday, 18.01.2006 11:41

Iklan Cilik Pertama Saya

Posted on Anything.

“Orang Iklan kok nggak pernah pasang iklan?” kata salah seorang dosen sewaktu saya masih kuliah di D3 Advertising beberapa tahun yang lalu. Sindiran itu kembali saya ingat ketika saya terpaksa harus memasang iklan di media massa kemarin pagi. Benar juga sih, masak lulusan D3 Advertising tidak pernah tahu bagaimana proses pemasangan iklan di media massa. Memang ini bukan sesuatu yang penting untuk dipelajari oleh mahasiswa periklanan yang cenderung dilatih untuk menciptakan iklan dan strategi promosi lainnya. Namun proses ini sudah selayaknya dirasakan oleh mahasiwa periklanan, minimal agar tidak ditertawakan seperti yang dikatakan dosen saya itu ;)

Pertama kali masuk kantor iklan Kedaulatan Rakyat Yogya, saya kebingungan harus mulai dari mana. Seperti biasanya saya malas bertanya, karena hanya akan jadi perhatian orang-orang disitu. Sayapun mencari tempat yang strategis, lalu berpura-pura sibuk dengan hp saya untuk menutupi kegiatan observasi yang saya lakukan. Setelah melakukan observasi singkat dengan melihat perilaku orang-orang di dalam ruangan tersebut, sayapun mengetahui proses pemasangan iklan dan melakukan hal yang sama seperti mereka. Prosesnya : Mengambil Formulir >> Mengisi Formulir >> Menyerahkan Pada Bagian Penerimaan Iklan >> Mengkonfirmasi Iklan Yang Akan Ditampilkan di Monitor >> Membayar Biaya Iklan di Kasir >> Selesai.

Hari ini saya membeli koran KR dan melihat iklan cilik pertama saya sudah termuat :

iklan-cilik-kr1.png


Kok cuma dua baris ya? Ternyata iklan yang ditampilkan itu tidak sama dengan apa yang saya tuliskan di formulir. Rupanya beberapa kata disingkat oleh petugasnya tanpa mengurangi maksudnya, contoh :
Hilang >> Hlg
Hubungi >> Hub:

Iklan yang baik memang sudah seharusnya jika disampaikan dengan singkat, padat dan jelas. Namun ada satu hal yang saya sayangkan yaitu penyingkatan nama, yang sebenarnya kurang baik dilakukan. Nama belakang saya disingkat jadi m saja di iklan tersebut. Mungkin lain kali saya harus memastikan kepada petugasnya agar hal yang serupa tidak terjadi kembali.

Menurut saya biaya beriklan di iklan cilik koran KR ini cukup murah, apalagi ada diskon 25% untuk hari-hari tertentu. Minimal beriklan kita harus mengeluarkan Rp. 30.000,- + PPN 10% untuk 3 baris iklan, yang tiap barisnya terdiri atas 32 karakter, termasuk spasi dan tanda baca. Jadi setiap karakternya dihargai Rp. 312,5 belum termasuk PPN 10%.

iklan-cilik-kr2.png

Standarisasi murah atau tidaknya biaya iklan di media massa itu sangat tergantung dari target audiens dan daya jangkau efektif koran tersebut. Saya memilih KR dibanding koran lainnya yang terbit di Yogya karena menurut pengamatan saya koran ini cukup merakyat dan menjangkau hampir seluruh wilayah DIY. Segmentasi target audiensnya cukup jelas yaitu masyarakat Yogya golongan ekonomi menengah atas sampai kebawah dengan berbagai tingkat pendidikan. Jadi wajar jika kita menemui KR sedang dibaca oleh tukang becak, pedagang kaki lima, mahasiswa, ataupun tersedia di warung-warung makan, bank, dan tempat tunggu lainnya.

Berdasarkan pengamatan saya juga, halaman iklan cilik di KR paling banyak dibandingkan koran-koran lainnya. Ini menandakan bahwa koran ini telah dipercaya menjadi tempat pemasangan iklan oleh sebagian besar pemasang iklan di kota Yogya dan tentunya pencari informasi juga lebih memilih membeli koran KR daripada koran yang lainnya untuk mendapatkan informasi iklan yang lengkap. Semoga saja, yang menemukan STNK saya adalah pembaca koran ini.

Gimana? Mau pasang iklan jugakah?

Ps: Buat Elint yang baru kuliah di D3 Advertising UGM, cobain pasang iklan geh? masak orang iklan engga pernah pasang iklan?

Tags: ,

Mood :

10 Responses :


1. yoan Says:

wakakakka….gimana hasil berburu di kota jakarta bro????

dapat ga satu di california??? kekeke or di kota wisata kek???

btw, thanks yach stikernya dah sampai…

n, itu iklan keren juga…kok bisa hilang sih….????



2. - LiLa - Says:

wew… ilang dimana nee Oom STNKnyah…
btw pesenan masakannya pending duluw… kirimin stiker lagi baru aku kirimin rendang ma sop buntut huehuehue



3. Mas Tom Says:

Dulu aku juga pernah pasang iklan baris… cuma bukan di KR… tapi di Bernas. Lumayan murah juga untuk pemasangan selama tiga hari, cuma sayang aku nggak inget persis berapa biayanya :)



4. Uare Says:

Ha..ha..ha.. hilang dari dulu baru pasang sekarang Kenz?
Semoga ada yang nemu dan masih nyimpen dengan baik trus ngembaliin ya… Jadi ingat, dulu cari staff aku nge-desain iklan lowongan kerja di suara merdeka, pas nyampe agen habis 700rb, akhirnya disingkat-singkat supaya jadi iklan 3 baris juga ha ha ha



5. Tina Says:

Wah, aku sih sering pasang iklan di koran, cari karyawan, hehe.. Saking seringnya sampe cukup by phone aja Kenz, trus bayarnyapun diakumulasi tiap akhir bulan… *inget masa lalu* Kalo sering gitu, ada discount khusus lagi, asyik kan..

Trus, kamu ko pasang iklannya iklan duka cita gitu, hehe, kehilangan.. *ikut sedih deh* Semoga STNKnya ketemu lagi..



6. moon Says:

oh, barang yang hilang juga boleh di iklankan ya? Saya selalu hantar iklan kecil seperti ini untuk menjual barang2 :-)



7. dyna Says:

oi..emang dirimu ke jakarta??KETERLALUAN!!!!!!
Pasang iklan??gampang..udh jd makanan sehari2..by phone, by fax, nyuruh orgnya datang..tinggal pilih..hehhe..

Kalo kehilangan seseorang bisa di-iklan-nin ngga ken?;0)



8. kangmasnaom Says:

hue huee pasang iklan



9. Elline Says:

pasang iklan ya mas? kayanya perlu juga dicoba, tapi ngiklanin apaan yah? kalo ngiklanin diri bisa ga? eh itu mah ke biro jodoh kali ye.

mmm….ntar aku ta ngilangin sstu aja dulu nah abis itu aku baru pasng iklan juga. ya ampun ideku cemerlang…hwhehehehe…

tapi mas aku sbenernya lebih penasaran GIMANA proses ilangnya? apakah seperti pengelaman ttg kehilangan yang selama ini aku alami?

bai de way, rasanya aku juga pernah beriklan deh, waktu aku kehilangan sndal jepitku dan anak2 se kos pada ga mau kasih tau sampe kmdian aku beriklan dan ditempel di tembok kosan dengan ada tulisan "yang mau kasih tau ntar gw traktir".

ntar aku kasih tau mas kalo aku dah pasng iklan beneran.

NB: yakin ga STNK-nya bakal ketemu? ;p



10. mei Says:

INDOPEST memberikan layanan jasa pembasmi hama (rayap, tikus, kecoa, lalat, nyamuk,dll).

Jika berminat hubungi kami dan dapatkan survey gratis dari kami. Gunakan jasa layanan pembasmi hama dari kami dan dijamin garansi 3-5 tahun.

Info selengkapnya kunjungi website kami di http://www.indopest.co.cc/

Office : Ruko Permata Surya inti B72 Juanda Surabaya, Tel/Fax: 0318671229,
0318956875, Email : obc@telkom.net, http://www.indopest.co.cc



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzKENZ.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 13556 days
Emotional
78.2%
Bioritme Status
Physical
63.1%
Bioritme Status
Intellectual
-97.2%
Bioritme Status





Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

26q. 0.117s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia