pakupaku
Tuesday, 24.03.2009 9:42

Pemetaan Penunggu (Mahkluk Halus) Gunung Sumbing (2007)

Posted on Journey.

Pagi ini saya tidak sengaja membuka sebuah file yang seharusnya saya publikasikan di blog.kenz.or.id pada tahun 2007. Entah kesibukan apa sehingga saya lupa mempublikasikannya, atau mungkin karena belum mendapatkan ijin dari semua pihak yang akan dipublikasikan sehingga saya harus menunggu beberapa waktu. File ini berisi pemetaan penunggu (mahkluk halus) Gunung Sumbing yang didata dalam pendakian saya yang ke empat di gunung tersebut pada tahun 2007.

journey Pemetaan Penunggu (Mahkluk Halus) Gunung Sumbing (2007)

Hasil pemetaan penunggu Gn. Sumbing  ini merupakan suatu pengalaman fenomenal dan subjektif, sehingga tidak perlu dipercaya sebagai kebenaran obyektif. Pengalaman ini bisa dicek sendiri berdasarkan pengalaman para pendaki sekalian. Saya juga tidak bertanggung jawab jika data yang saya publikasikan disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Semua akibat penyalahgunaan tersebut ditanggung oleh yang bersangkutan sendiri.

Pendakian saya lakukan pada tanggal 25-26 Agustus 2007 bersama dua orang teman saya yaitu Qika dan Tetet. Qika merupakan bintang tamu dalam pendakian ini, karena baru pertama kalinya mendaki gunung, sedangkan Tetet sudah pernah menaklukan Gunung Gede Pangrango. Pemetaan ini merupakan kolaborasi hasil diskusi antara saya yang senang menikmati atmosfer mistis gunung dan Qika yang memiliki kepekaan indera penglihatan dalam pendakian di saat bulan purnama (penuh).

Berikut ini adalah hasil pemetaan yang kami lakukan :

Km I – Km II (Km = Kilometer)
Saya sudah merasakan atmosfer mistis itu ketika melakukan pemanasan. Saya melihat Qika mulai ketakutan dan dari sana saya menjadi tahu bahwa  penglihatannya mulai terbuka kembali. Kami bertiga berdoa bersama sebelum memulai perjalanan ini.

Perjalanan menuju KM II kami mulai, dan saat itulah saya merasakan getaran terus menerus di belakang kepala saya. Getaran khas ini biasanya menjadi pertanda buat saya bahwa ada kekuatan lain yang sedang berusaha masuk untuk melakukan interkoneksi dengan diri saya.

Perjalanan Km I dan Km II melewati sebuah jembatan, di jembatan ini banyak sekali mahkluk berjejer dengan segala bentuk, termasuk juga sesosok raksasa besar berwarna hitam yang dipercaya oleh Qika sebagai penunggu utama gunung ini.

Sepanjang perjalanan menuju Km II, kami melewati lahan perkebunan penduduk yang ditanami tembakau. Raksasa hitam terus mengikuti kami, sedangkan di sepanjang perjalanan Qika melihat pocong di beberapa tempat.

journey Pemetaan Penunggu (Mahkluk Halus) Gunung Sumbing (2007)

Km II – Km IV
Perjalanan memasuki kilometer kedua yang didominasi oleh lahan penduduk dan juga hutan belukar yang menyatu dengan pepohonan pinus.  Ketika memasuki hutan belukar, saya mulai mencium bau rokok kemenyan yang sering dihisap oleh simbah-simbah jawa. Ternyata sepanjang perjalanan ini, banyak sekali mahkluk yang mirip dengan orang-orang tua yang sedang duduk menghisap rokok menyan. Beberapa kali, saya mengucapkan permisi pada mahkluk itu sebagai hormat saya pada orang yang sudah tua itu.

Selain simbah-simbah, saya juga melihat banyak cahaya gemerlap yang tampak sekelebat mata kesana dan kemari. Awalnya saya tidak tahu mahkluk apa ini, namun Qika memberitahu saya bahwa itu adalah peri-peri gunung. Hehe, saya sepertinya sudah pernah melihat bentuk peri gunung yang cantik tapi dalam pengalaman yang lain.

Beberapa kali Qika sangat terkejut dengan penampakan yang mengerikan misalnya mahkluk tengkorak dengan kepala yang aneh, dan bentuk-bentuk yang mengerikan lainnya. Saya agak beruntung karena penglihatan saya terbatas sehingga tidak melihat hal-hal yang mengerikan itu.

Namun di lain kesempatan, saya dan Qika melihat kumpulan orang berjubah putih sedang berkumpul di depan jalan yang kami akan lalui. Mereka seperti melingkar dan mendiskusikan sesuatu dengan posisi berdiri. Jubah mereka putih dan berkerudung selayaknya biarawan, lalu ketika kami mulai mendekati lokasi mereka menghilang. Sampai pos II raksasa besar masih mengikuti kami.

journey Pemetaan Penunggu (Mahkluk Halus) Gunung Sumbing (2007)


Km IV – Pasar Watu

Kilometer keempat menuju Km V medan semakin sulit dan terjal, karena kami harus mengikuti jalan air yang berpasir sehingga jika lengah akan terpeleset. GPS Garmin 76Cx  saya kacau karena suatu energi aneh yang membuatnya berputar-putar tidak karuan, ini terjadi mulai dari Pos II.

Semakin tinggi bentuk mahkluk halus semakin menyerupai manusia. Pada kilometer ini, Qika bertemu dengan orang tua bersorban putih dan berjanggut putih seperti pertapa. Dia memperhatikan kami dan berjalan bersama kami, kemudian menghilang.

Sampai Km V, waktu sudah menjelang subuh, dan sepertinya kami terlambat karena beberapa kendala fisik yang dialami oleh kami. Saya dan Qika melanjutkan perjalanan berusaha menuju puncak, sedangkan Tetet memilih untuk ‘ngecamp’ di kilometer V.

journey Pemetaan Penunggu (Mahkluk Halus) Gunung Sumbing (2007)

Hari menjelang pagi dan matahari dengan cepat bersinar, saya dan Qika masih di pos Pasar Watu. Medan yang terjal sekali membuat Qika kesulitan untuk mendaki. Saya juga tidak bisa memaksakan untuk terus melanjutkan perjalanan, jadi kami mengambil target sampai jam 11 pagi untuk kemudian kembali turun gunung.

Pasar Watu – Tanah Putih
Di pasar Watu, sesosok wanita berambut panjang menampakan diri. Ada yang menyapa, namun ada yang acuh tak acuh. Menurut Qika mereka adalah sundel bolong. Begitu pula di Watu kotak, ada beberapa wanita dan ibu-ibu bersanggul dan juga orang tua berjubah putih.

journey Pemetaan Penunggu (Mahkluk Halus) Gunung Sumbing (2007)

Di perjalanan watu kotak ke tanah putih, saya merekam perjalanan menggunakan hp, dan ada keanehan karena saya melihat sesosok pertapa berpakaian hitam sedang duduk bersila di rekaman itu. Namun saya tidak melihat orangnya. Anehnya ketika rekaman ini dibuka kembali setelah turun gunung, bayangan orang itu semula masih ada, namun keesokan harinya kami buka sudah tidak ada lagi..

Jam menunjukkan pukul 11, kami baru sampai di tanah putih. Setelah mengambil dokumentasi, kami memutuskan untuk turun gunung. Perjalanan turun gunung cukup lambat, karena medan berpasir yang membuat kami sering terpeleset. Akhirnya kami kemalaman lagi, dan akhirnya kami bertemu dengan semua mahkluk itu lagi.. dan lagi.

Menurut Qika, kebanyakan di antara mereka, menawarkan bantuan untuk memberikan kekuatannya pada kita. Mereka menjanjikan akan menjadi pengikut yang setia dan bisa mendatangkan kekayaan. Namun saya sendiri, enggan untuk bekerja sama dengan mereka, karena mereka biasanya meminta tumbal.

Perjalanan pulang menuju basecamp, penampakannya masih sama seperti yang dipetakan. Hanya saja sepanjang perjalanan ini saya banyak mendengar suara, yang mungkin hanya didengar oleh saya sendiri. Suara jeritan, suara-suara memanggil-manggil nama kami.

Sesosok mahkluk yang masih agak muda mengikuti saya, dia ingin bersama saya. Tetapi saya biarkan saja, dia baru menghilang setelah kami mendekati jalan raya.

Pengalaman pendakian di Gunung Sumbing saat bulan purnama ini merupakan suatu pengalaman mistis yang paling mendebarkan buat saya, karena sepanjang perjalanan getaran-getaran itu terus saja ada sampai saya turun gunung. Berbeda dengan pendakian saya di tempat lain, biasanya getaran-getaran atmosfer mistis hanya muncul di tempat-tempat tertentu.

Semoga pemetaan ini berguna bagi teman-teman pendaki, khususnya untuk cek silang tentang keberadaan mahkluk halus ini. Harapan saya dengan publikasi ini adalah saling menjaga harmonisasi alam, yaitu alam manusia dengan alam lainnya.

Ketika kita memasuki teritori yang mungkin bukan tempat tinggal kita, ada baiknya kita tetap menjaga sopan santun dan tidak semena-mena terhadap alam karena mereka juga adalah bagian dari alam itu sendiri.

Salam Pendaki! Salam Lestari Alamku!
Hentikan vandalisme di gunung, bawalah sampah kembali ke rumah, dan pastikan mematikan api unggun selalu.

Kredit Peta :  Pengurus administrasi pendakian Gunung Sumbing, basecamp Garung – StickPala.

Tags: , , , ,

Mood : Senang emoticon

26 Responses :


1. danindra Says:

belum pernah nakhlukin sumbing.
pas jaman SMA dulu seringnya muria, merbabu, ungaran.
aku mrinding ik pas mbaca. ntungnya saya buta sama sekali dalam melihat penampakan.jadi alhamdulilah disemua pendakian lancar jaya.kalo emang bisa liat mungkin udah kencing bediri..
salut dweh



2. Sariyatno Says:

benar2 sebuah pengalaman yang menakjubkan!
kalo saya tidak salah Gn Sumbing itu bisa kita lihat dari puncak suroloyo, ya?
kayaknya pada setiap daerah yang jarang dikunjungi atau pun hutan yang masih perawan itu memilki nuansa mistis yang cukup kuat, sebagai contoh hutan yang berada di Kalimantan (tempat saya dilahirkan)!
salam kenal, dari saya!



3. meong Says:

ini pendakian bareng palapsi ato sendiri, kenz? hehehe….

btw paparan ttg mahluk2nya, keren.
entah, yg terlintas di kepalaku malah begini. kl dr deskripsi kenz, ketika masih di bagian bawah gunung, mahluk2 dimensi lain yg ditemui, scr fisik kan serem2 ya. semakin mendaki naik ke atas, semakin mirip manusia.

hmmm…apakah itu menyimbolkan kualitas jiwa/spiritual manusia / mahluk juga ya… (thinking)



4. Kenz Says:

@Sariyatno: salam kenal juga mas Sariyatno, benar… sumbing bisa terlihat dari puncak suroloyo, dari magelang – muntilan, temanggung dan sekitarnya.

@meong: Pendakian sendiri mba, kalo sama Palapsi lain lagi ceritanya. Pendakian terakhir sama Palapsi tahun 2003. Saya setuju sama pemikiran itu, jadi semakin tinggi semakin sempurnalah kualitas jiwa mahkluk tersebut. mungkin ada paranormal yang bisa menjelaskan lebih lanjut :p



5. Ericova Says:

wah saya sampai melongo dan membayangkan neh mas td curhatnya..
yg gps kok bisa y..padahal kan satelit tuw hwhwhw
perlu banyak berdoa klo ke gunung yg sepi..
itu pasar watu g ada penduduknya y mas?itu nama saja atau pasar?



6. uno Says:

salam kenal,saya uno anggota Teladan Hiking Association,
saya dan 14 teman saya kemaren 8-9 april 2009 melakukan pendakian Gunung Sumbing, dan kebetulan saat itu juga malam bulan purnama,
saat mendaki tidak terjadi pengalaman mistis,namun pada saat turun gunung terutama dari pos2 menuju pos1 kami merasa di “putar” oleh mahkluk halus. entah mengapa pendakian yg hanya 1jam tururnnya malah menjadi 2,5jam.
saya dan beberapa teman saya melihat penampakan, walau tidak begitu jelas tapi saya dan beberapa teman saya cukup dapat menggamambarkan mahkluh halus tersebut,

terimakasih



7. Chris Says:

Hallo Mas Oktave.
Seru sekali tulisan Mas yang ini. Kami bernah bersepuluh mendaki gunung Sumbing beberapa tahun yang lalu. Sewaktu di basecamp memang ada orang tua yang menasehati untuk menjaga sikap sebab banyak penunggu gunung ini. Tapi tak ada seorang pun dari kami yang bisa melihat atau merasa sepeka itu, hehe.
Jadi kesimpulan perjalanannya harmonisasi dengan alam ya? Terima kasih tulisannya Mas, ternyata alam itu bukan cuma alam fisik, tapi metafisik juga tho… :)



8. BAMBANG SUHARTO Says:

Mei 2009 ini aku coba mendaki G.Sumbing , soalnya di G. Sindoro aku nggak jumpa sama Mahluk halus. Tapi di. G.Raung , Lamongan,Semeru,Argopuro,Penaggungan,Lawu, Merbabu aku jumpa terus dengan berbagai Suku Mahluk Halus. Terakhir di G.Lawu sekitar Sendang Panguripan sisi barat lereng Puncak Cokrosuryo.



9. fedri Says:

G. sumbing, ad pengalaman menarik bagi gw, pd thun 2003 silam…baru pertama kali disumbing di acak2 badai di Pestan….Mengerikan kalo mengingat kejadiannya….antara sadar dan tak sadar…



10. fedri Says:

17,18,19,20,21,22 mei. SMS (merbabu,sindoro,sumbung)
mudah…2an diberi kemudahan loleh tuhan..selama dalam perjalanan.amin



11. umam Says:

salam kenal mas… bagus bangat mas?? semua cerita nya namun sayng sya blum pernah mandaki gn.merbabu… tapi barkat mas sya jadi tau mksih yah….



12. topan Says:

wah…ternyata di gunung sumbing ngeri juga yah…
kebetulan bru kmrn sya ksna…klo saya sndri dilihatin skelebat bayangan hitam wktu turun dr sna krna sya ada di belakang sndiri…klo teman yg tepat di depan sya dilihatin pocong di daerah pintu rimba…dan yg bikin ngeri pas kita ngecamp di pestan ada satu teman saya yg diliatin suasana kaya pasar disna…
smoga ini jd pelajaran buat kita untuk lebih menghargai adat istiadat setempat…
salam lestari…



13. Wiwik Says:

Aslm..
salam kenal mas..
8-10 mei 2009 yg lalu saya dan teman-teman mendaki gn. sumbing…
wah..alhmdlh saya baru baca sekarang tulisan ini..saya penakut sekali, klw baca sblm ke gn. sumbing, mgkn tdk jd mendaki, hehe…
wkt itu juga bulan purnama, alhmdlh tdk ada apa2…cuma waktu turun krn kemalaman saya mengantuk sekali, rasanya jalan seperti melayang saja…saking ngantuknya.
terlepas dari semua itu..gn. sumbing benar2 asik sekali pemandangannya indah, ada rasa rindu ingin ksna lagi..
wassalam
salam lestari :)



14. Pramono Says:

pos berangkat dari Cepit. di petak 20 sepertinya juga aga makhluk halus “pepunden” yang sempat mematikan GPS saya ketika survey di hutan lindung. untungnya tidak loose data. menurut cerita Orang perhutani makhluk tersebut berupa ular di lembah antara petak 20 dan 19. secara pribadi saya merasakan hawa panas yang cukup kuat. hindari melwati tempat tersebut pada jam 6 dan 12 siang dan malam.



15. ari dedy Says:

wah, bener2 pengalaman yang mengesankan mas…aku wlpn baru sekali ke Sumbing..tp emang aroma mistis gunung itu sangat terasa walpn d perjlanan siang..yg penting niat kita naik gunung untuk refreshing n g berniat ganggu mahluk lain..tetap jaga sikap n mulut kalo pas sedang naik gunung, kalo ad waktu aq juga mau kesana lagi,indah banget pemandangannya……salam rimba,salam lestari



16. adi teye Says:

ass..salm lestarii alam ku… mang benar pa yg di katakan penulis… ni sesuai pengalamn ku jga…… wktu tu jga ku ber 3 ma temen2 ku dari jogja naik malam,, pda pkul 10 , sepanjang jaln kami selalui di ikuti oleh amhluk halus,,, tpi kita cuek ja dan sopan terhadap mereka,, yg lebih parah y kami kertemu ama nak surabaya yg wktu itu meninggal kena hiportemia thun 2006, ku dkk tw kejadian dia meninggal biz wktu itu kita ketemu di sekitar pos 2 ….dia meninggal di pelukan temen y,, aku ppun menyaksikan lanngsuing saat itu jga.. dan heran kami wktu itu di pertemukan lgi… di pos 2 ..klo temen2 pmnah naik… da memoriam yg berisikan ”KAU TELAH MENYATU DENGAN ALM”" BY ANTOK”" ITULAH TEMAPT KU KETEMU AMA ARWAH PENDAKI TERSEBUT… SAKING BERANI Y KU…. ajak ngbrol dia tpi dia truz menatap langit yg wktu itu terang sekali… kmi sih sedikit merinding… tpi dia pnah kenal ma kami jdi kamio tidak harus tkut>>> percaya ga percaya disaat kmi maw melanjutkan dia berbicara”" mas tolong bilang ke para pendaki jagalah alam ni… janagan di jadikan musuh.. biar hujan,badai menrpa kita… itu hanya menandakan klo alam ingin bersahabat>>”"
kami langsung liat ke belakng tpi ternyata dia sudah hilang….. itulah segenapa s=cerita pengalamn saya mendaki sumbing yg ke 2kali y.. lestarikan alam kita>>!@!!



17. Follow me not! » Ke Cakra Surya Lagi Says:

[...] dan di puncak dia ketemu manusia beneran. Selebihnya, mungkin Kenz yang akan bercerita atau membuat peta yang baru untuk Gunung [...]



18. heru13 Says:

wah,,,besok jumat,-minggu 11-13 september 2009 bakal ku kroscek nih,,semoga benar adanya,,,



19. sancuk15 Says:

busyet.. mantaps gan…
sundul terus..!



20. lilik indarto Says:

itu keren mas,wkt sekolah dl prnh nymp puncak…soal PENAMPAKAN,alhamdullilah Gak lht.tp Sumbing bnr2 salah satu Karunia Illahi yg MENAKJUBKAN.slm ARGA SERPA.ALAM RAGAKU BUMI JIWAKU!!!!!



21. syamsul Says:

ass,halo teman teman semua
cerita mas hampir sama apa yang saya alami
tahun 2002 pertama x,saya mendaki gunung sumbing
yang saya rasakan hawanya sepi sunyi bikin saya merinding
dan saya merasa ke angkeran di gunung tersebut.
tapi membuat ingin kmbali lg karna alamnya yang indah…
tapi sayang banyak yang gundul hutannya



22. abdul manan Says:

@danindra:
halo semua teman2 pecinta alam,,gue baru aja menaklukkan gunung sumbing tgl 27-28 nopember 2009..semua berjalan lancar,,tapi cuacanya broo,,naik hujan,turun juga hujan….



23. abdul manan Says:

tapi sepi banget gak ada yang ndaki,,,pas udah agak siangan dikit baru kelihatan ada orang



24. hr.susilo Says:

waduh bang,. ane mau naek gunung sumbing, baca ginian mikir dua kali bang, masalhnya rombongan ane ada cewenya nie,. tapi tuh makluk halus ga ada yang mengganggukan,. cuma menampakkan rupanya aja kan bang,….???
moga2 gw serombongan selamat sampe tujuan



25. Ronggo warsito Says:

Beberapa tulisan bisa masuk akal, tapi yang lain mungkin lebai, heheheheh teruskan lah berburu…..



26. dede Says:

26-28 feb’2010 menarik sekali perjalanan muncak ke gunung sumbing, ,
memang sedikit yg peka jika gunung sumbing itu memang mnenyimpan banyak misteri dan hawa mistis, ,
yg perlu diwaspadai jika ada penampakan atau semacamnya kita harus tetap menghormati mereka, , misal ucapkan “amit/permisi”
tak perlu takut karna derajat kita lebih tinggi dari mereka, , selalu ingat yg menciptakan alam semesta ini, ,
dan penting kita tuk menjaga kelestariannya, ,
sampah yg ada HARUS dibawa turun lagi, , jangan berkata-kata kotor,sombong,nglantur(krn bisa kejadian beneran)
itu saran saya, ,
terima kasih.
lestari alamku.



Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



pakupaku

kenzOktavianus Ken Manungkarjono.
Live in JOGJA [IDX0058] - INDONESIA,
interested in study about human behavior, enjoy some activities like coding, hiking in the mountains, surfing on the net, and listening 'hanging'.

Life Age: 11097 days
Emotional
90.1%
Bioritme Status
Physical
13.6%
Bioritme Status
Intellectual
99%
Bioritme Status





PulsaSuper
Jangan Asal
Copy Paste, Blog Juga Hasil Karya Cipta.


Bloglines
Feedburner
Get KlipFolio
Get Firefox
Get Opera
Valid XHTML

Catatan Hanging RSS Feed RSS Entries
Catatan Hanging Comments RSS Feed RSS Comments
Catatan Hanging SideNotes RSS Feed RSS SideNotes

32q. 0.397s.
Powered by WordPress
© 2006
All rights reserved.

Kode Etik Blogger Indonesia