Friday, 23.09.2005
[
Psychology ]
Film “As Good as its Get” ini menceritakan kisah kehidupan Mr. Melvin Udall (Jack Nicholson) yang menderita gangguan obsesi-kompulsif. Mr. Udall dikenal sebagai orang yang tidak disenangi oleh orang di sekitarnya karena perilakunya yang kasar, tidak ramah, egois dan senang membuat orang lain susah.
Sebagai penderita gangguan obsesi-kompulsif, Mr. Udall memiliki berbagai ritualitas, salah satunya yaitu makan di restoran yang sama, dengan tempat duduk yang sama, pada jam yang sama, dan dilayani oleh pramusaji yang sama pula, yaitu Carol (Helent Hunt).
Kehidupan dalam ritualitas obsesi-kompulsifnya mulai berubah ketika tetangganya, Simon (Greek Kinnear) yang juga seorang seniman mengalami musibah. Simon menjadi korban perampokan dan penganiyaan sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Anjing Simon yang bernama verdell terpaksa harus dititipkan kepada orang lain. Oleh karena tidak ada yang mau memelihara anjing itu untuk sementara waktu akhirnya manager Simon memaksa Mr. Udell untuk memeliharanya. Pada awalnya Mr. Udall tidak menyukai verdell, namun seiring dengan waktu akhirnya Mr. Udall sangat akrab dengan verdell. Bahkan anjing itu lebih memilih Mr. Udall daripada pemiliknya sendiri yaitu Simon.
Read the rest of this entry »
Posted by
Kenz at 13:46 on
Catatan Hanging |
11 Comments |
Friday, 23.09.2005
[
Psychology ]
Film yang disutradarai Barry Levinson ini menceritakan kisah bagaimana seorang adik menjalin hubungan dengan seorang kakak yang menderita autisme. Adalah Charlie Babbitt (Tom Cruise), seorang pengusaha muda yang energik, workaholic, pemarah, penuh muslihat dan pintar berkilah mendapat warisan dari bapaknya yaitu sebuah mobil klasik dan bunga. Urusannya menjadi lain ketika sebagian besar harta bapaknya sebesar 3 milliar dolar diwariskan kepada seseorang yang ternyata adalah kakaknya sendiri, yaitu Raymond Babbitt(Dustin Hoffman).
Raymond Babbit adalah seorang penderita autis savant yang dipisahkan dari saudaranya Charlie setelah ibu mereka meninggal dunia pada tahun 1965. Raymond ditempatkan pada sebuah lembaga penampungan orang autis Wallbrook di Cincinnati sedangkan Charlie minggat dari rumah ayahnya pada masa remaja tanpa mengetahui bahwa ia memiliki seorang kakak.
Read the rest of this entry »
Posted by
Kenz at 13:44 on
Catatan Hanging |
6 Comments |
Tuesday, 24.05.2005
[
Psychology ]
Film Mercuri Rising yang disutradarai oleh Harold Becker ini diadaptasi dari sebuah novel karangan Ryne Douglas Pearson yang berjudul The Simple Simon. Film ini menceritakan seorang anak penderita autisme yang tanpa sengaja berhasil memecahkan kode rahasia intelijen Amerika yang diberi nama Mercuri Rising.
Nama anak itu adalah Simon (diperankan oleh Miko Hughes) yang tumbuh dalam keluarga yang sederhana di Chicago. Orang tua Simon sangat menyayangi anak tunggalnya itu, meskipun anaknya adalah penderita autisme. Simon yang menyenangi puzzle tanpa sengaja berhasil memecahkan kode rahasia (Mercuri Rising) dan menghubungi kantor proyek rahasia tersebut yang dipimpin oleh Letkol. Kudrow (Alec Baldwin).
Simon pun akhirnya menjadi incaran pembunuhan karena dinilai dapat membahayakan keamanan negara. Kedua orang tua Simon tewas dibunuh oleh agen rahasia, namun Simon berhasil diselamatkan oleh seorang agen FBI yang bernama Art Jeffries (Bruce Willis).
Read the rest of this entry »
Posted by
Kenz at 13:40 on
Catatan Hanging |
9 Comments |
Monday, 25.04.2005
[
Psychology ]
Film A Beautiful Mind menggambarkan kisah perjuangan seorang ahli matematika genius yang bernama John Forbes Nash, yang berhasil menciptakan konsep ekonomi yang kini dijadikan sebagai dasar dari teori ekonomi kontemporer. Selama Perang Dingin berlangsung, Nash mengidap schizophrenia yang membuatnya hidup dalam halusinasi dan selalu dibayangi ketakutan hingga ia harus berjuang keras untuk sembuh dan meraih hadiah Nobel tahun 1994, kala ia memasuki usia senja.
Kisah dibuka dengan Nash muda di tahun 1948 yang memulai hari-hari pertama kuliahnya di universitas bergengsi, Princeton University. Sejak awal, Nash -lelaki sederhana dari dusun Virginia digambarkan sebagai pribadi penyendiri, pemalu, rendah diri, introvert sekaligus aneh. Aku tak terlalu suka berhubungan dengan orang dan rasanya tak ada orang yang menyukaiku, ujar Nash berkali-kali. Di balik segala kekurangannya, Nash juga digambarkan sebagai laki-laki arogan yang bangga akan kepandaiannya. Ini ditunjukkannnya dengan cara menolak mengikuti kuliah yang dianggapnya hanya menghabiskan waktu dan membuat otak tumpul. Sebagai gantinya, Nash lebih banyak meluangkan waktu di luar kelas demi mendapatkan ide orisinal untuk meraih gelar doktornya dan diterima di pusat penelitian bergengsi, Wheeler Defense Lab di MIT.
Read the rest of this entry »
Posted by
Kenz at 10:40 on
Catatan Hanging |
35 Comments |